Privacy Channel di YouTube dari Google

  

Arsip

Sn Sl Rb Km Jm Sb Mg
12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031

Newsletter

Langganan newsletter:

Voting: Juni 2008

Menurut Anda, Anda adalah seorang yang ...

  
  
  

Referensi IT

    
    

    
    
  • email Email kan kepada kawan anda
  • Tambahkan ke Yahoo! web Anda Tambahkan ke del.icio.us Digg berita atau artikel ini Tambahkan ke Furl Tambahkan ke Squidoo Tambahkan ke Technorati Tambahkan ke StumbleUpon Tambahkan ke Reddit Tambahkan ke Netscape Tambahkan ke Newsvine
    Kontak BeritaNET.com :
    Naskah : redaksi AT beritanet.com
    Iklan : iklan AT beritanet.com
    Lowongan : karir AT beritanet.com
    Kursus IT : kursus AT beritanet.com
    Beli Buku : buku AT beritanet.com
    Kerjasama : joint AT beritanet.com

Prakiraan Cuaca Besok

  sumber : http://bmg.go.id
         

Sesuaikan ukuran huruf: Perkecil font Perbesar font
foto berita artikel

Google meluncurkan privacy channel pada YouTube pada hari Rabu (31/10) yang lalu. Berita peluncuran privacy channel ini disertai dengan video penjelasan tentang keamanan pribadi yang disediakan. Dalam video penjelasan yang berjudul 'Google Serach Privacy: Plain and Simple' tersebut diterangkan tentang seorang ahli dari Google yang menjelaskan dengan menggambarkan pada sebuah whiteboard mengenai jenis informasi yang diambil oleh Server Google, seperti IP Address, cookie data, dst ketika seseorang melakukan pencarian.

Pada video itu juga dikatakan, bahwa di waktu yang akan datang Google akan menjelaskan informasi apa saja yang disimpan Google pada saat seseorang melakukan Login, seperti pada saat mengakses Google Account, beserta langkah-langkah yang dapat dilakukan seseorang untuk meningkatkan privasi-nya pada saat online.

Sedangkan pada video yang lain ditunjukkan Peter Fleischer, Google's Global Privacy Council, sedang berbicara pada acara 9th International Conference of Data Protection and Privacy Commissioners di Montreal, September yang lalu. Namun untuk mengerti video yang satu ini, Anda harus memastikan diri fasih berbahasa Perancis.

Selain itu Pablo Chavez, Google Policy Counsel menuliskan pada News.com bahwa akuisisi yang dilakukan beberapa perusahaan online seperti Microsoft yang membeli aQuantive, Yahoo pada Right Media dan Blue Lithium, Sedangkan AOL mengakuisisi Tacoda, diakui Google telah memprovokasi pihaknya untuk membeli DoubleClick. Di lain pihak, advokat dari Google sendiri mengkhawatirkan langkah Google dalam meminang DoubleClick, berkaitan dengan data-data yang ada di Google, dengan teknologi display iklan online DoubleClick.


Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com


Berikan komentar comment Komentar (0 dimuat)


Paling Dicari Hari Ini


Pasang Iklan : news  © 2007-2008. BERITA NET.com - SITUS BERITA INDONESIA
Links to Site
  eXTReMe Tracker