Sebuah Keluarga Mengandalkan GPS untuk Mengalahkan Tuntutan Pengadilan

  

Arsip

Sn Sl Rb Km Jm Sb Mg
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031


Newsletter

Langganan newsletter:

Voting: 22Oktober2008

Darimana ANDA tahu tentang Beritanet.com?

  
  
  

Referensi IT

    
    

    
    
  • email Email kan kepada kawan anda
  • Tambahkan ke Yahoo! web Anda Tambahkan ke del.icio.us Digg berita atau artikel ini Tambahkan ke Furl Tambahkan ke Squidoo Tambahkan ke Technorati Tambahkan ke StumbleUpon Tambahkan ke Reddit Tambahkan ke Netscape Tambahkan ke Newsvine
    Kontak BeritaNET.com :
    Naskah : redaksi AT beritanet.com
    Iklan : iklan AT beritanet.com
    Lowongan : karir AT beritanet.com
    Kursus IT : kursus AT beritanet.com
    Beli Buku : buku AT beritanet.com
    Kerjasama : joint AT beritanet.com

Prakiraan Cuaca Besok

  sumber : http://bmg.go.id
         

Sesuaikan ukuran huruf: Perkecil font Perbesar font
foto berita artikel

Walaupun pengadilan belum mengakui data GPS sebagai barang bukti, namun kini beberapa pengendara kendaraan bermotor mulai memasangnya sebagai pelengkap dalam menghadapi kekerasan di jalan raya.
Seorang pensiunan deputi kepolisian di California berharap dapat mengalahkan kekakuan hukum yang ada, dengan memperbandingkan tingkat akurasi radar polisi dengan sistem penjelajah GPS (Global Positioning System) yang terpasang pada mobil anak tirinya.
Rude Roger, pensiunan polisi ini membacakan pembelaannya untuk Shaun Malone, anak tirinya yang berusia 17 tahun. Menurutnya, Shaun sangat suka berkendara, itulah sebabnya ia dan istrinya sepakat untuk melengkapi Toyota Celica anak laki-lakinya ini dengan GPS agar dapat selalu mengetahui kecepatan dan lokasi dari mobil anaknya berada.
Awalnya Shaun sangat berkeberatan atas perlengkapan GPS yang dipasangkan orangtuanya pada mobilnya, hingga akhirnya alat ini menjadi teman baiknya karena kejadian tanggal 4 Juli, sewaktu ia tercatat oleh polisi berkendara dengan kecepatan 62 mph di daerah dengan batas 45 mph.
Rude mendorong anaknya untuk melawan tuduhan tersebut setelah ia memperoleh pengambilan data GPS menggunakan unit software dari Colorado, yang menjelaskan bahwa Shaun melaju dalam batas kecepatan selisih 100 kaki dari polisi Petaluma yang menghitungnya lebih cepat saat menilangnya.
“Saya tidak sedang mencoba membuang kesalahan anak saya”, kata Rude kepada CNN. “Namun saya selalu mempunyai keyakinan pada sistem hukum negara. Saya ingin melihat kebenaran menang dan anak saya dapat melihat bahwa sistem bekerja”, sambungnya lagi. Rude yang telah bekerja selama 31 tahun dalam penegakkan hukum mengatakan bahwa Radar memang alat yang baik, namun bukan alat yang tepat, karena dengan mempergunakan GPS tracker data yang dihasilkan tidak diragukan lagi, sebab tidak ada campur tangan manusia dalam hasil datanya.
Sementara itu polisi Petaluma, Lt. John Edward enggan berkomentar mengenai kasus Shaun ini namun ia membantah bahwa GPS lebih akurat dari radar polisi.

Sumber: CNN



Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com


Berikan komentar comment Komentar (1 dimuat)

  • Ditulis oleh Adi Saputra, 02 Juli, 2008 13:51:26
    Hmmm...klo di indonesia sudah ada blm ya produknya? keren juga kalo GPS itu bisa dijadikan saksi di pengadilan,...huh sungguh luar biasa... image

Paling Dicari Hari Ini


Pasang Iklan : news  © 2007-2008. BERITA NET.com - SITUS BERITA INDONESIA
Links to Site
  eXTReMe Tracker