Newsletter
Voting: 22Oktober2008
Email kan kepada kawan anda
Kontak BeritaNET.com :
Naskah : redaksi AT beritanet.com
Iklan : iklan AT beritanet.com
Lowongan : karir AT beritanet.com
Kursus IT : kursus AT beritanet.com
Beli Buku : buku AT beritanet.com
Kerjasama : joint AT beritanet.com
Prakiraan Cuaca Besok
Walaupun pengadilan belum mengakui data GPS sebagai
barang bukti, namun kini beberapa pengendara kendaraan
bermotor mulai memasangnya sebagai pelengkap dalam
menghadapi kekerasan di jalan raya.
Seorang
pensiunan deputi kepolisian di California berharap
dapat mengalahkan kekakuan hukum yang ada, dengan
memperbandingkan tingkat akurasi radar polisi dengan
sistem penjelajah GPS (Global Positioning System) yang
terpasang pada mobil anak tirinya.
Rude Roger,
pensiunan polisi ini membacakan pembelaannya untuk
Shaun Malone, anak tirinya yang berusia 17 tahun.
Menurutnya, Shaun sangat suka berkendara, itulah
sebabnya ia dan istrinya sepakat untuk melengkapi
Toyota Celica anak laki-lakinya ini dengan GPS agar
dapat selalu mengetahui kecepatan dan lokasi dari mobil
anaknya berada.
Awalnya Shaun sangat berkeberatan
atas perlengkapan GPS yang dipasangkan orangtuanya pada
mobilnya, hingga akhirnya alat ini menjadi teman
baiknya karena kejadian tanggal 4 Juli, sewaktu ia
tercatat oleh polisi berkendara dengan kecepatan 62 mph
di daerah dengan batas 45 mph.
Rude mendorong
anaknya untuk melawan tuduhan tersebut setelah ia
memperoleh pengambilan data GPS menggunakan unit
software dari Colorado, yang menjelaskan bahwa Shaun
melaju dalam batas kecepatan selisih 100 kaki dari
polisi Petaluma yang menghitungnya lebih cepat saat
menilangnya.
“Saya tidak sedang mencoba
membuang kesalahan anak saya”, kata Rude kepada
CNN. “Namun saya selalu mempunyai keyakinan pada
sistem hukum negara. Saya ingin melihat kebenaran
menang dan anak saya dapat melihat bahwa sistem
bekerja”, sambungnya lagi. Rude yang telah
bekerja selama 31 tahun dalam penegakkan hukum
mengatakan bahwa Radar memang alat yang baik, namun
bukan alat yang tepat, karena dengan mempergunakan GPS
tracker data yang dihasilkan tidak diragukan lagi,
sebab tidak ada campur tangan manusia dalam hasil
datanya.
Sementara itu polisi Petaluma, Lt. John
Edward enggan berkomentar mengenai kasus Shaun ini
namun ia membantah bahwa GPS lebih akurat dari radar
polisi.
Sumber: CNN
Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com
Berikan komentar
Komentar (1 dimuat)
-
Ditulis oleh Adi Saputra, 02 Juli, 2008 13:51:26Hmmm...klo di indonesia sudah ada blm ya produknya? keren juga kalo GPS itu bisa dijadikan saksi di pengadilan,...huh sungguh luar biasa...




Muka |

