Newsletter
Voting: maret2010
Email kan kepada kawan anda
Kontak BeritaNET.com :
Naskah : redaksi AT beritanet.com
Iklan : iklan AT beritanet.com
Lowongan : karir AT beritanet.com
Kursus IT : kursus AT beritanet.com
Beli Buku : buku AT beritanet.com
Kerjasama : joint AT beritanet.com
Prakiraan Cuaca Besok
Tenyata tak selamanya kemajuan dunia komputer berdampak positif bagi manusia. Salah satu hal yang paling mudah diamati adalah dampak komputer bagi kesehatan individu pemakainya. Dan dari semua keluhan kesehatan yang pernah ada, kebanyakan keluhan datang dari para pengguna laptop. Laptop atau notebook sebagai sarana mobile-computing memang dirancang seefesien mungkin untuk dapat dengan mudah dibawa ke manapun. Namun efesiensi yang didapat dari penggunaan laptop ini rupanya harus dibayar mahal dengan mengorbankan faktor ergonomic yang sangat berperan dalam menjamin kenyamanan dan kesehatan sang pemakai.
Salah satu kasus gangguan kesehatan dalam penggunaan laptop dialami oleh Danielle Weatherbee (29 tahun) dari Seattle, seperti yang ditulis dalam buku Using Information Technology. Karena kebiasaannya sehari-hari yang mempergunakan laptop di mana pun berada, ia kemudian mengalami gangguan tulang belakang. Setelah diperiksa, dokter mendapati tulang belakangnya sudah seperti seorang berusia 50 tahun. Inilah salah satu akibat dari dikorbankannya nilai ergonomic sebuah barang, dalam hal ini laptop.
Secara luas, memang dikenal beberapa gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh pemakaian komputer, antara lain Repetitive Stress/Strain Injury (RSI), Kelelahan Mata dan Sakit Kepala, Sakit Punggung dan Leher, dan Medan Elektromagnetik. Lebih lanjut mengenai Repetitive Stress/Strain Injury (RSI) sendiri adalah sakit pada pergelangan tangan, lengan, tangan dan leher karena otot-ototnya harus bekerja cepat dan berulang. Hal ini dapat menjadi semakin parah jika sang pemakai komputer tidak memperhatikan faktor ergonomic pemakaian komputer dalam jangka waktu lama. Faktor ergonomic sendiri sangat perlu diperhatikan untuk memperoleh kenyamanan dan posisi ideal yang sehat bagi tubuh selama pemakaian komputer.
Yang kedua adalah kelelahan mata dan sakit kepala. Sebenarnya ini merupakan keluhan yang paling banyak dikeluhkan para pemakai komputer, Computer Vision Sindrome (CVS) sendiri merupakan kelelahan mata yang dapat mengakibatkan sakit kepala, penglihatan seolah ganda, penglihatan silau terhadap cahaya di waktu malam, dan berbagai masalah penglihatan lainnya.
Untuk masalah medan
elektromantik (EMF), sebenarnya telah marak dibicarakan
dalam beberapa tahun terakhir ini. Banyak pihak yang
mengkhawatirkan dampak medan magnetic yang terdapat
pada berbagai jenis peralatan elektronik, termasuk
komputer, terhadap para pemakainya. Mulai dari
ketakutan akan gangguan kelahiran yang menyebabkan bayi
lahir cacat hingga gangguan yang menyebabkan kanker,
pernah menjadi isu seputar dampak medan magnetic. Akan
tetapi hingga saat ini belum ada yang tahu pasti
mengenai kebenaran dugaan tersebut. Namun begitu, di
negara-negara maju seperti Inggris, pemerintahnya telah
menganjurkan agar anak-anak di bawah umur mengurangi
pemakaian barang-barang yang bermedan elektronik,
termasuk komputer bagi anak.
Menanggapi kekhawatiran tersebut, Federal Communication
Commission (FCC) sebenarnya telah membuat pengukuran
khusus yang disebut Specifik Absorption Rate (SAR). SAR
sendiri berfungsi untuk menyediakan data tingkat
radiasi dari tiap type ponsel yang ada.(dna)
Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com
Berikan komentar
Komentar (2 dimuat)
-
Ditulis oleh leni melinda, 06 April, 2009 09:16:00anak saya berumur 4thn dan 3thn sngat menyukai komputer apalagi bermain game. pertama saya berfikir ini sngat bagus bagi anak mengenal komputer lebih awal. karna dunia menuntut untuk selalu mengikuti perkembangan makanya saya biarkan. saya takut anak nantinya gaptek. pertanyaan saya: bagaimana mengatasi efek komputer ini secara baik tanpa mengurangi kapasitas anak menggunakan komputer atau leptop





Muka |

