Waspadai Mental Narsis Tersembunyi

  

Arsip

Sn Sl Rb Km Jm Sb Mg
12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930

       

Newsletter

Langganan newsletter:

Voting: maret2010

Menurut Anda, barang apa yang cocok dijual di toko online Beritanet.com?

       

Referensi IT

    
    

    

    
  • email Email kan kepada kawan anda
  • Tambahkan ke Yahoo! web Anda Tambahkan ke del.icio.us Digg berita atau artikel ini Tambahkan ke Furl Tambahkan ke Squidoo Tambahkan ke Technorati Tambahkan ke StumbleUpon Tambahkan ke Reddit Tambahkan ke Netscape Tambahkan ke Newsvine
    Kontak BeritaNET.com :
    Naskah : redaksi AT beritanet.com
    Iklan : iklan AT beritanet.com
    Lowongan : karir AT beritanet.com
    Kursus IT : kursus AT beritanet.com
    Beli Buku : buku AT beritanet.com
    Kerjasama : joint AT beritanet.com

Prakiraan Cuaca Besok

  sumber : http://bmg.go.id
         


Sesuaikan ukuran huruf: Perkecil font Perbesar font
foto berita artikel Menurut study dari University of Georgia, pengguna Facebook dengan jumlah jaringan pertemanan yang besar didalamnya, juga wallpost, sepertinya sekarang memiliki sifat dan mental narsisme. Laura Buffardi, seorang mahasiswa kedokteran psikologi dari University of Georgia, juga professor W. Keith Campbell telah melakukan survey terhadap 130 pengguna Facebook, dan kemudian menganalisa halaman Facebook mereka, dan menanyakan kepada orang awam untuk mengakses pembuat halaman yang narsis tersebut.

Campbell mengungkapkan bahwa narsisme bersembunyi dalam kemampuan untuk membuat pertemanan yang sehat. Narsisme mungkin mirip dengan pesona diri, namun mereka mempergunakan narsisme untuk kepentingan mereka. Mereka bahkan bisa menyakiti orang lain di sekitar mereka dan mereka juga bisa menyakiti diri mereka sendiri.

Facebook kemudian menggunakan banyak usaha untuk mempromosikan dirinya dan kuantitas pertemanan didalamnya, melebihi situs lain. Hal inilah yang didefinisikan Campbell sebagai narsisme. Campbell dan peneliti lainnya telah memilih Facebook karena popularitasnya dan oleh karena format situsnya yang berupa profil social, sehingga lebih mudah untuk membandingkannya.

Sifat narsisme boleh dikategorikan sebagai kekurangan, seperti yang dikemukakan Mayo Clinic, “Kepribadian yang narsis adalah kekurangan mental yang dapat membuat seseorang menaikkan rasa untuk kepentingan dirinya dan melakuka pemujaan terlalu mendalam terhadap diri sendiri. Mereka percaya bahwa superioritas mereka melebihi orang lain dan hanya sedikit menghargai perasaan orang. Namun, di balik topeng super percaya diri, di dalamnya terdapat kerapuhan yang akan menukik tajam ketika mendapatkan kritikan.

Campbell menuturkan, orang atau perusahaan seperti Facebook yang memiliki narsisme biasanya justru memiliki pikiran positif terhadap dirinya. Skor narsisme yang tinggi dapat membantu seseorang untuk mengembangkan intelegensi, power, dan aksi fisik yang unik. Mereka yang memiliki level narsisme yang tinggi, pada umumnya memiliki jumlah teman Facebook yang banyak. Pengguna Facebook secara khusus berharap bahwa halaman profilnya tidak terlihat sebagai sifat narsisme. (h_n)

    

Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com


Berikan komentar comment Komentar (0 dimuat)


Paling Dicari Hari Ini


Bincang IT : Redaksi :  © 2007-2008. BERITA NET.com - SITUS BERITA INDONESIA
Links to Site
  eXTReMe Tracker