Newsletter
Voting: maret2010
Email kan kepada kawan anda
Kontak BeritaNET.com :
Naskah : redaksi AT beritanet.com
Iklan : iklan AT beritanet.com
Lowongan : karir AT beritanet.com
Kursus IT : kursus AT beritanet.com
Beli Buku : buku AT beritanet.com
Kerjasama : joint AT beritanet.com
Prakiraan Cuaca Besok
Setelah Google merilis Chrome, kini giliran Arora yang tampil sebagai open source browser web yang menggunakan engine WebKit yang sama, yang ada di Safari dan Google Chrome. Namun, tidak seperti browser lainnya, Arora telah siap untuk bekerja di berbagai system, termasuk Windows, Linux, dan OS X, termasuk FreeBSD. Arora bekerja di berbagai platform yang support dengan toolkit QT. Eksistensi Arora muncul ketika Canonical mengaplikasikannya untuk default browser web di Kubuntu 9.10.
Browser Arora
tersebut memiliki fitur yang sesuai dengan trend
sekarang, seperti full page zoom (kebalikan dari
text-only zooming), dan modus private browsing yang
memudahkan user untuk surfing Internet tanpa menyimpan
cookies atau data personal lainnya di harddisk. Selain
itu, system resources browser Arora ini juga relative
ringan, sehingga untuk loading dan booting halaman web
juga lebih cepat.
Browser Arora juga
didukung oleh engine JavaScript yang powerful dan
plugin Netscape. Fitur umum lainnya berupa bookmark,
history dan tab browsing. Kelebihan Arora sepeti
location bar yang pintar, terdapat session management,
ada plugin ClickToFlash, fasilitas download manager,
satu set tool untuk developer web yakni WebInspector,
dan 30 translasi bahasa. Untuk mencoba browser Arora
dapat ke website #Arora
(irc.freenode.org).(h_n)
Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com





Muka |

