Waspada, Serangan Clickjacking Mulai Infeksi Browser

  

Arsip

Sn Sl Rb Km Jm Sb Mg
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031


Newsletter

Langganan newsletter:

Voting: 22Oktober2008

Darimana ANDA tahu tentang Beritanet.com?

  
  
  

Referensi IT

    
    

    
    
  • email Email kan kepada kawan anda
  • Tambahkan ke Yahoo! web Anda Tambahkan ke del.icio.us Digg berita atau artikel ini Tambahkan ke Furl Tambahkan ke Squidoo Tambahkan ke Technorati Tambahkan ke StumbleUpon Tambahkan ke Reddit Tambahkan ke Netscape Tambahkan ke Newsvine
    Kontak BeritaNET.com :
    Naskah : redaksi AT beritanet.com
    Iklan : iklan AT beritanet.com
    Lowongan : karir AT beritanet.com
    Kursus IT : kursus AT beritanet.com
    Beli Buku : buku AT beritanet.com
    Kerjasama : joint AT beritanet.com

Prakiraan Cuaca Besok

  sumber : http://bmg.go.id
         

Sesuaikan ukuran huruf: Perkecil font Perbesar font
foto berita artikel

Sebuah platform teknik misterius telah mengeksploitasi browser web, yang dinamakan “Clickjacking”. US CERT (United States Computer Emergency Readiness Team), Jumat lalu telah mengingatkan mengenai teknik ini. Dalam blog yang diposting tanggal 15 September oleh Jeremiah Grossman, founder dan CTO (Chief Technical Officer) dari WhiteHat Security, mengungkapkan bahwa clickjacking memberi kemudahan bagi attacker untuk mengelabui user agar user sedikit saja meng-click sesuatu. Untuk itu, jika user meng-click di halaman web, maka mereka sebenarnya meng-click content dari halaman lain.

Agen keamanan pemerintah juga menyatakan bahwa kelemahan tersebut telah berimbas pada browser web yang modern, namun sementara kelemahan tersebut belum diperbaiki, maka resiko dapat diperkecil dengan men-disable semua script browser dan plug-in do browser. Untuk pengguna Firefox, ada ekstensi Firefox NoScript yang dapat melakukannya. Namun, ada juga untuk memblokir plug-in dengan FlashBlock, Adblock Plus, dan CustomizeGoogle.

Sementara itu, clickjacking sendiri telah menginfeksi Apple Safari, Google Chrome, Microsoft Internet Explorer, Mozilla Firefox, dan Opera. Rsnake Hansen, founder dan CEO dari SecTheory, mengungkapkan penyerangan browser ini sangatlah mudah. Pada dasarnya, user hanya menggunakan mouse untuk meng-click link, ke halaman yang tidak dikehendaki. Hal ini pun telah menjadi bahan perbincangan antara vendor browser seperti Microsoft, Mozilla, dan Adobe. Alasan Adobe masuk ke dalamnya karena menyangkut software Flash miliknya, yang terinstal masuk ke plug-in semua browser, yang dapat digunakan untuk eksploitasi clickjacking.

Hansen menjelaskan bug dalam browser ini berbeda dengan bug Internet yang disampaikan Kamisnky, Agustus lalu. Bug Kamisnky tidak membutuhkan interaksi user dan dapat menginfeksi dimana saja. Namun, untuk clickjacking ini, dibutuhkan interaksi user, bug tersebut hampir sama ketika buffer mengalami overflow dalam browser modern, namun perbedaannya, user tidak dapat memperbaikinya.

Sebuah platform teknik misterius telah mengeksploitasi browser web, yang dinamakan “Clickjacking”. US CERT (United States Computer Emergency Readiness Team), Jumat lalu telah mengingatkan mengenai teknik ini. Dalam blog yang diposting tanggal 15 September oleh Jeremiah Grossman, founder dan CTO (Chief Technical Officer) dari WhiteHat Security, mengungkapkan bahwa clickjacking memberi kemudahan bagi attacker untuk mengelabui user agar user sedikit saja meng-click sesuatu. Untuk itu, jika user meng-click di halaman web, maka mereka sebenarnya meng-click content dari halaman lain.

Agen keamanan pemerintah juga menyatakan bahwa kelemahan tersebut telah berimbas pada browser web yang modern, namun sementara kelemahan tersebut belum diperbaiki, maka resiko dapat diperkecil dengan men-disable semua script browser dan plug-in di browser. Untuk pengguna Firefox, ada ekstensi Firefox NoScript yang dapat melakukannya. Namun, ada juga untuk memblokir plug-in dengan FlashBlock, Adblock Plus, dan CustomizeGoogle.

Sementara itu, clickjacking sendiri telah menginfeksi Apple Safari, Google Chrome, Microsoft Internet Explorer, Mozilla Firefox, dan Opera. Rsnake Hansen, founder dan CEO dari SecTheory, mengungkapkan penyerangan browser ini sangatlah mudah. Pada dasarnya, user hanya menggunakan mouse untuk meng-click link, ke halaman yang tidak dikehendaki. Hal ini pun telah menjadi bahan perbincangan antara vendor browser seperti Microsoft, Mozilla, dan Adobe. Alasan Adobe masuk ke dalamnya karena menyangkut software Flash miliknya, yang terinstal masuk ke plug-in semua browser, yang dapat digunakan untuk eksploitasi clickjacking.

Hansen menjelaskan bug dalam browser ini berbeda dengan bug Internet yang disampaikan Kamisnky, Agustus lalu. Bug Kamisnky tidak membutuhkan interaksi user dan dapat menginfeksi dimana saja. Namun, untuk clickjacking ini, dibutuhkan interaksi user, bug tersebut hampir sama ketika buffer mengalami overflow dalam browser modern, namun perbedaannya, user tidak dapat memperbaikinya. (h_n)



Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com


Berikan komentar comment Komentar (0 dimuat)


Paling Dicari Hari Ini


Pasang Iklan : news  © 2007-2008. BERITA NET.com - SITUS BERITA INDONESIA
Links to Site
  eXTReMe Tracker