Newsletter
Voting: 22Oktober2008
Email kan kepada kawan anda
Kontak BeritaNET.com :
Naskah : redaksi AT beritanet.com
Iklan : iklan AT beritanet.com
Lowongan : karir AT beritanet.com
Kursus IT : kursus AT beritanet.com
Beli Buku : buku AT beritanet.com
Kerjasama : joint AT beritanet.com
Prakiraan Cuaca Besok
Sebuah platform teknik misterius telah
mengeksploitasi browser web, yang dinamakan
“Clickjacking”. US CERT (United States
Computer Emergency Readiness Team), Jumat lalu telah
mengingatkan mengenai teknik ini. Dalam blog yang diposting
tanggal 15 September oleh Jeremiah Grossman, founder
dan CTO (Chief Technical Officer) dari WhiteHat
Security, mengungkapkan bahwa clickjacking memberi
kemudahan bagi attacker untuk mengelabui user agar user
sedikit saja meng-click sesuatu. Untuk itu,
jika user meng-click di halaman web, maka mereka
sebenarnya meng-click content dari halaman lain.
Agen keamanan pemerintah juga menyatakan bahwa
kelemahan tersebut telah berimbas pada browser web yang
modern, namun sementara kelemahan tersebut belum
diperbaiki, maka resiko dapat diperkecil dengan
men-disable semua script browser dan plug-in do
browser. Untuk pengguna Firefox, ada ekstensi Firefox
NoScript yang dapat melakukannya. Namun, ada juga untuk
memblokir plug-in dengan FlashBlock, Adblock Plus, dan
CustomizeGoogle.
Sementara itu,
clickjacking sendiri telah menginfeksi Apple Safari,
Google Chrome, Microsoft Internet Explorer, Mozilla
Firefox, dan Opera. Rsnake Hansen, founder dan CEO dari
SecTheory, mengungkapkan penyerangan browser ini
sangatlah mudah. Pada dasarnya, user hanya menggunakan
mouse untuk meng-click link, ke halaman yang tidak
dikehendaki. Hal ini pun telah menjadi bahan
perbincangan antara vendor browser seperti Microsoft,
Mozilla, dan Adobe. Alasan Adobe masuk ke dalamnya
karena menyangkut software Flash miliknya, yang
terinstal masuk ke plug-in semua browser, yang dapat
digunakan untuk eksploitasi clickjacking.
Hansen menjelaskan bug dalam browser ini berbeda
dengan bug Internet yang disampaikan Kamisnky, Agustus
lalu. Bug Kamisnky tidak membutuhkan interaksi user dan
dapat menginfeksi dimana saja. Namun, untuk
clickjacking ini, dibutuhkan interaksi user, bug
tersebut hampir sama ketika buffer mengalami overflow
dalam browser modern, namun perbedaannya, user tidak
dapat memperbaikinya.
Sebuah platform teknik
misterius telah mengeksploitasi browser web, yang
dinamakan “Clickjacking”. US CERT (United
States Computer Emergency Readiness Team), Jumat lalu
telah mengingatkan mengenai teknik ini. Dalam blog yang diposting
tanggal 15 September oleh Jeremiah Grossman, founder
dan CTO (Chief Technical Officer) dari WhiteHat
Security, mengungkapkan bahwa clickjacking memberi
kemudahan bagi attacker untuk mengelabui user agar user
sedikit saja meng-click sesuatu. Untuk itu, jika user
meng-click di halaman web, maka mereka sebenarnya
meng-click content dari halaman lain.
Agen
keamanan pemerintah juga menyatakan bahwa kelemahan
tersebut telah berimbas pada browser web yang modern,
namun sementara kelemahan tersebut belum diperbaiki,
maka resiko dapat diperkecil dengan men-disable semua
script browser dan plug-in di browser. Untuk pengguna
Firefox, ada ekstensi Firefox NoScript yang dapat
melakukannya. Namun, ada juga untuk memblokir plug-in
dengan FlashBlock, Adblock Plus, dan CustomizeGoogle.
Sementara itu, clickjacking sendiri telah
menginfeksi Apple Safari, Google Chrome, Microsoft
Internet Explorer, Mozilla Firefox, dan Opera. Rsnake
Hansen, founder dan CEO dari SecTheory, mengungkapkan
penyerangan browser ini sangatlah mudah. Pada dasarnya,
user hanya menggunakan mouse untuk meng-click link, ke
halaman yang tidak dikehendaki. Hal ini pun telah
menjadi bahan perbincangan antara vendor browser
seperti Microsoft, Mozilla, dan Adobe. Alasan Adobe
masuk ke dalamnya karena menyangkut software Flash
miliknya, yang terinstal masuk ke plug-in semua
browser, yang dapat digunakan untuk eksploitasi
clickjacking.
Hansen menjelaskan bug dalam
browser ini berbeda dengan bug Internet yang
disampaikan Kamisnky, Agustus lalu. Bug Kamisnky tidak
membutuhkan interaksi user dan dapat menginfeksi dimana
saja. Namun, untuk clickjacking ini, dibutuhkan
interaksi user, bug tersebut hampir sama ketika buffer
mengalami overflow dalam browser modern, namun
perbedaannya, user tidak dapat memperbaikinya. (h_n)
Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com




Muka |

