Newsletter
Voting: 22Oktober2008
Email kan kepada kawan anda
Kontak BeritaNET.com :
Naskah : redaksi AT beritanet.com
Iklan : iklan AT beritanet.com
Lowongan : karir AT beritanet.com
Kursus IT : kursus AT beritanet.com
Beli Buku : buku AT beritanet.com
Kerjasama : joint AT beritanet.com
Prakiraan Cuaca Besok
Para spammers saat ini kebanyakan telah merubah metode mereka untuk melakukan penyerangan. Jika pada akhir Juni 2007, sebanyak 60% spammers menggunakan images atau gambar untuk memperdayai target mereka, namun nilai prosentase itu menurun hingga 3% pada akhir Juni 2008. Di lain pihak, setelah melakukan global study, hasil penelitian dari BitDefender mengatakan bahwa spam melalui text kembali marak, hal ini ditunjukkan dengan dari total serangan spam yang ada saat ini 70% nya merupakan serangan spam dengan metode text-based. Hal ini cukup signifikan jika dibandingkan dengan data tahun lalu dimana serangan spam dengan metode text-based hanya sebesar 20%.
Vlad Valceanu, Head Of Bitdefender AntiSpam
Research Lab mengatakan,”Serangan melalui Plain
text saat ini telah kembali marak terutama semakin
marak untuk penyebaran email spam, terutama hal ini
dikarenakan metode ini cukup simple/sederhana,
memperkecil ukuran file serta hasil yang didapat
cukuplah beraneka ragam”.
Berdasarkan
laporan yang masuk kepihak BitDefender, metode ini
digunakan untuk melakukan penyebaran malware pada enam
bulan pertama tahun 2008, adapun jenis yang dilakukan
cukup bervariasi mulai dari untuk proses downloader,
penyebaran iklan
yang berbau dengki, paket berupa bundle application,
social enginerring dan informasi website,
autoran dan file infector, email spam dan peer 2 peer
network.
Phishing tool menjadi aplikasi yang paling popular di awal pertengahan 2008. Adapun target utama antara lain native English speaker dari US, UK ataupun Canada yang tergoda akan penipuan berbentuk uang palsu terutama pada US bank ataupun institusi financial lainnya. Kebanyakan dari pesan yang dikirimkan berupa peringatan dimana tujuannya adalah untuk membuat si korban menjadi bereaksi hingga mengakibatkan ketakutan. Setelah melakukan hal tersebut, biasanya penyerang memblok atau menonaktifkan account dari sang target. Pada penyerang tersebut dengan akan meminta informasi penting kepada targetnya dimana beberapa informasi tersebut berkaitan dengan masalah keamanan.
Vlad Valceanu
menambahkan,”Spammers dan Phisher secara
berkelanjutan mengembangkan kemampuan mereka dalam hal
replicating dan forging legitimate karakter pesan.
Adapun teks email yang sederhana merupakan cara mereka
untuk membuktikan seberapa hebat kemampuan mereka dalam
mengelabui korbannya. Secara keseluruhan terdapat
50.000 korban dari kejahatan Spammers dan Phishers
setiap bulannya”
Penulis :
Willmen TB Panjaitan
FTI - Universitas
Atmajaya
Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com




Muka |

