Gpcode.ak, Cripto Virus Berbahaya

  

Arsip

Sn Sl Rb Km Jm Sb Mg
12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930

       

Newsletter

Langganan newsletter:

Voting: maret2010

Menurut Anda, barang apa yang cocok dijual di toko online Beritanet.com?

       

Referensi IT

    
    

    

    
  • email Email kan kepada kawan anda
  • Tambahkan ke Yahoo! web Anda Tambahkan ke del.icio.us Digg berita atau artikel ini Tambahkan ke Furl Tambahkan ke Squidoo Tambahkan ke Technorati Tambahkan ke StumbleUpon Tambahkan ke Reddit Tambahkan ke Netscape Tambahkan ke Newsvine
    Kontak BeritaNET.com :
    Naskah : redaksi AT beritanet.com
    Iklan : iklan AT beritanet.com
    Lowongan : karir AT beritanet.com
    Kursus IT : kursus AT beritanet.com
    Beli Buku : buku AT beritanet.com
    Kerjasama : joint AT beritanet.com

Prakiraan Cuaca Besok

  sumber : http://bmg.go.id
         


Sesuaikan ukuran huruf: Perkecil font Perbesar font
foto berita artikel

Perusahaan anti malware telah menemukan variasi virus baru yang dapat mengenkrip data korban dengan algoritma 1.024 bit sehingga korban tidak dapat menguraikan data tersebut tanpa membayar tebusan.
Kaspersky Lab mengungkapkan variasi baru dari system Windows yang melandaskan ke dalam proses enkripsi bernama virus Gpcode. Virus Gpcode ini lebih dari ancaman sebuah virus karena menggunakan enkripsi yang kuat sehingga mampu memunculkan tantangan untuk meng-crack-nya.

“Hingga sekarang, kami mampu meng-crack algoritma dari virus tersebut.”, kata Roel Schouwenberg, senior peneliti antivirus di Kaspersky Lab. Schouwenberg menambahkan, versi awal Gpcode muncul pertama kali sekitar tiga tahun yang lalu, menggunakan enkripsi yang lebih lemah daripada sekarang dan ditambah dengan modifikasi yang cuup rapat sehingga membuat sulit untuk dibobol. Namun Gpcode.ak, dengan algoritma RSA 1.024 bit untuk enkripsi telah membuktikan bahwa algoritma tersebut sulit untuk dipecahkan. Schouwenberg juga mengingatkan kepada user agar segera mem-backup data-data yang ada secara periodik untuk mengantisipasi terkena virus Gpcode ini.

Gpcode.ak juga sulit untuk dideteksi karena virus tersebut memiliki fitur penghancuran diri setelah terjadi enkripsi data. Kaspersky Lab meyakini bahwa virus Gpcode.ak adalah sejenis social engineering yang menyangkut penipuan untuk membujuk komputer user agar mau menggunakan software yang telah mengandung virus. Pembuat virus ini juga meninggalkan sebuah file text yang dikirimkan kepada user, yang  berisi bahwa file telah dienkripsi.

Kaspersky Lab akan bekerja sama dengan industri antivirus lainnya untuk tetap melanjutkan analisisnya mengenai kelemahan virus Gpcode.ak. Namun, user juga diharapkan dapat ekstra hati-hati dalam membuka file dan ketika akses website.

 



    

Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com


Berikan komentar comment Komentar (0 dimuat)


Paling Dicari Hari Ini


Bincang IT : Redaksi :  © 2007-2008. BERITA NET.com - SITUS BERITA INDONESIA
Links to Site
  eXTReMe Tracker