Newsletter
Voting: 22Oktober2008
Email kan kepada kawan anda
Kontak BeritaNET.com :
Naskah : redaksi AT beritanet.com
Iklan : iklan AT beritanet.com
Lowongan : karir AT beritanet.com
Kursus IT : kursus AT beritanet.com
Beli Buku : buku AT beritanet.com
Kerjasama : joint AT beritanet.com
Prakiraan Cuaca Besok
Perusahaan anti malware telah menemukan variasi
virus baru yang dapat mengenkrip data korban dengan
algoritma 1.024 bit sehingga korban tidak dapat
menguraikan data tersebut tanpa membayar tebusan.
Kaspersky Lab mengungkapkan variasi baru dari system
Windows yang melandaskan ke dalam proses enkripsi
bernama virus Gpcode. Virus Gpcode ini lebih dari
ancaman sebuah virus karena menggunakan enkripsi yang
kuat sehingga mampu memunculkan tantangan untuk
meng-crack-nya.
“Hingga sekarang, kami mampu meng-crack algoritma dari virus tersebut.”, kata Roel Schouwenberg, senior peneliti antivirus di Kaspersky Lab. Schouwenberg menambahkan, versi awal Gpcode muncul pertama kali sekitar tiga tahun yang lalu, menggunakan enkripsi yang lebih lemah daripada sekarang dan ditambah dengan modifikasi yang cuup rapat sehingga membuat sulit untuk dibobol. Namun Gpcode.ak, dengan algoritma RSA 1.024 bit untuk enkripsi telah membuktikan bahwa algoritma tersebut sulit untuk dipecahkan. Schouwenberg juga mengingatkan kepada user agar segera mem-backup data-data yang ada secara periodik untuk mengantisipasi terkena virus Gpcode ini.
Gpcode.ak juga sulit untuk dideteksi karena virus tersebut memiliki fitur penghancuran diri setelah terjadi enkripsi data. Kaspersky Lab meyakini bahwa virus Gpcode.ak adalah sejenis social engineering yang menyangkut penipuan untuk membujuk komputer user agar mau menggunakan software yang telah mengandung virus. Pembuat virus ini juga meninggalkan sebuah file text yang dikirimkan kepada user, yang berisi bahwa file telah dienkripsi.
Kaspersky Lab akan bekerja sama dengan industri antivirus lainnya untuk tetap melanjutkan analisisnya mengenai kelemahan virus Gpcode.ak. Namun, user juga diharapkan dapat ekstra hati-hati dalam membuka file dan ketika akses website.
Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com




Muka |

