Newsletter
Voting: maret2010
Email kan kepada kawan anda
Kontak BeritaNET.com :
Naskah : redaksi AT beritanet.com
Iklan : iklan AT beritanet.com
Lowongan : karir AT beritanet.com
Kursus IT : kursus AT beritanet.com
Beli Buku : buku AT beritanet.com
Kerjasama : joint AT beritanet.com
Prakiraan Cuaca Besok
Mungkin tidak banyak yang tahu mengenai keamanan Gmail dan alasan Google untuk tidak membuat layanan email Gmail lebih aman. Dalam sebuah surat terbuka untuk boss Google, Eric Schmidt, para ahli keamanan, pengacara, dan advocate privacy menuliskan pertanyaan mengenai alasan Google meletakkan pengguna Gmail dalam resiko bahaya. Sebanyak 38 signaturer surat terbuka tersebut ingin Google mulai menggunakan versi aman protocol HTTP untuk memproteksi pengguna Gmail, seperti di Yahoo Mail.
Untuk itu, Google merespon akan
mempertimbangkan trial system yang aman dengan beberapa
grup pengguna. “Dengan semakin cepat pertumbuhan
akses Internet, seperti Wi-Fi di coffee shop,
perpustakaan, dan sebagainya, maka diperlukan pula
proteksi agar menghindarkan user dari session
hijacking.” ungkap seorang asisten professor di
Harvard Business School, Ben Edelman.
Ketika user ingin sign-on ke Gmail, maka nama
login dan password seharusnya terenkripsi setelah data
dimasukkan dengan menggunakan versi aman HTTP yang
dikenal dengan nama HTTPS. Namun, bagaimanapun enkripsi
data akan berhenti ketika proses sign-on telah lengkap.
System yang sama juga bekerja di Google Docs dan
Calendar. Menurut Edelman, resiko yang ada dari tidak
amannya Gmail ini berupa criminal tingkat tinggi dapat
mencium data yang tidak terenkripsi dan mencuri
identitas yang dinamakan session cookies, yang
dihasilkan setelah Gmail mulai digunakan.(h_n)
Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com





Muka |

