Hah, Ternyata Gmail Lebih Beresiko Dibanding Yahoo Mail

  

Arsip

Sn Sl Rb Km Jm Sb Mg
12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930

       

Newsletter

Langganan newsletter:

Voting: maret2010

Menurut Anda, barang apa yang cocok dijual di toko online Beritanet.com?

       

Referensi IT

    
    

    

    
  • email Email kan kepada kawan anda
  • Tambahkan ke Yahoo! web Anda Tambahkan ke del.icio.us Digg berita atau artikel ini Tambahkan ke Furl Tambahkan ke Squidoo Tambahkan ke Technorati Tambahkan ke StumbleUpon Tambahkan ke Reddit Tambahkan ke Netscape Tambahkan ke Newsvine
    Kontak BeritaNET.com :
    Naskah : redaksi AT beritanet.com
    Iklan : iklan AT beritanet.com
    Lowongan : karir AT beritanet.com
    Kursus IT : kursus AT beritanet.com
    Beli Buku : buku AT beritanet.com
    Kerjasama : joint AT beritanet.com

Prakiraan Cuaca Besok

  sumber : http://bmg.go.id
         


Sesuaikan ukuran huruf: Perkecil font Perbesar font
foto berita artikel

Mungkin tidak banyak yang tahu mengenai keamanan Gmail dan alasan Google untuk tidak membuat layanan email Gmail lebih aman. Dalam sebuah surat terbuka untuk boss Google, Eric Schmidt, para ahli keamanan, pengacara, dan advocate privacy menuliskan pertanyaan mengenai alasan Google meletakkan pengguna Gmail dalam resiko bahaya. Sebanyak 38 signaturer surat terbuka tersebut ingin Google mulai menggunakan versi aman protocol HTTP untuk memproteksi pengguna Gmail, seperti di Yahoo Mail.

Untuk itu, Google merespon akan mempertimbangkan trial system yang aman dengan beberapa grup pengguna. “Dengan semakin cepat pertumbuhan akses Internet, seperti Wi-Fi di coffee shop, perpustakaan, dan sebagainya, maka diperlukan pula proteksi agar menghindarkan user dari session hijacking.” ungkap seorang asisten professor di Harvard Business School, Ben Edelman.

Ketika user ingin sign-on ke Gmail, maka nama login dan password seharusnya terenkripsi setelah data dimasukkan dengan menggunakan versi aman HTTP yang dikenal dengan nama HTTPS. Namun, bagaimanapun enkripsi data akan berhenti ketika proses sign-on telah lengkap. System yang sama juga bekerja di Google Docs dan Calendar. Menurut Edelman, resiko yang ada dari tidak amannya Gmail ini berupa criminal tingkat tinggi dapat mencium data yang tidak terenkripsi dan mencuri identitas yang dinamakan session cookies, yang dihasilkan setelah Gmail mulai digunakan.(h_n)



    

Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com


Berikan komentar comment Komentar (0 dimuat)


Paling Dicari Hari Ini


Bincang IT : Redaksi :  © 2007-2008. BERITA NET.com - SITUS BERITA INDONESIA
Links to Site
  eXTReMe Tracker