Newsletter
Voting: 22Oktober2008
Email kan kepada kawan anda
Kontak BeritaNET.com :
Naskah : redaksi AT beritanet.com
Iklan : iklan AT beritanet.com
Lowongan : karir AT beritanet.com
Kursus IT : kursus AT beritanet.com
Beli Buku : buku AT beritanet.com
Kerjasama : joint AT beritanet.com
Prakiraan Cuaca Besok
Dan Kaminsky, researcher dari IOActive, telah
bekerja sama dengan beberapa vendor software Internet
seperti Microsoft, Cisco, dan Internet Systems
Consortium untuk menemukan patch kelemahan DNS, yang
ditemukannya pada beberapa bulan lalu. Perusahaan
IOActive telah merilis perbaikan dari bug DNS dua
minggu lalu dan Kamisnky tetap akan mengajak corporate
user juga ISP (Internet Service Provider) untuk membuat
patch sistem DNS mereka sesegera mungkin.
Pada waktu yang sama, Kaminsky membuat komunitas
peneliti keamanannya untuk tetap bersabar dari
spekulasi public agar dapat memberikan waktu kepada
user untuk melakukan patch kepada sistem DNS mereka.
Kaminsky berencana akan meluncurkan detail kelemahan
dan patch yang dilakukannya dalam presentasi di
konferensi Black Hat Security tanggal 6 Agustus bulan
depan.
Pada Senin (21/07) kemarin, CEO Thomas Dullien, Zynamics.com (seseorang yang menggunakan nama hacker Halvar Flake), telah mengakui bahwa dirinya telah menemukan bug DNS dan mengakui sedikit kelemahan pada DNS. Peryataan hacker ini telah dikonfirmasi dengan cepat oleh Matasano Security, vendor yang telah mengetahui bug DNS sebelumnya.
Matasano telah mempublikasikan detail teknikal dari bug, dan Matasano mengungkapkan bahwa dengan menggunakan koneksi Internet yang cepat, seorang attacker dapat membuat apa yang dinamakan penyerangan DNS cache dalam Domain Name server, dan akhirnya sukses. Sebagai contoh, attacker dapat mengalihkan trafik user ke malicious website dalam waktu sekitar 10 detik. Thomas Ptacek, seorang Matasano Researcher, tidak mau berkomentar terlalu dini apakah kelemahan DNS ini hanyalah ‘kecelakaan posting attacker yang terlalu cepat’, namun Ptacek akan menjelaskan setidaknya sampai Matasano mempublikasikan detail kelemahan dan patch DNS.
Menurut Cricket Liu, VP dari perusahaan Infoblox, mengungkapkan bahwa bug tersebut telah menginfeksi DNS client dan server untuk mendapatkan informasi dari DNS server lain di Internet. Ketika suatu software DNS tidak tahu alamat IP computer user, maka DNS tersebut akan meminta DNS server lain untuk mendapatkan informasi tersebut. Ketika DNS cache telah terinfeksi, maka attacker akan mengelabui software DNS ke dalam domain ‘jahat’ yang akan dijadikan seperti domain aslinya, seperti idg.com, yang kemudian akan dipetakan dalam alamat IP yang ‘jahat’. Dalam penyerangan tersebut juga termasuk apa yang disebut data "Additional Resource Record". Dengan menambahkan data ini, attacker akan menjadi lebih powerful, dan kombinasi keduanya akan berakibat sangat buruk bagi DNS computer user.
Seorang
attacker dapat melakukan penyerangan di DNS (Domain
Name Server) ISP dan kemudian akan mengalihkannya ke
server yang ‘jahat’. Sebagai contoh, dengan
menginfeksi data nama domain untuk
www.citibank.com, attacker dapat mengalihkan
ISP user ke phising server yang ‘jahat’,
setiap user mencoba mengunjungi situs bank tersebut
dengan web browser. Sementara Kaminsky menjelaskan,
administratornya membutuhkan waktu 13 hari untuk
melakukan pacth kelemahan DNS ini sebelum
dipublikasikan, dan hal ini masih lebih baik daripada
tidak ada usaha sama sekali. (h_n)
Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com




Muka |

