Newsletter
Voting: 22Oktober2008
Email kan kepada kawan anda
Kontak BeritaNET.com :
Naskah : redaksi AT beritanet.com
Iklan : iklan AT beritanet.com
Lowongan : karir AT beritanet.com
Kursus IT : kursus AT beritanet.com
Beli Buku : buku AT beritanet.com
Kerjasama : joint AT beritanet.com
Prakiraan Cuaca Besok
Semua malware adalah jahat, namun beberapa tipe malware melakukan hal yang lebih buruk lagi daripada yang lainnya. Kerusakan dari perbuatan malware seperti kehilangan file hingga rusaknya keamanan system. Berikut ini daftar tipe malware yang berbahaya :
Overwriting Viruses. Beberapa
virus memiliki kuantitas kerusakan yang parah, yang
menyebabkan tipe file tertentu akan terhapus dalam
drive tertentu atau bahkan hingga seluruh file dalam
drive. Namun, jika user bereaksi dengan cepat,
file-file yang terhapus atau hilang berganti tipe file
lain akan dapat kembali ter-cover. Virus ini akan
menulis kode-kode jahatnya langsung pada file asli.
Oleh karena file telah dimodifikasi, file tersebut
tidak dapat dikembalikan ke bentuk semula. Loveletter
adalah salah satu contoh dari virus ini.
Trojan Ransomware. Trojan
ini dapat mengenkripsi file dalam system yang sudah
terinfeksi, kemudian meminta uang kepada korbannya
untuk membuka kunci enkripsi. Hasil Trojan ini tidak
hanya mencegah user mengakses file di system, namun
juga menyangkut kasus pemerasan, seperti pada contoh
Trojan Pgpcoder.
Trojan Pencuri
Password. Trojan yang mencuri password dapat
login ke system, jaringan, FTP, email, games seperti
yang terdapat pada bank dan situs e-commerce. Banyak
pencuri password dapat diiringi dengan attacker setelah
mereka mneginfeksi system. Sebagai contoh, infeksi
Trojan pencuri password dapat mengambil detail email
dan FTP, kemudian mengkonfigurasi fileyang akan dikirim
ke system, yang dapat menyebabkan kerusakan system pada
situs online bank tertentu.
Keylogger. Trojan keylogger juga
akan secara rahasia memonitor keystroke user,
menyimpannya dalam file dan mengirimkannya ke attacker.
Software keylogger dapat menangkap username dan
password ketika user sedang membuka situs online pada
suatu bank. Software ini ini biasanya digunakan oleh
para orang tua untuk mengamati aktivitas anaknya ketika
online di Internet.
Backdoor.
Trojan ini menyediakan akses tersembunyi untuk
menginfeksi system. Trojan ini dapat berlaku sebagai
attacker yang mengamati segala aktivitas user dalam
suatu log penyimpanan, yang dapat diambil kapan saja.
Attacker juga dapat menggunakan backdoor untuk uploada
dan menginstal malware tambahan, termasuk pencuri
password dan keylogger.
Rootkit.
Rootkit akan memberikan akses penuh kepada
attacker ke system dan dapat menyembunyikan file,
folder, edit register, dan komponen lain yang sering
digunakan. Untuk menyembunyikan dirinya, rootkit
biasanya ikut membawa kode-kode jahat (malicious code)
dengannya, seperti contoh StormWorm.
Bootkit. Bootkit dapat menginfeksi
BIOS, menyebabkan malware menjadi prioritas utama
daripada system operasi. Dengan mengkombinasikan fungsi
rootkit, hybrid bootkit dapat menjadi hal yang sulit
terdeteksi, bahkan sulit untuk dihilangkan.
(h_n)
Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com




Muka |

