Adobe Beberkan Serangan ke Acrobat 9.1.3 di Windows

  

Arsip

Sn Sl Rb Km Jm Sb Mg
12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930

       

Newsletter

Langganan newsletter:

Voting: maret2010

Menurut Anda, barang apa yang cocok dijual di toko online Beritanet.com?

       

Referensi IT

    
    

    

    
  • email Email kan kepada kawan anda
  • Tambahkan ke Yahoo! web Anda Tambahkan ke del.icio.us Digg berita atau artikel ini Tambahkan ke Furl Tambahkan ke Squidoo Tambahkan ke Technorati Tambahkan ke StumbleUpon Tambahkan ke Reddit Tambahkan ke Netscape Tambahkan ke Newsvine
    Kontak BeritaNET.com :
    Naskah : redaksi AT beritanet.com
    Iklan : iklan AT beritanet.com
    Lowongan : karir AT beritanet.com
    Kursus IT : kursus AT beritanet.com
    Beli Buku : buku AT beritanet.com
    Kerjasama : joint AT beritanet.com

Prakiraan Cuaca Besok

  sumber : http://bmg.go.id
         


Sesuaikan ukuran huruf: Perkecil font Perbesar font
foto berita artikel Adobe memperingatkan adanya serangan eksploitasi kelemahan (http://blogs.adobe.com/psirt) dalam Adobe Reader dan Acrobat 9.1.3 di Windows, Mac OS X dan Unix. Adobe mengatakan bahwa serangan tersebut akan menyerang kelemahan Reader dan Acrobat yang rencananya baru akan di-update dalam patch tanggal 13 Oktober. Eksploitasi aktif tersebut akan menuju ke target Reader dan Acrobat 9.1.3 di Windows. Sementara patch Adobe tersebut akan menjadi patch keamanan kedua untuk Reader dan Acrobat 9.1.3 di kuarter ini.

Menurut Adobe, kelemahan tersebut tidak tergantung kepada JavaScript, namun Adobe menyarankan user untuk men-disable fungsi JavaScript sampai patch dirilis. Adobe juga merekomendasikan user untuk tetap meng-update product antivirus yang dimiliknya. Sementara itu, pengguna Adobe Reader dan and Acrobat 9.1.3 dengan aktifnya DEP (Data Execution Prevention) di Windows Vista akan terlindungi dari serangan ini, tambah Adobe.

Sementara menurut peneliti dari SANS Institute, Johannes Ullrich, pengguna Adobe juga dapat membersihkan dokumen PDF dengan meng-convert file PDF ke format alternative, seperti PostScript, kemudian mengembalikannya ke PDF kembali. “Bagaimanapun tidak mungkin 100 persen akan menghapus infeksi dan mungkin komputer dapat terinfeksi juga setelah konversi file, namun cara ini cukup ampuh mengurangi resiko terkena serangan.“ ungkap Ullrich.



    

Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com


Berikan komentar comment Komentar (0 dimuat)


Paling Dicari Hari Ini


Bincang IT : Redaksi :  © 2007-2008. BERITA NET.com - SITUS BERITA INDONESIA
Links to Site
  eXTReMe Tracker