Red Hat Release Software Virtualisasi Baru

  

Arsip

Sn Sl Rb Km Jm Sb Mg
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031


Newsletter

Langganan newsletter:

Voting: 22Oktober2008

Darimana ANDA tahu tentang Beritanet.com?

  
  
  

Referensi IT

    
    

    
    
  • email Email kan kepada kawan anda
  • Tambahkan ke Yahoo! web Anda Tambahkan ke del.icio.us Digg berita atau artikel ini Tambahkan ke Furl Tambahkan ke Squidoo Tambahkan ke Technorati Tambahkan ke StumbleUpon Tambahkan ke Reddit Tambahkan ke Netscape Tambahkan ke Newsvine
    Kontak BeritaNET.com :
    Naskah : redaksi AT beritanet.com
    Iklan : iklan AT beritanet.com
    Lowongan : karir AT beritanet.com
    Kursus IT : kursus AT beritanet.com
    Beli Buku : buku AT beritanet.com
    Kerjasama : joint AT beritanet.com

Prakiraan Cuaca Besok

  sumber : http://bmg.go.id
         

Sesuaikan ukuran huruf: Perkecil font Perbesar font
foto berita artikel Pada acara Red Hat Summit di Boston, Rabu kemarin, pihak Red Hat memperkenalkan software virtualisasi baru bernama oVirt. oVirt sendiri dibangun berdasarkan proyek KVM (kernel-based vitual machine). KVM sendiri sudah menjadi bagian dalam kernel Linux sejak tahun 2006. Kelebihan dari oVirt ini terletak pada kecilnya ukuran software ini, selain itu, oVirt menawarkan platform manajemen virtualisasi berbasis web. Saat ini, oVirt masih tersedia dalam versi beta.

Lalu bagaimana dengan Xen? (software virtualisasi yang sudah ada). Pihak Red Hat, melalui Wakil Presidennya Paul Cornier, akan tetap memberikan dukungan ke Xen, tetapi karena  “KVM sekarang sudah terintegrasi dalam kernel Linux, akan sangat mudah untuk Red Hat dan pihak pengembang lain untuk bekerja dengannya (KVM)” ujar Cornier.
Katanya juga, Xen tetap menjadi pilihan yang penting, namun lambat laun, Red Hat melihat KVM akan dominan dalam teknologi virtualisasi.

Kedepannya Xen digunakan di Linux sebagai tambahan, sedangkan KVM akan diintegrasikan menjadi bagian dalam Linux. Selain itu, dalam dunia Linux ke depan, Pihak Red Hat melihat virtualisasi menjadi feature standar dalam sistem operasi.

Selain itu, Red Hat juga menyediakan tool keamanan virtualisasi (virtualization security tool) yang diberi nama FreeIPA. FreeIPA sendiri sudah tersedia satu tahun yang lalu, namun, saat ini, tersedia dalam versi beta. FreeIPA sendiri menyediakan identifikasi, policy (kebijakan) dan audit kapabilitas keamanan dalam hal virtualisasi.

Penulis : Arief LS
FTI - Universitas Atmajaya


Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com


Berikan komentar comment Komentar (0 dimuat)


Paling Dicari Hari Ini


Pasang Iklan : news  © 2007-2008. BERITA NET.com - SITUS BERITA INDONESIA
Links to Site
  eXTReMe Tracker