Newsletter
Voting: 22Oktober2008
Email kan kepada kawan anda
Kontak BeritaNET.com :
Naskah : redaksi AT beritanet.com
Iklan : iklan AT beritanet.com
Lowongan : karir AT beritanet.com
Kursus IT : kursus AT beritanet.com
Beli Buku : buku AT beritanet.com
Kerjasama : joint AT beritanet.com
Prakiraan Cuaca Besok
Bukan hanya vendor software, perusahaan perfilman
dan industri musik yang melarang adanya pencurian,
pembajakan dan penjualan CD dan DVD mereka, namun juga
komunitas open source yang merasa tersakiti dengan
adanya pembajkan software. Menurut Louis Suarez-Potts,
manajer komunitas di perusahaan Sun Microsystems Inc.
untuk proyek open source OpenOffice.org, mengungkapkan,
ketika software dicuri dan dibajak oleh konsumen lain,
pembuat software open source merasa kehilangan
kesempatan untuk membuat software mereka sendiri ke
harddisk computer sebagai user baru.
“Pembajakan telah membuat komunitas open source
sedih karena software open source akan menghimbau orang
banyak untuk memberikan kontribusi kode, namun mereka
menjawabnya dengan mudah, karena mereka sudah mempunyai
Microosft Office yang didapat secara gratis.”,
kata Suarez-Potts.
Banyak negara menyadari
bahwa pembajakan software ini sangat menyakitkan,
karena banyak penduduk mereka yang lebih menyukai CD
atau DVD bajakan yang terkesan lebih murah dibandingkan
partisipasi komunitas open source, yang sebenarnya
telah menguntungkan pendapatan negara.
Sperti pada pemerintah Cina yang ingin membentuk seseorang dan memberikan upah bagi yang dapat membuat atau mengembangkan software open source yang asli, daripada harus membajak software yang tidak menambah apa-apa dalam hidup. Sedangkan di India, secara jelas menegaskan bahwa pihak pemerintah India harus memiliki ekosistem intelektual mereka sendiri, dan tidak perlu membajak software dari negara lain. Cina sekarang ini ingin bekerja sama dengan komunitas open source internasional, seperti India dan Amerika Latin.
Menurut BSA (Business Software Alliance),
sebuah asosiasi perdagangan software di Washington,
menemukan bahwa California, Florida, Illinois, New
York, Ohio dan Texas telah mengalami kerugian 3,93
miliar dari pembajakan software. Namun, kerugian
tersebut masih lebih banyak dibandingkan Indonesia yang
hanya 411 juta dan turun 1% pada tahun 2007 lalu dari
84% pada tahun 2006. (h_n)
Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com




Muka |

