Maraknya Pembajakan Software Open Source

  

Arsip

Sn Sl Rb Km Jm Sb Mg
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031


Newsletter

Langganan newsletter:

Voting: 22Oktober2008

Darimana ANDA tahu tentang Beritanet.com?

  
  
  

Referensi IT

    
    

    
    
  • email Email kan kepada kawan anda
  • Tambahkan ke Yahoo! web Anda Tambahkan ke del.icio.us Digg berita atau artikel ini Tambahkan ke Furl Tambahkan ke Squidoo Tambahkan ke Technorati Tambahkan ke StumbleUpon Tambahkan ke Reddit Tambahkan ke Netscape Tambahkan ke Newsvine
    Kontak BeritaNET.com :
    Naskah : redaksi AT beritanet.com
    Iklan : iklan AT beritanet.com
    Lowongan : karir AT beritanet.com
    Kursus IT : kursus AT beritanet.com
    Beli Buku : buku AT beritanet.com
    Kerjasama : joint AT beritanet.com

Prakiraan Cuaca Besok

  sumber : http://bmg.go.id
         

Sesuaikan ukuran huruf: Perkecil font Perbesar font
foto berita artikel

Bukan hanya vendor software, perusahaan perfilman dan industri musik yang melarang adanya pencurian, pembajakan dan penjualan CD dan DVD mereka, namun juga komunitas open source yang merasa tersakiti dengan adanya pembajkan software. Menurut Louis Suarez-Potts, manajer komunitas di perusahaan Sun Microsystems Inc. untuk proyek open source OpenOffice.org, mengungkapkan, ketika software dicuri dan dibajak oleh konsumen lain, pembuat software open source merasa kehilangan kesempatan untuk membuat software mereka sendiri ke harddisk computer sebagai user baru.

“Pembajakan telah membuat komunitas open source sedih karena software open source akan menghimbau orang banyak untuk memberikan kontribusi kode, namun mereka menjawabnya dengan mudah, karena mereka sudah mempunyai Microosft Office yang didapat secara gratis.”, kata Suarez-Potts.

Banyak negara menyadari bahwa pembajakan software ini sangat menyakitkan, karena banyak penduduk mereka yang lebih menyukai CD atau DVD bajakan yang terkesan lebih murah dibandingkan partisipasi komunitas open source, yang sebenarnya telah menguntungkan pendapatan negara.

Sperti pada pemerintah Cina yang ingin membentuk seseorang dan memberikan upah bagi yang dapat membuat atau mengembangkan software open source yang asli, daripada harus membajak software yang tidak menambah apa-apa dalam hidup. Sedangkan di India, secara jelas menegaskan bahwa pihak pemerintah India harus memiliki ekosistem intelektual mereka sendiri, dan tidak perlu membajak software dari negara lain. Cina sekarang ini ingin bekerja sama dengan komunitas open source internasional, seperti India dan Amerika Latin.

Menurut BSA (Business Software Alliance), sebuah asosiasi perdagangan software di Washington, menemukan bahwa California, Florida, Illinois, New York, Ohio dan Texas telah mengalami kerugian 3,93 miliar dari pembajakan software. Namun, kerugian tersebut masih lebih banyak dibandingkan Indonesia yang hanya 411 juta dan turun 1% pada tahun 2007 lalu dari 84% pada tahun 2006. (h_n)



Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com


Berikan komentar comment Komentar (0 dimuat)


Paling Dicari Hari Ini


Pasang Iklan : news  © 2007-2008. BERITA NET.com - SITUS BERITA INDONESIA
Links to Site
  eXTReMe Tracker