Larangan Akses YouTube di Turki

  

Arsip

Sn Sl Rb Km Jm Sb Mg
12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031

Newsletter

Langganan newsletter:

Voting: Juni 2008

Menurut Anda, Anda adalah seorang yang ...

  
  
  

Referensi IT

    
    

    
    
  • email Email kan kepada kawan anda
  • Tambahkan ke Yahoo! web Anda Tambahkan ke del.icio.us Digg berita atau artikel ini Tambahkan ke Furl Tambahkan ke Squidoo Tambahkan ke Technorati Tambahkan ke StumbleUpon Tambahkan ke Reddit Tambahkan ke Netscape Tambahkan ke Newsvine
    Kontak BeritaNET.com :
    Naskah : redaksi AT beritanet.com
    Iklan : iklan AT beritanet.com
    Lowongan : karir AT beritanet.com
    Kursus IT : kursus AT beritanet.com
    Beli Buku : buku AT beritanet.com
    Kerjasama : joint AT beritanet.com

Prakiraan Cuaca Besok

  sumber : http://bmg.go.id
         

Sesuaikan ukuran huruf: Perkecil font Perbesar font
foto berita artikel

Terhitung semenjak tanggal 17 Januari 2008 yang lalu Turki telah telah melarang pengaksesan YouTube oleh user yang berasal dari Turki. Hal tersebut merupakan akibat dari keputusan Pengadilan di Turki yang menyatakan bahwa salah satu clips dalam video-sharing di YouTube telah dianggap menghina Mustafa Kemal Ataturk, seorang tokoh terhormat di Turki, yang fotonya dipajang di semua instansi pemerintah Turki selama lebih dari 70 tahun setelah kematiannya, hingga saat ini.

Pada bulan Maret yang lalu, sebuah pengadilan lain di Turki juga memutuskan penolakkan terhadap akses YouTube selama 2 hari, setelah menerima beberapa komlain berkaitan dengan clips penghinaan terhadap Ataturk. Ataturk sendiri merupakan seorang pahlawan perang yang membangun Turki setelah kejatuhan Kekaisaran Ottoman. Akses terhadap YouTube saat itu dapat dibuka kembali setelah YouTube menghilangkan clips tersebut dari website-nya.

Pada bulan September setelah itu, sebuah pengadilan di sebelah timur kota Sivas juga meminta larangan terhadap akses YouTube setelah penayangan video penghinaan terhadap beberapa tokoh Turki seperti Ataturk, Presiden Abdullah Gul, Prerdana Menteri Recep Tayyip Erdogan serta Angkatan Bersenjata Turki. Namun larangan tersebut tidak dikabulkan.

Pada hari Minggu (19/1) yang lalu, salah satu Koran di Turki, Vatan Newspaper dilaporkan juga menjatuhkan larangan  atas video penghinaan terhadap Ataurk tersebut. Hingga berita ini diturunkan, masih belum ada kejelasan hingga kapan larangan tersebut akan berlangsung di Turki.

Dari pihak official YouTube yang sekaligus juga dimiliki juga oleh Google ini menyatakan harapannya agar masalah akses tersebut dapat segera diselesaikan.

Sebenarnya Turki bukanlah negara pertama yang pernah menolak YouTube, sebelumnya pemerintah Thailand juga pernah melakukan hal yang serupa dikarenakan salah satu video YouTube yang dianggap tidak sopan tentang menyerahnya Monarki Thailand, King Bhumibol Adulyadej.

Pada bulan Mei, warga negara Maroko juga tidak dapat mengakses YouTube, setelah salah seorang user-nya memposting sebuah video yang berisi kritik terhadap perlakuan pemerintah Maroko terhadap masyarakat yang bermukim di sebelah barat Sahara yang dikuasai oleh Maroko. (dna)


Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com


Berikan komentar comment Komentar (0 dimuat)


Paling Dicari Hari Ini


Pasang Iklan : news  © 2007-2008. BERITA NET.com - SITUS BERITA INDONESIA
Links to Site
  eXTReMe Tracker