Newsletter
Voting: Juni 2008
Email kan kepada kawan anda
Kontak BeritaNET.com :
Naskah : redaksi AT beritanet.com
Iklan : iklan AT beritanet.com
Lowongan : karir AT beritanet.com
Kursus IT : kursus AT beritanet.com
Beli Buku : buku AT beritanet.com
Kerjasama : joint AT beritanet.com
Prakiraan Cuaca Besok
Terhitung semenjak tanggal 17 Januari 2008 yang lalu Turki telah telah melarang pengaksesan YouTube oleh user yang berasal dari Turki. Hal tersebut merupakan akibat dari keputusan Pengadilan di Turki yang menyatakan bahwa salah satu clips dalam video-sharing di YouTube telah dianggap menghina Mustafa Kemal Ataturk, seorang tokoh terhormat di Turki, yang fotonya dipajang di semua instansi pemerintah Turki selama lebih dari 70 tahun setelah kematiannya, hingga saat ini.
Pada bulan Maret yang lalu, sebuah pengadilan lain di Turki juga memutuskan penolakkan terhadap akses YouTube selama 2 hari, setelah menerima beberapa komlain berkaitan dengan clips penghinaan terhadap Ataturk. Ataturk sendiri merupakan seorang pahlawan perang yang membangun Turki setelah kejatuhan Kekaisaran Ottoman. Akses terhadap YouTube saat itu dapat dibuka kembali setelah YouTube menghilangkan clips tersebut dari website-nya.
Pada bulan September setelah itu, sebuah pengadilan di sebelah timur kota Sivas juga meminta larangan terhadap akses YouTube setelah penayangan video penghinaan terhadap beberapa tokoh Turki seperti Ataturk, Presiden Abdullah Gul, Prerdana Menteri Recep Tayyip Erdogan serta Angkatan Bersenjata Turki. Namun larangan tersebut tidak dikabulkan.
Pada hari Minggu (19/1) yang lalu, salah satu Koran di Turki, Vatan Newspaper dilaporkan juga menjatuhkan larangan atas video penghinaan terhadap Ataurk tersebut. Hingga berita ini diturunkan, masih belum ada kejelasan hingga kapan larangan tersebut akan berlangsung di Turki.
Dari pihak official YouTube yang sekaligus juga dimiliki juga oleh Google ini menyatakan harapannya agar masalah akses tersebut dapat segera diselesaikan.
Sebenarnya Turki bukanlah negara pertama yang pernah menolak YouTube, sebelumnya pemerintah Thailand juga pernah melakukan hal yang serupa dikarenakan salah satu video YouTube yang dianggap tidak sopan tentang menyerahnya Monarki Thailand, King Bhumibol Adulyadej.
Pada bulan
Mei, warga negara Maroko juga tidak dapat mengakses
YouTube, setelah salah seorang user-nya memposting
sebuah video yang berisi kritik terhadap perlakuan
pemerintah Maroko terhadap masyarakat yang bermukim di
sebelah barat Sahara yang dikuasai oleh Maroko.
(dna)
Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com





Muka |

