Newsletter
Voting: Juni 2008
Email kan kepada kawan anda
Kontak BeritaNET.com :
Naskah : redaksi AT beritanet.com
Iklan : iklan AT beritanet.com
Lowongan : karir AT beritanet.com
Kursus IT : kursus AT beritanet.com
Beli Buku : buku AT beritanet.com
Kerjasama : joint AT beritanet.com
Prakiraan Cuaca Besok
Untuk kedua kalinya Bill Gates kembali berbicara di Capitol Hill untuk meminta Konggres mengijinkan lebih banyak tenaga kerja asing bekerja membangun Amerika dan meminta lebih banyak alokasi anggaran pendapatan dari pajak untuk bidang pendidikan dan riset-penelitian.
Sebelumnya, Bill Gates juga telah melakukan hal yang serupa pada tahun lalu. Lebih lanjut Gates menyoroti daya saing Amerika terhadap globalisasi ekonomi yang terjadi. Gates meminta kepada Presiden Amerika yang akan datang untuk lebih berkomitmen dalam mempermudah prosedur masuknya tenaga kerja asing ke Amerika.
“Sangat tidak masuk akal membiarkan mereka (para pendatang-red) untuk belajar di universitas-universitas kita, bahkan seringkali juga mendapatkan subsidi dari pajak masyarakat Amerika, namun pada saat mereka telah selesai, mereka dapat begitu saja pulang ke negara mereka masing-masing”. Dari hal tersebut Gates berpikir mengapa tidak memanfaatkan mereka untuk sekaligus membangun Amerika. Semua itu dipaparkan Bill Gates dalam dengar pendapat selama 2 jam di depan House of Representatives Science and Technology Committee. Ia sendiri melihat banyak keunggulan dalam hal kualitas yang dimiliki oleh para pendatang itu. Oleh karenanya Gates melihat hal tersebut sebagai sebuah kesempatan berharga bagi Amerika untuk memanfaatkannya.
Namun muncul pula keberatan dari beberapa anggota konggres, seperti Dana Rohrabacher yang berasal dari Partai Republik – wilayah California. Ia menanyakan, “Apakah hal tersebut tidak akan melukai negara asal mereka dan apakah hal tersebut juga tidak akan membuat sebuah tekanan tersendiri bagi masyarakat di negara kita?”. Atas pertanyaan keberatan tersebut Bill Gates menjawab dengan tegas, “Tidak, karena orang-orang tersebut tetap akan dipekerjakan di manapun juga pada akhirnya. Pertanyaannya hanyalah di mana mereka akhirnya bekerja”. Menurut Gates, akan lebih baik jika tenaga kerja yang ia sebut ‘top people’ itu bisa dipekerjakan Amerika.

Rohrabacher mengatakan, bukan para ‘top people’ ini yang sedang ia bicarakan, namun justru yang sedang ia pikirkan adalah nasib para pelajar Amerika golongan B dan C (para pelajar yang tidak begitu unggul dalam kompetisi-red) yang berjuang untuk mendapatkan tempat di dunia kerja negerinya. Lebih lanjut menurutnya, adalah sesuatu yang tak termaafkan jika menggantikan tempat mereka dengan pelajar dari India.
Gates menanggapi hal tersebut dengan mencontohkan jika sebuah perusahaan seperti Microsoft mempekerjakan pendatang sebagai top engineers-nya, maka para top engineers ini kemudian akan membuatkan job untuk para pelajar golongan B dan C Amerika ini, dengan begitu maka para pelajar golongan B dan C ini masih dapat bekerja untuk mendukungnya. Jika perusahaan seperti Microsoft tidak mampu untuk mempekerjakan mereka, maka hal tersebut akan dilakukan oleh perusahaan lain di negara-negara lain pula dengan para pelajar golongan B dan C yang mereka miliki. Hal tersebut menurut Gates tentu saja akan merugikan Amerika.
Hingga saat ini seperti yang diketahui
bersama, Microsoft merupakan salah satu perusahaan yang
banyak mempekerjakan kaum intelektual dari luar
Amerika. Hal tersebutlah yang mendorong Bill Gates
untuk mengajak pemerintah Amerika untuk lebih membuka
diri terhadap tenaga kerja asing. Dalam kesempatan itu,
Konggres juga memuji Gates terkait dengan Bill and
Melinda Gates Foundation yang didirikan Bill Gates
dan istrinya untuk kegiatan sosial, terutama dalam
penanggulangan HIV. Namun salah satu anggota Konggres
dari Partai Republik, Laura Richardson meminta
billionaire ini untuk dapat lebih banyak memberikan
perhatian kepada bidang edukasi, terutama terkait
dengan pemberian bea siswa.(dna)
Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com





Muka |

