Newsletter
Voting: Juni 2008
Email kan kepada kawan anda
Kontak BeritaNET.com :
Naskah : redaksi AT beritanet.com
Iklan : iklan AT beritanet.com
Lowongan : karir AT beritanet.com
Kursus IT : kursus AT beritanet.com
Beli Buku : buku AT beritanet.com
Kerjasama : joint AT beritanet.com
Prakiraan Cuaca Besok
Gangguan akses selama 2 jam yang menimpa YouTube kemarin (25/2) mau tak mau mengundang perhatian banyak pihak atas permasalahan yang terjadi antara Pemerintah Pakistan, dalam hal ini Pakistan Telecommunication Authority (PTA) dengan pihak YouTube. Setelah melakukan blockade larangan akses terhadap YouTube terhadap sekitar 70 Internet Service Provider di negaranya, rupanya PTA masih melakukan hal yang lebih jauh lagi. Gangguan akses ini dimulai saat para pengakses dari berbagai belahan dunia mulai melaporkan tidak dapat mengakses YouTube dari tempat mereka masing-masing berada. YouTube segera menuding Pakistan berada di balik pemblokiran akses YouTube ini.
Disinyalir, kelemahan yang menyebabkan YouTube offline selama sekitar dua jam ini adalah router pengatur data dunia yang berbasis di Hongkong, PCCW. Router ini pula yang menyediakan akses Internet ke Pakistan Telecommunication Authority, yang tidak henti-hentinya mengacaukan broadcast yang juga diperuntukkan bagi Amerika Serikat dan Eropa.
Lebih lanjut dari pihak Kedutaan Besar Pakistan sendiri menyebutkan bahwa perintah untuk memblokir akses YouTube tersebut datang dari pemegang kekuasaan tertinggi di negara tersebut. Sebuah timeline yang dibuat Renesys, penyedia layanan real-time monitoring menjelaskan bahwa memakan waktu 15 detik untuk melakukan direct terhadap Pacific-rim Provider dari YouTube ke ISP Pakistan, dan 45 detik untuk central router untuk mengikutinya.Dari pihak YouTube sendiri memerlukan waktu beberapa menit untuk melakukan reclaim jaringan networknya. Setelah sekitar dua jam, akhirnya pihak PTA menghentikan serangannya.
Sementara itu dari seorang sumber di
PCCW, mengatakan bahwa begitu kekacauan broadcast ini
terjadi, PPCW langsung menerima banyak telepon dari
global ISP di seluruh dunia, dan juga YouTube. Walaupun
PCCW telah mencoba menghubungi PTA, namun ia tidak
yakin apakah pihak Pakistan mengerti tentang apa yang
dimaksud. Lebih lanjut juru bicara pihak PCCW Amerika
yang berbasis di Herndon menolak untuk memberikan
detail keterangan mengenai kejadian tersebut.(dna)
Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com





Muka |

