Video Game Perpanjang Hidup Pengidap Kanker

  

Arsip

Sn Sl Rb Km Jm Sb Mg
12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930

       

Newsletter

Langganan newsletter:

Voting: maret2010

Menurut Anda, barang apa yang cocok dijual di toko online Beritanet.com?

       

Referensi IT

    
    

    

    
  • email Email kan kepada kawan anda
  • Tambahkan ke Yahoo! web Anda Tambahkan ke del.icio.us Digg berita atau artikel ini Tambahkan ke Furl Tambahkan ke Squidoo Tambahkan ke Technorati Tambahkan ke StumbleUpon Tambahkan ke Reddit Tambahkan ke Netscape Tambahkan ke Newsvine
    Kontak BeritaNET.com :
    Naskah : redaksi AT beritanet.com
    Iklan : iklan AT beritanet.com
    Lowongan : karir AT beritanet.com
    Kursus IT : kursus AT beritanet.com
    Beli Buku : buku AT beritanet.com
    Kerjasama : joint AT beritanet.com

Prakiraan Cuaca Besok

  sumber : http://bmg.go.id
         


Sesuaikan ukuran huruf: Perkecil font Perbesar font
foto berita artikel

Anak-anak ataupun orang dewasa menyukai yang namanya video game. Tapi jangan salah, video game walaupun sering merugikan, namun juga ada untungnya. Menurut Dr. Pamela M. Kato, seorang dokter dari Unversitas Medical Center Utrecht di Belanda, mengungkapkan, pasien yang mengidap kanker, baik anak-anak ataupun orang dewasa dapat merasa ada harapan hidup yang lebih panjang.

Kato menyatakan hal tersebut dalam Jurnal Pediatrics-nya, bahwa video game dapat membantu meningkatkan usia hidup yang lebih panjang dari orang-orang muda atupun dewasa yang mengidap kanker. Kato meneliti secara acak dari 373 pasien pengidap kanker, baik pria dan wanita, yang berusia 13 hingga 29 tahun. Kemudian para pasien tersebut masuk ke dalam treatment center di US, Kanada dan Australia untuk memainkan sebuah standard video game “Re-Mission” atau “Indiana Jones and the Emperor’s Tomb”.

Dalam game Re-Mission (http://www2.re-mission.net), yang dikembangkan oleh HopeLab, sebuah perusahan non-profit dari California, pemain dapat mengontrol robot kecil bernama “Roxxi” yang berjalan di lingkungan game 3D, yang mempresentasikan isi body pasien berusia muda yang mengidap kanker. Pemain dapat menggunakan Roxxi untuk menghancurkan sel kanker dan mengontrol efeknya, kemudian memenangkan game dengan fasilitas kemoterapi obat dan pil antibiotic, menggunakan teknik relaxation, makan mkanan yang bergizi dan menjaga kondisi tubuh dari serangan tipe kanker lainnya.

Pasien dalam dua kelompok game tersebut masing-masing bermain video game dalam waktu minimla satu jam dalam satu minggu. Hasil monitoring pil ‘elektronik’ tersebut telah menunjukkan peningkatan sebesar 16% dalam konsumsi antibiotic dalam grup game Re-Mission. Selin itu, hasilnya juga lebih banyak, sekitar 62,3% dari total penggunaan obat antibiotic, bila dibandingkan dengan grup game Indiana Jones, yang hanya 52,5% dalam pemakaian antibiotic dalam game. Selain itu, tingkat penggunaan kemoterapi obat juga lebih tinggi di grup game Re-Mission.

Dari hasil tersebut, Kato menilai bahwa game tersebut mulai bekerja, karena telah memberikan pasien sebuah pandangan baru dari penyakit kanker yang diidap mereka. Sebagai contoh, mereka sekarang dapat berpikir bahwa kemoterapi dapat membasmi kanker, sehingga membuat kepala mereka botak. Menurut Kato, hal tersebut walaupun perubahan yang kecil, namun mampu memberikan mereka harapan yang baru. (h_n)



    

Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com


Berikan komentar comment Komentar (0 dimuat)


Paling Dicari Hari Ini


Bincang IT : Redaksi :  © 2007-2008. BERITA NET.com - SITUS BERITA INDONESIA
Links to Site
  eXTReMe Tracker