Newsletter
Voting: februari2010
Email kan kepada kawan anda
Kontak BeritaNET.com :
Naskah : redaksi AT beritanet.com
Iklan : iklan AT beritanet.com
Lowongan : karir AT beritanet.com
Kursus IT : kursus AT beritanet.com
Beli Buku : buku AT beritanet.com
Kerjasama : joint AT beritanet.com
Prakiraan Cuaca Besok
Viacom ingin mengetahui videonya yang di masukkan
dan dilihat pada situs YouTube, dan Google menolak
untuk memberikan informasi.
Alasan
perselisihan kedua perusahaan ini yaitu seseorang
memperlihatkan suatu video hak cipta milik Viacom di
YouTube, telah gagal untuk meraih kesepakatan
akhir untuk mengetahui informasi pengguna
YouTube.
Perusahaan Viacom telah mendaftarkan
video-viedeonya sebagai bagian hak cipta yang telah
memakan biaya sebesar $1 milyar dan akan menggugat
perusahaan YouTube. Hakim meminta video yang telah
ditampilkan YouTube beberapa minggu lalu pada situsnya
untuk melihat kembali kejadian perkaranya, seperti
alamat IP dan nama penggunanya. Google diminta
memperlihatkan kembali rekaman yang ada pada YouTube.
Sejak hakim memberikan perintah kepada
pihak YouTube, Viacom dikritik oleh banyak orang karena
Viacom berusaha mencoba mengganggu privasi para
pengguna YouTube. Viacom merupakan anak dari perusahaan
dari MTV dan Comedy Central, Viacom mengatakan bahwa ia
tidak ingin mengetahui informasi tentang
pengguna YouTube.
Hakim meminta kepada
YouTube untuk memberikan data dan informasi yang
diminta oleh pihak Viacom. Google dengan tegas berkata
dia tidak akan bersedia untuk memberikan informasi yang
berisfat privasi. Viacom dan penggugat tidak
semestinya menuntut untuk melihat data privasi”,
kata juru bicara Google pada e-mail. Beberapa minggu
yang lalu pihak Viacom setuju memberikan privasi
kepada para pengguna YouTube. Pihak Youtube bersedia
berdiskusi untuk pengungkapan aktifitas kepada pihak
– pihak yang terkait. Tetapi persoalannya yaitu
pihak YouTube melindungi informasi para
penggunanya.
Bedasarkan sumber, minggu lalu
Google dan Viacom telah dekat untuk mencapai
kesepakatan tentang menyembunyikan data pengguna.
Google menggagalkan isu tentang penyerahan informasi bagi
orang yang akan memasukkan data video yang di masukkan
ke YouTube. Chad Hurley merupakan salah seorang pendiri
dari YouTube, memasukan data video atau menampilkannya
yang telah memiliki hak cipta adalah terlarang,
pengacara dari pihak Viacom percaya bahwa pihak YouTube
telah mengetahui bahwa Viacom mempunyai proteksi
dibawah Digital Millennium Copyright Act.
Penulis : Andi Gunawan
FTI - Universitas
Atmajaya
Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com




Muka |

