Newsletter
Voting: Oktober 2008
Email kan kepada kawan anda
Kontak BeritaNET.com :
Naskah : redaksi AT beritanet.com
Iklan : iklan AT beritanet.com
Lowongan : karir AT beritanet.com
Kursus IT : kursus AT beritanet.com
Beli Buku : buku AT beritanet.com
Kerjasama : joint AT beritanet.com
Prakiraan Cuaca Besok
Hari ini, 23 Juli 2008, bertempat di Wisma Joglo
Jogjakarta, diselenggarakan sosialisasi yang membahas
mengenai aktivitas pengguna di Internet. Adapun acara
ini mengangkat judul yaitu “Sosialisasi Internet
Traffic Monitoring”. Acara ini terselenggara atas
kerja sama beberapa pihak yaitu : Microsoft, ID-SIRTII,
ICT Watch, Universitas Atmajaya dan detikinet.com dan
beberapa pihak terkait lainnya.
Acara ini
dibuka oleh Prof. Ricardus Eko Indrajit selaku ketua
dari ID-SIRTII atau Indonesia Security Incident
Response Team of Internet Infrastructure. Beberapa
pihak yang berpartisipasi didalamnya antara lain :
praktisi IT, pengelola ISP dan layanannya, para
engelola web hosting serta beberapa mahasiswa. Jalannya
acara berlangsung sejak pagi hingga siang hari, diawali
dengan penjelasan dari panitia, penjabaran maksud dari
sosialisasi ini serta interaktif antara pembicara dan
peserta serta diakhiri dengan jamuan makan siang
bersama.
Sosialisasi ini menitikberatkan
pada pembahasan bagaimana penyedia jasa Internet/ISP
dalam mengawasi traffic Internet yang terjadi. Hal ini
berkaitan dengan usaha pemerintah untuk menertibkan
jaringan Internet di negara kita. Salah satu focus yang
dibahas yaitu bagaimana menciptakan system Internet di
Indonesia agar tertib dan bagaimana cara pelacakan
terhadap suatu kejahatan dunia maya. Pihak ID-SIRTII
memberikan solusi dengan menawarkan system pencatatan
log file untuk masing-masing penyedia ISP. Rekaman
aktifitas transaksi koneksi atau log file adalah suatu
file yang mencatat akses pengguna pada saluran akses
operator atau penyelenggara jasa akses berdasarkan :
alamat asal protocol (source address), alamat
tujuan (destination address), jenis protocol
yang digunakan, port asal (source port), port
tujuan (destination port), waktu (time
stamp) serta durasi terjadinya transaksi.
Karena cukup banyak file yang harus dicatat
dalam log file ini maka tentu saja ini merupakan
pekerjaan yang berat. Bisa dibayangkan 1 paket standar
normal dapat mencapai ukuran 1500 byte data, tentu saja
untuk ISP atau pun web hosting itu merupakan pekerjaan
yang dinilai cukup berat untuk mengelola log file
sebesar itu. Namun pihak ID-SIRTII menjabarkan bahwa
tidak keseluruhan file yang harus dilaporkan, hanya
beberapa saja yaitu header dan data tentu saja
sebelumnya akan dilakukan penyaringan terlebih dahulu
sebelum dimasukkan ke log file. Sebagai contoh, untuk
proses filter log file dapat digunakan netflow milik
sebuah perusahaan yang focus di bidang jaringan yaitu
Cisco. Saat ini cukup banyak ISP yang tidak menjalankan
log aksesnya. Padahal semestinya ISP harus memiliki log
file untuk aksesnya. Sehingga pada akhirnya ISP yang
tidak memiliki log file beralih untuk melakukan log
terhadap layanan nya seperti log web atau log ftp.
Tentu saja hal penertiban Internet di Indonesia cukup
sulit dilakukan, salah satu faktor yaitu topologi di
Indonesia yang cukup semrawut. Hal ini dikarenakan
kepentingan bisnis yang berada dibelakangnya. Sehingga
masalah keamanan menjadi tidak ideal. Untuk masalah
keamanan, pemerintah memiliki tanggung jawab kepada
public. Perlu adanya perlindungan kepada user, dimana
saat ini telah ada aturan internasional yang menjadi
patokan untuk hal ini.
Salah satu solusi yaitu
penerapan QoS, dimana ini merupakan kesepakatan bersama
115 negara, ketetapan ini harus dilaksanakan dimana pun
terdapat layanan jasa Internet. Jika Indonesia tidak
menetapkan ketetapan ini, maka pihak luar negeri akan
menganggap Indonesia tidak berkompeten dan tidak
memiliki standar internasional. Jika Indonesia
menetapkan QoS maka investor asing tentu akan tertarik
untuk menanamkan investasinya karena Indonesia
merupakan salah satu negara yang tingkat pemakaian
Internetnya cukup tinggi
Namun ada kekhawatiran
ISP jika QoS benar-benar diterapkan. Karena terdapat
beberapa hal yang dianggap cukup memberatkan. Oleh
karena itu, perlu diciptakan sebuah pendekatan dari
sisi bisnis yaitu pemodelan kelas ISP, sehingga
diharapkan munculnya kelas-kelas dari QoS. Sebagai
contoh, misalkan ISP kelas RT/RW network, maka tentu
saja QoS nya juga akan mengikuti jangkauan ISP
tersebut. Sehingga public yang menggunakan ISP tipe ini
akan menyadari layanan yang digunakannya. Jika system
ini ditetapkan maka jika QoS diterapkan akan semakin
masuk akal dan penyedia jasa ISP pun tidak
keberatan.
Adapun pihak ID-SIRTII memberikan
suatu jaminan kepada penyedia ISP antara lain : daily
warning jika terjadi traffic yang mencurigakan, sharing
mengenai knowledge information, pengendalian
terhadap content yang ditawarkan ISP dan pelatihan
standar security. (willmen/arif/andi/jonh)
Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com





Muka |

