OLPC Berdayakan Anak-Anak Peru

  

Arsip

Sn Sl Rb Km Jm Sb Mg
123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031

Newsletter

Langganan newsletter:

Voting: Juni 2008

Menurut Anda, Anda adalah seorang yang ...

  
  
  

Referensi IT

    
    dummy

    
    
  • email Email kan kepada kawan anda
  • Tambahkan ke Yahoo! web Anda Tambahkan ke del.icio.us Digg berita atau artikel ini Tambahkan ke Furl Tambahkan ke Squidoo Tambahkan ke Technorati Tambahkan ke StumbleUpon Tambahkan ke Reddit Tambahkan ke Netscape Tambahkan ke Newsvine
    Kontak BeritaNET.com :
    Naskah : redaksi AT beritanet.com
    Iklan : iklan AT beritanet.com
    Lowongan : karir AT beritanet.com
    Kursus IT : kursus AT beritanet.com
    Beli Buku : buku AT beritanet.com
    Kerjasama : joint AT beritanet.com

Prakiraan Cuaca Besok

  sumber : http://bmg.go.id
         

Sesuaikan ukuran huruf: Perkecil font Perbesar font
foto berita artikel

Keraguan apakah anak-anak miskin di pinggiran kota akan benar-benar mendapat manfaat dari Proyek OLPC sirna dalam sekejap saat terdengar berita menggembirakan dari desa di atas pegunungan Andean Peru, di mana terdapat 50 anak sekolah dasar yang telah mendapatkan laptop dari Proyek One Laptop Per Child enam bulan lalu.

 "Itulah kondisi yang kami rancang," kata Walter Bender, presiden Massachusetts Institute of Technology.

Kegembiraan terpancar dari keluarga - keluarga sederhana yang pendapatan per bulannya tak kan pernah mampu untuk membeli sebuah laptop seharga $188 untuk anak-anaknya. Mereka bahagia dengan laptop "XO" nya. Setiap hari mereka menggunakan laptop tersebut untuk mencoba library, videocam, audio recorder, music maker dan drawing kits.

 

 

Didirikan di tahun 2005 oleh mantan direktur MIT Media Lab, Nicholas Negroponte, proyek One Laptop Per Child ini berkali-kali mengalami perubahan design dan pendanaan. Di sisi lain, One Laptop kini menghadapi persaingan dari Brazil dan India, dan produk tandingan milik Intel Corp yang lebih boros sumber daya - Classmate. Namun belum satu pesaing pun yang menyamai inovasi XO. Tanpa hard disk, menjalankan Linux dan menggunakan wireless network dengan "mesh" technology yang menghubungkan setiap komputer di desa itu hingga dapat berbagi data satu sama lain selain tentunya terhubung ke internet.

Produksi massal dimulai bulan lalu dan Nicholas Negroponte, saudara dari Deputi Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Negroponte, mengatakan bahwa setidaknya 1,5 juta laptop akan dijual sebelum akhir tahun depan.

Peru menjadi pemesan terbesar dengan order 272.000 buah laptop untuk memajukan pendidikan dasarnya yang saat ini berada dalam urutan ke - 131 menurut World Economic Forum. Uruguay menjadi pemesan laptop berikutnya dengan jumlah 100.000 laptop. Negroponte menyatakan juga bahwa lebih dari 150.000 laptop juga akan dikirimkan ke Rwanda, Mongolia, Haiti, dan Afghanistan di awal tahun 2008 sebagai hasil dari program "Beli satu, gratis satu". Sebuah promosi yang ditujukan untuk masyarakat Amerika hingga tanggal 31 desember 2007, di mereka dapat membeli dua buah laptop seharga $399 dan menyumbangkan salah satu atau keduanya kepada anak-anak di negara miskin atau berkembang. (/roy)

Laptop XO tersebut tahan air, tahan banting dari ketinggian 1 meter, dan didesain untuk masa life cycle selama 5 tahun. Tidak terdapat kipas fan sehingga tidak akan menyedot debu, dan tahan terhadap ketidakstabilan voltase listrik di negara berkembang.

 


Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com

Berikan komentar comment Komentar (0 dimuat)


Paling Dicari Hari Ini


Pasang Iklan : news  © 2007-2008. BERITA NET.com - SITUS BERITA INDONESIA
Links to Site
  eXTReMe Tracker