LCD Tingkatkan Global Warming

  

Arsip

Sn Sl Rb Km Jm Sb Mg
12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Newsletter

Langganan newsletter:

Voting: 22Oktober2008

Darimana ANDA tahu tentang Beritanet.com?

  
  
  

Referensi IT

    
    

    
    
  • email Email kan kepada kawan anda
  • Tambahkan ke Yahoo! web Anda Tambahkan ke del.icio.us Digg berita atau artikel ini Tambahkan ke Furl Tambahkan ke Squidoo Tambahkan ke Technorati Tambahkan ke StumbleUpon Tambahkan ke Reddit Tambahkan ke Netscape Tambahkan ke Newsvine
    Kontak BeritaNET.com :
    Naskah : redaksi AT beritanet.com
    Iklan : iklan AT beritanet.com
    Lowongan : karir AT beritanet.com
    Kursus IT : kursus AT beritanet.com
    Beli Buku : buku AT beritanet.com
    Kerjasama : joint AT beritanet.com

Prakiraan Cuaca Besok

  sumber : http://bmg.go.id
         

Sesuaikan ukuran huruf: Perkecil font Perbesar font
foto berita artikel

Mungkin dari sekian banyak orang tidak banyak yang mengetahui mengenai dampak polusi televisi LCD (Liquid Crystal Display). Dari hasil penelitian ilmuwan Michael Prather, dari New Scientist, sebuah layanan yang berfokus pada berita teknologi dan science, menggambarkan bahwa bahan kimia yang digunakan untuk membuat televisi LCD dan semi konduktor dapat menyebabkan global warming lebih banyak daripada bahan bakar batu bara.

Nitrogen Trifluorida (NF3) adalah “gas greenhouse yang tidak tampak”, berdasarkan penelitian dari jurnal berjudul "Geophysical Research Letters" pada tanggal 26 Juni lalu. Nitrogen Trifluorida digunakan dalam pembuatan asap bahan kimia, yang dapat membuat layer crystal lquid, semi konduktor dan berlian sintetis. Prather memperkirakan bahwa produksi hasil kimia akan meningkat hingga 8.000 metric ton di tahun 2009. Sedangkan global warming dari Nitrogen Trifluorida akan berakibat 17.000 kali lebih kuat dibandingkan dengan efek karbondiaosida (CO2).

Tidak hanya NF3 dan karbondioksida yang dapat meningkatkan kualitas global warming. Menurut Kyoto Protocol International Climate Change, sebuah perusahaan Jepang yang bergerak di bidang perubahan iklim, mengungkapkan bahwa emisi Perfluorocarbons (PFCs) dan sulfur hexafluoride lebih berpotensi untuk meningkatkan pemanasan global dibandingkan NF3.

Kyoto Protocol International Climate Change sepertinya menganggap NF3 dan beberapa dosin gas lainnya tidak terlalu beresiko terhadap pemanasan global karena NF3 tidak diproduksi dalam skala yang besar untuk menciptakan kerusakan yang siginifikan. Beberapa perusahaan, terutama perusahaan pembuat televisi LCD berangsur-angsur mengerti mengenai resiko tersebut, sehingga mereka berusaha untuk mengurangi polusi bahan kimia yang ditimbulkan dari NF3 pada televisi LCD. Jika hal ini benar-benar dilakukan, maka sangat dimungkinkan perusahaan pembuat LCD tersbut akan beralih ke televisi digital, yang lebih aman.

Dalam penelitian News Scientist juga terbukti bahwa televisi LCD memang didesain dengan economic-friendly karena televisi LCD menggunakan lebih sedikit energi daripada televisi plasma. (h_n)



Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com


Berikan komentar comment Komentar (0 dimuat)


Paling Dicari Hari Ini


Pasang Iklan : news  © 2007-2008. BERITA NET.com - SITUS BERITA INDONESIA
Links to Site
  eXTReMe Tracker