Newsletter
Voting: 22Oktober2008
Email kan kepada kawan anda
Kontak BeritaNET.com :
Naskah : redaksi AT beritanet.com
Iklan : iklan AT beritanet.com
Lowongan : karir AT beritanet.com
Kursus IT : kursus AT beritanet.com
Beli Buku : buku AT beritanet.com
Kerjasama : joint AT beritanet.com
Prakiraan Cuaca Besok
Mungkin dari sekian banyak orang tidak banyak yang
mengetahui mengenai dampak polusi televisi LCD (Liquid
Crystal Display). Dari hasil penelitian ilmuwan Michael
Prather, dari New Scientist, sebuah layanan yang
berfokus pada berita teknologi dan
science, menggambarkan bahwa bahan kimia yang
digunakan untuk membuat televisi LCD dan semi konduktor
dapat menyebabkan global warming lebih banyak daripada
bahan bakar batu bara.
Nitrogen Trifluorida
(NF3) adalah “gas greenhouse yang tidak
tampak”, berdasarkan penelitian dari jurnal
berjudul "Geophysical Research Letters" pada
tanggal 26 Juni lalu. Nitrogen Trifluorida digunakan
dalam pembuatan asap bahan kimia, yang dapat membuat
layer crystal lquid, semi konduktor dan
berlian sintetis. Prather memperkirakan bahwa produksi
hasil kimia akan meningkat hingga 8.000 metric ton di
tahun 2009. Sedangkan global warming dari Nitrogen
Trifluorida akan berakibat 17.000 kali lebih kuat
dibandingkan dengan efek karbondiaosida
(CO2).
Tidak hanya NF3 dan karbondioksida yang
dapat meningkatkan kualitas global warming. Menurut
Kyoto Protocol International Climate Change, sebuah
perusahaan Jepang yang bergerak di bidang perubahan
iklim, mengungkapkan bahwa emisi Perfluorocarbons
(PFCs) dan sulfur hexafluoride lebih berpotensi untuk
meningkatkan pemanasan global dibandingkan NF3.
Kyoto Protocol International Climate Change sepertinya menganggap NF3 dan beberapa dosin gas lainnya tidak terlalu beresiko terhadap pemanasan global karena NF3 tidak diproduksi dalam skala yang besar untuk menciptakan kerusakan yang siginifikan. Beberapa perusahaan, terutama perusahaan pembuat televisi LCD berangsur-angsur mengerti mengenai resiko tersebut, sehingga mereka berusaha untuk mengurangi polusi bahan kimia yang ditimbulkan dari NF3 pada televisi LCD. Jika hal ini benar-benar dilakukan, maka sangat dimungkinkan perusahaan pembuat LCD tersbut akan beralih ke televisi digital, yang lebih aman.
Dalam penelitian News Scientist juga terbukti
bahwa televisi LCD memang didesain dengan
economic-friendly karena televisi LCD
menggunakan lebih sedikit energi daripada televisi
plasma. (h_n)
Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com




Muka |

