DMC, Saksi Jatuhnya Pesawat Casa N212-200

  

Arsip

Sn Sl Rb Km Jm Sb Mg
12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Newsletter

Langganan newsletter:

Voting: 22Oktober2008

Darimana ANDA tahu tentang Beritanet.com?

  
  
  

Referensi IT

    
    

    
    
  • email Email kan kepada kawan anda
  • Tambahkan ke Yahoo! web Anda Tambahkan ke del.icio.us Digg berita atau artikel ini Tambahkan ke Furl Tambahkan ke Squidoo Tambahkan ke Technorati Tambahkan ke StumbleUpon Tambahkan ke Reddit Tambahkan ke Netscape Tambahkan ke Newsvine
    Kontak BeritaNET.com :
    Naskah : redaksi AT beritanet.com
    Iklan : iklan AT beritanet.com
    Lowongan : karir AT beritanet.com
    Kursus IT : kursus AT beritanet.com
    Beli Buku : buku AT beritanet.com
    Kerjasama : joint AT beritanet.com

Prakiraan Cuaca Besok

  sumber : http://bmg.go.id
         

Sesuaikan ukuran huruf: Perkecil font Perbesar font
foto berita artikel

Belum lama ini, telah terjadi kecelakaan yang menimpa pesawat Casa N212-200 pada hari Kamis (26/06) lalu di kaki Gunung Salak, yang telah menewaskan sekitar 18 orang, ketika melakukan pelatihan pengoperasian kamera udara digital baru buatan Jerman, milik pengadaaan Mabes TNI Angkatan Udara. Fasilitas kamera udara digital tersebut bernama Digital Mapping Camera (DMC), yang baru saja didatangkan ke Indonesia pada bulan November 2007 lalu, melalui fasilitas Kredit Ekspor (KE).

Lalu seperti apakah DMC itu?

Digital Mapping Camera (DMC) adalah sistem kamera udara yang dirancang untuk mendukung pemetaan wilayah yang memiliki hasil beresolusi tinggi, dan tingkat akurasi yang tepat, lebih baik daripada kamera pemetaan yang berbasis film. DMC Z/I Integraph ini memiliki dua lensa kamera seperti kamera digital, yakni FDS (Flight Data Storage), Mounting (alas kamera), GPS, IMU dan ASMS (Airbone Sensor Management System). FDS berfungsi untuk menyimpan data hasil pengambilan gambar dengan kemampuan transfer data yang cukup tinggi dan memiliki kapasitas sebesar 1,16TB (Terabyte). Sedangkan ASMS berfungsi untuk pengoperasian otomatis dari DMC.

Selain itu, DMC juga memiliki 4 lensa yang dapat meng-capture warna sesuai aslinya (pankromatik) dan 4 lensa dengan warna semu (multispektral atau Pan). DMC memiliki resolusi atau penjang gelombang radiometric sebesar 12 bit agar dapat menghasilkan detail gambar yang jelas. Untuk menghasilkan gambar digital yang besar, DMC menggunakan fitur LF-CCD (Large Format Charge Couple Device).

DMC memiliki kelebihan "forward motion-compensation", yang merupakan kompensasi adanya penghilangan gambar yang blur dari kamera digital udara yang bersifat tidak terbatas dan memiliki kemungkinan kecil terjadi kegagalan. Kelebihan lainnya yakni adanya PPS (Processing Ground Station), memungkinkan DMC mengambil gambar secara cepat dan tanpa memakai koordinat sebenarnya (Uncontrolled Mosaic) menggunakan software DIME. Sementara untuk mengusung DMC 225 kg, maka dibutuhkan arus DC sekitar 28 volt. Dalam pengambilan gambar, DMC membutuhkan ketinggian 2.100 kaki untuk menghasilkan resolusi yang tinggi.

Selain DMC berguna untuk pemetaan wilayah secara digital, DMC dapat digunakan untuk perencanaan keamanan, pemetaan jalur rel kereta api, listrik telepon yang dapat di-capture dalam waktu yang cukup singkat dan dalam detail gambar yang besar. Ditambah lagi, DMC memiliki control otomatis sehingga dapat mengambil gambar dengan cepat dan beresolusi tinggi. (h_n)



Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com


Berikan komentar comment Komentar (0 dimuat)


Paling Dicari Hari Ini


Pasang Iklan : news  © 2007-2008. BERITA NET.com - SITUS BERITA INDONESIA
Links to Site
  eXTReMe Tracker