Newsletter
Voting: 22Oktober2008
Email kan kepada kawan anda
Kontak BeritaNET.com :
Naskah : redaksi AT beritanet.com
Iklan : iklan AT beritanet.com
Lowongan : karir AT beritanet.com
Kursus IT : kursus AT beritanet.com
Beli Buku : buku AT beritanet.com
Kerjasama : joint AT beritanet.com
Prakiraan Cuaca Besok
Belum lama ini, telah terjadi kecelakaan yang
menimpa pesawat Casa N212-200 pada hari Kamis (26/06)
lalu di kaki Gunung Salak, yang telah menewaskan
sekitar 18 orang, ketika melakukan pelatihan
pengoperasian kamera udara digital baru buatan Jerman,
milik pengadaaan Mabes TNI Angkatan Udara. Fasilitas
kamera udara digital tersebut bernama Digital Mapping
Camera (DMC), yang baru saja didatangkan ke Indonesia
pada bulan November 2007 lalu, melalui fasilitas Kredit
Ekspor (KE).
Lalu seperti apakah DMC itu?
Digital Mapping Camera (DMC) adalah sistem
kamera udara yang dirancang untuk mendukung pemetaan
wilayah yang memiliki hasil beresolusi tinggi, dan
tingkat akurasi yang tepat, lebih baik daripada kamera
pemetaan yang berbasis film. DMC Z/I Integraph ini
memiliki dua lensa kamera seperti kamera digital, yakni
FDS (Flight Data Storage), Mounting (alas kamera), GPS,
IMU dan ASMS (Airbone Sensor Management System). FDS
berfungsi untuk menyimpan data hasil pengambilan gambar
dengan kemampuan transfer data yang cukup tinggi dan
memiliki kapasitas sebesar 1,16TB (Terabyte). Sedangkan
ASMS berfungsi untuk pengoperasian otomatis dari
DMC.
Selain itu, DMC juga memiliki 4 lensa
yang dapat meng-capture warna sesuai aslinya
(pankromatik) dan 4 lensa dengan warna semu
(multispektral atau Pan). DMC memiliki resolusi atau
penjang gelombang radiometric sebesar 12 bit agar dapat
menghasilkan detail gambar yang jelas. Untuk
menghasilkan gambar digital yang besar, DMC menggunakan
fitur LF-CCD (Large Format Charge Couple Device).
DMC memiliki kelebihan "forward
motion-compensation", yang merupakan
kompensasi adanya penghilangan gambar yang blur dari
kamera digital udara yang bersifat tidak terbatas dan
memiliki kemungkinan kecil terjadi kegagalan. Kelebihan
lainnya yakni adanya PPS (Processing Ground Station),
memungkinkan DMC mengambil gambar secara cepat dan
tanpa memakai koordinat sebenarnya (Uncontrolled
Mosaic) menggunakan software DIME. Sementara untuk
mengusung DMC 225 kg, maka dibutuhkan arus DC sekitar
28 volt. Dalam pengambilan gambar, DMC membutuhkan
ketinggian 2.100 kaki untuk menghasilkan resolusi yang
tinggi.
Selain DMC berguna untuk pemetaan wilayah
secara digital, DMC dapat digunakan untuk perencanaan
keamanan, pemetaan jalur rel kereta api, listrik
telepon yang dapat di-capture dalam waktu yang
cukup singkat dan dalam detail gambar yang besar.
Ditambah lagi, DMC memiliki control otomatis sehingga
dapat mengambil gambar dengan cepat dan beresolusi
tinggi. (h_n)
Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com




Muka |

