China Blocks YouTube Access

  

Arsip

Sn Sl Rb Km Jm Sb Mg
123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031

Newsletter

Langganan newsletter:

Voting: Juni 2008

Menurut Anda, Anda adalah seorang yang ...

  
  
  

Referensi IT

    
    dummy

    
    
  • email Email kan kepada kawan anda
  • Tambahkan ke Yahoo! web Anda Tambahkan ke del.icio.us Digg berita atau artikel ini Tambahkan ke Furl Tambahkan ke Squidoo Tambahkan ke Technorati Tambahkan ke StumbleUpon Tambahkan ke Reddit Tambahkan ke Netscape Tambahkan ke Newsvine
    Kontak BeritaNET.com :
    Naskah : redaksi AT beritanet.com
    Iklan : iklan AT beritanet.com
    Lowongan : karir AT beritanet.com
    Kursus IT : kursus AT beritanet.com
    Beli Buku : buku AT beritanet.com
    Kerjasama : joint AT beritanet.com

Prakiraan Cuaca Besok

  sumber : http://bmg.go.id
         

Sesuaikan ukuran huruf: Perkecil font Perbesar font
foto berita artikel

Kurang lebih 210 juta pengguna Internet di China dipastikan tidak akan mendapat akses ke YouTube terkait dengan blokir akses yang dilakukan pemerintah China terhadap YouTube. Blokir akses terhadap YouTube di China ini dilaporkan terkait dengan penayangan video penanganan protest demontrasi rakyat di Tibet terkait oleh kebijakan pemerintahan komunis China.

Blokir akses terhadap YouTube dilakukan oleh pemerintah China sendiri sebagai bentuk antisipasi pemerintahan komunis ini terhadap tayangan yang tidak mereka inginkan untuk dilihat masyarakat China sendiri. Video kerusuhan yang ditayangkan di YouTube itu sendiri merupakan hasil reportase demonstrasi anti-China yang terjadi pada hari Jumat (14/3) yang lalu di Tibetan Capital, Lhasa.

Seperti yang diketahui, sebelum China mengirimkan pasukannya pada tahun 1950 untuk menduduki, Tibet merupakan sebuah wilayah merdeka. Pada kerusuhan Jumat (14/3) yang lalu dilaporkan sejumlah warga Tibet membakar mobil polisi serta sejumlah toko milik warga China sebagai aksi protes mereka terhadap pemerintah komunis China. Terkait hal tersebut, Dalai Lama mendapat panggilan investigasi pada hari Minggu (16/3) kemarin. Dalam beberapa hari terakhir ini menurut laporan CNet telah lebih dari 80 jiwa melayang dalam kerusuhan-demonstrasi yang terjadi.

Pemerintah China sendiri menolak memberikan komentar terkait dengan blokir akses yang mereka lakukan terhadap YouTube. Namun sejak 30 Januari yang lalu Beijing memang telah memperketat batasan akses Internet bagi warganya, termasuk akses video-sharing, kecuali bagi kepentingan pemerintah.

Blokir akses sendiri sebenarnya bukan hal yang baru bagi YouTube, karena sebelumnya YouTube juga telah beberapa kali mendapat blokir akses baik dari pemerintah Turki, maupun Pakistan. Hanya saja yang membuat blokir kali ini mungkin lebih berpengaruh adalah karena jumlah kehilangan akses yang diderita YouTube kali ini lebih besar, karena seperti yang diketahui, China sebagai negara dengan jumlah populasi tertinggi di dunia mempunya angka surfer (pengguna Internet) yang tinggi pula, yaitu sekitar 210 juta pengguna. Itulah mengapa blokir akses China terhadap YouTube lebih mendapat perhatian.(dna)


Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com

Berikan komentar comment Komentar (0 dimuat)


Paling Dicari Hari Ini


Pasang Iklan : news  © 2007-2008. BERITA NET.com - SITUS BERITA INDONESIA
Links to Site
  eXTReMe Tracker