Newsletter
Voting: Juni 2008
Email kan kepada kawan anda
Kontak BeritaNET.com :
Naskah : redaksi AT beritanet.com
Iklan : iklan AT beritanet.com
Lowongan : karir AT beritanet.com
Kursus IT : kursus AT beritanet.com
Beli Buku : buku AT beritanet.com
Kerjasama : joint AT beritanet.com
Prakiraan Cuaca Besok
Kurang lebih 210 juta pengguna Internet di China dipastikan tidak akan mendapat akses ke YouTube terkait dengan blokir akses yang dilakukan pemerintah China terhadap YouTube. Blokir akses terhadap YouTube di China ini dilaporkan terkait dengan penayangan video penanganan protest demontrasi rakyat di Tibet terkait oleh kebijakan pemerintahan komunis China.
Blokir akses terhadap YouTube dilakukan oleh pemerintah China sendiri sebagai bentuk antisipasi pemerintahan komunis ini terhadap tayangan yang tidak mereka inginkan untuk dilihat masyarakat China sendiri. Video kerusuhan yang ditayangkan di YouTube itu sendiri merupakan hasil reportase demonstrasi anti-China yang terjadi pada hari Jumat (14/3) yang lalu di Tibetan Capital, Lhasa.
Seperti yang diketahui, sebelum China mengirimkan pasukannya pada tahun 1950 untuk menduduki, Tibet merupakan sebuah wilayah merdeka. Pada kerusuhan Jumat (14/3) yang lalu dilaporkan sejumlah warga Tibet membakar mobil polisi serta sejumlah toko milik warga China sebagai aksi protes mereka terhadap pemerintah komunis China. Terkait hal tersebut, Dalai Lama mendapat panggilan investigasi pada hari Minggu (16/3) kemarin. Dalam beberapa hari terakhir ini menurut laporan CNet telah lebih dari 80 jiwa melayang dalam kerusuhan-demonstrasi yang terjadi.
Pemerintah China sendiri menolak memberikan komentar terkait dengan blokir akses yang mereka lakukan terhadap YouTube. Namun sejak 30 Januari yang lalu Beijing memang telah memperketat batasan akses Internet bagi warganya, termasuk akses video-sharing, kecuali bagi kepentingan pemerintah.
Blokir akses sendiri
sebenarnya bukan hal yang baru bagi YouTube, karena
sebelumnya YouTube juga telah beberapa kali mendapat
blokir akses baik dari pemerintah Turki, maupun
Pakistan. Hanya saja yang membuat blokir kali ini
mungkin lebih berpengaruh adalah karena jumlah
kehilangan akses yang diderita YouTube kali ini lebih
besar, karena seperti yang diketahui, China sebagai
negara dengan jumlah populasi tertinggi di dunia
mempunya angka surfer (pengguna Internet) yang tinggi
pula, yaitu sekitar 210 juta pengguna. Itulah mengapa
blokir akses China terhadap YouTube lebih mendapat
perhatian.(dna)
Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com





Muka |

