Newsletter
Voting: 22Oktober2008
Email kan kepada kawan anda
Kontak BeritaNET.com :
Naskah : redaksi AT beritanet.com
Iklan : iklan AT beritanet.com
Lowongan : karir AT beritanet.com
Kursus IT : kursus AT beritanet.com
Beli Buku : buku AT beritanet.com
Kerjasama : joint AT beritanet.com
Prakiraan Cuaca Besok
Diluncurkan pada 20 Agustus 1977, Voyager 2 telah dikirim untuk mempelajari ruang angkasa dan sekitarnya. Hanya setelah 30 tahun kemudian, voyager 2 telah mencapai apa yang telah diketahui sebagai termination shock. Matahari secara konsisten memuntahkan partikel-partikel keluar kesemua arah, seperti partikel ini yang bergerak memasuki Matahari, mereka juga seperti solar wind. Angin ini mendorong kembali menuju plasma antar bintang yang ada sepanjang Bimasakti.
Akhir dari Matahari,
solar wind akhirnya memulai kehilangan arah
dan kecepatanya turun sampai pada kecepatan suara, dan
menghasilkan gelombang berbentuk bola yang diketahui
sebagai serangan dari arah depan. Lebih dari 30 tahun
setelah hari peluncuran, diantara 31 Agustus dan 1
September pada akhir tahun, Voyager 2 melewati berbagai
serangan gelombang, dan menangkap hasil terbaik dari informasi di dalam
proses tersebut.
Edisi minggu ini dari
Nature memuat seri dari lima dokumen, ditambah sebuah
berita dan
pembahasan tentang artikel, mengenai data yang dikirim
oleh Voyage 2 saat melewati serangan gelombang. Ketika
Voyager 1 melintasi wilayah-wilayah luar angkasa dalam
beberapa tahun terakhir, dari perhitungan telemetry
dapat diketahui terjadi kesalahan saat pengiriman
data ke bumi, untuk itu Voyager 2 menjadi harapan yang
realistis untuk observasi ruang angkasa luar (hingga
tahun-tahun yang akan datang). Sejak dari pemberitaan
memeriksa sedikit perbedaan tipe dari ukuran, sejak
Voyager 2 telah mempunyai kemampuan plasma sensor,
detektor medan magnetik, dan sebuah tempat dari
peralatan lainnya, sehingga dapat secara langsung
mengirim banyak data ke bumi.
Satu perbedaan diantara observasi dan data yang diperoleh Voyager 1 bahwa Voyager 1 melihat anomali dari sinar cosmik seperti mendekati gelombang, dan ini bukan merupakan puncak ketika melewati gelombang tersebut. Voyager 2, pada tulisan yang lain, melihat fakta-fakta dari anomali sinar cosmik, jadi ini tetap menjadi misteri sampai sekarang.
Voyager 2 telah
melewati serangan gelombang yang menggambarkan sebuah
kemajuan besar untuk mengenali geografis dari matahari.
Semenjak tidak ada data yang dikirimkan dari Voyager 1,
ini menggambarkan satu-satunya kemungkinan yang
realistik bagi manusia untuk mendapatkan data langsung
dari wilayah ruang angkasa untuk tahun-tahun yang akan
datang. Bila mungkin menghasilkan dampak dari solar
wind, dalam waktu dekat di dalam heliopause akan
memberikan perubahan untuk mengirim kembali informasi yang
telah dipunyai.
Penulis : Andi Gunawan
FTI - Universitas
Atmajaya
Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com




Muka |

