Akhir dari Laboratorium Matahari

  

Arsip

Sn Sl Rb Km Jm Sb Mg
12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930

       

Newsletter

Langganan newsletter:

Voting: maret2010

Menurut Anda, barang apa yang cocok dijual di toko online Beritanet.com?

       

Referensi IT

    
    

    

    
  • email Email kan kepada kawan anda
  • Tambahkan ke Yahoo! web Anda Tambahkan ke del.icio.us Digg berita atau artikel ini Tambahkan ke Furl Tambahkan ke Squidoo Tambahkan ke Technorati Tambahkan ke StumbleUpon Tambahkan ke Reddit Tambahkan ke Netscape Tambahkan ke Newsvine
    Kontak BeritaNET.com :
    Naskah : redaksi AT beritanet.com
    Iklan : iklan AT beritanet.com
    Lowongan : karir AT beritanet.com
    Kursus IT : kursus AT beritanet.com
    Beli Buku : buku AT beritanet.com
    Kerjasama : joint AT beritanet.com

Prakiraan Cuaca Besok

  sumber : http://bmg.go.id
         


Sesuaikan ukuran huruf: Perkecil font Perbesar font
foto berita artikel

Diluncurkan pada 20 Agustus 1977, Voyager 2 telah dikirim  untuk mempelajari ruang angkasa dan sekitarnya. Hanya setelah 30 tahun kemudian, voyager 2 telah mencapai apa yang telah diketahui sebagai termination shock. Matahari secara konsisten memuntahkan partikel-partikel keluar kesemua arah, seperti partikel ini yang bergerak memasuki Matahari, mereka juga seperti solar wind. Angin ini mendorong kembali menuju plasma antar bintang yang ada sepanjang Bimasakti.

Akhir dari Matahari, solar wind akhirnya memulai kehilangan arah dan kecepatanya turun sampai pada kecepatan suara, dan menghasilkan gelombang berbentuk bola yang diketahui sebagai serangan dari arah depan. Lebih dari 30 tahun setelah hari peluncuran, diantara 31 Agustus dan 1 September pada akhir tahun, Voyager 2 melewati berbagai serangan gelombang, dan menangkap hasil terbaik dari informasi di dalam proses tersebut.

Edisi minggu ini dari Nature memuat seri dari lima dokumen, ditambah sebuah berita dan pembahasan tentang artikel, mengenai data yang dikirim oleh Voyage 2 saat melewati serangan gelombang. Ketika Voyager 1 melintasi wilayah-wilayah luar angkasa dalam beberapa tahun terakhir, dari perhitungan telemetry dapat diketahui terjadi kesalahan saat pengiriman data ke bumi, untuk itu Voyager 2 menjadi harapan yang realistis untuk observasi ruang angkasa luar (hingga tahun-tahun yang akan datang). Sejak dari pemberitaan memeriksa sedikit perbedaan tipe dari ukuran, sejak Voyager 2 telah mempunyai kemampuan plasma sensor, detektor medan magnetik, dan sebuah tempat dari peralatan lainnya, sehingga dapat secara langsung mengirim banyak data ke bumi.

Satu perbedaan diantara observasi dan data yang diperoleh Voyager 1 bahwa Voyager 1 melihat anomali dari sinar cosmik seperti mendekati gelombang, dan ini bukan merupakan puncak ketika melewati gelombang tersebut. Voyager 2, pada tulisan yang lain, melihat fakta-fakta dari anomali sinar cosmik, jadi ini tetap menjadi misteri sampai sekarang.

Voyager 2 telah melewati serangan gelombang yang menggambarkan sebuah kemajuan besar untuk mengenali geografis dari matahari. Semenjak tidak ada data yang dikirimkan dari Voyager 1, ini menggambarkan satu-satunya kemungkinan yang realistik bagi manusia untuk mendapatkan data langsung dari wilayah ruang angkasa untuk tahun-tahun yang akan datang. Bila mungkin menghasilkan dampak dari solar wind, dalam waktu dekat di dalam heliopause akan memberikan perubahan untuk mengirim kembali informasi yang telah dipunyai.


Penulis : Andi Gunawan
FTI - Universitas Atmajaya



    

Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com


Berikan komentar comment Komentar (0 dimuat)


Paling Dicari Hari Ini


Bincang IT : Redaksi :  © 2007-2008. BERITA NET.com - SITUS BERITA INDONESIA
Links to Site
  eXTReMe Tracker