Newsletter
Voting: maret2010
Email kan kepada kawan anda
Kontak BeritaNET.com :
Naskah : redaksi AT beritanet.com
Iklan : iklan AT beritanet.com
Lowongan : karir AT beritanet.com
Kursus IT : kursus AT beritanet.com
Beli Buku : buku AT beritanet.com
Kerjasama : joint AT beritanet.com
Prakiraan Cuaca Besok
Luasnya adopsi multi-core hardware dalam banyak kasus sesungguhnya memperlambat proses komputer. Skenario yang ada berupa, perusahaan memiliki data aplikasi software dan ingin membuat software tersebut berjalan secepat mungkin. Ketika mesin single core sudah tidak berlaku, maka perusahaan akan membali multi-core hardware baru, dan dengan multi-core justru aplikasi akan berjalan lebih lambat.
Ketika
ditanyakan kepada technical support soal masalah ini,
maka hal pertama yang menjadi jawabannya seperti
sudahkan hardware di-upgrade? Seringkali, ketika
aplikasi dipindah ke single-core hardware lagi, maka
masalah tersebut akan menghilang. Bagaimana hal itu
bisa terjadi ? Bukankah lebih banyak core akan membuat
software semakin cepat? Jawabannya tidak. Kecuali
software ditulis untuk paradigm multi-core, maka
multi-core hardware mungkin akan menghabiskan uang
hanya untuk peningkatan performance.
Ketika
processor semakin bertambah, kecepatan bus atau disk
makin cepat, dan program akan berjalan lebih cepat.
Namun, dengan paradigm multi-core, maka aplikasi harus
berhati-hati karena banyak prossesor yang sedang aktif.
Aplikasi kemudian harus menyesuaikan dengan system
operasi multi-tasking dan menyadari bahwa multi-core
processor akan berjalan secara parallel dan
menghasilkan banyak task untuk banyak processor. Model
pemrograman untuk multi-core processor ini adalah
dengan menjaga track ketika setiap task sudah completed
maka aksi berikutnya baru bisa dilakukan. Hal lainnya
berkaitan dengan resource yang di-share antar
processor, jika satu bagian memory dirubah oleh
processor yang berbeda, maka task harus menunggu
mekanisme antrian.
Dalam model multi-core, maka
user dapat memperoleh masalah besar yang sulit di-debug
dan dioptimalkan. Seringkali pekerjaan antrian task
menjadi tidak efisien, di sisi lain , satu proses akan
mengunci share resource A, kemudian ingin share dengan
B, dimana B akan dikunci oleh proses yang menggunakan
resource B dan menginginkan resource A. Akhirnya,
deadlock, dan hanya sejumlah kecil programmer yang
dapat mengatasi hal ini.
Berita buruknya, banyak aplikasi yang tidak cocok dengan proses parallel ini, atau proses yang dijalankan secara bersamaan. Penyebab kelambatan aplikasi ini karena clock speed multi-core processor di tiap core dapat berjalan lebih lambat daripada processor single core yang digantikan. Beberapa power multi-core processor digunakan untuk menahan track dari sharing resources di semua processor . Ketiga, banyak core processor yang ada di area yang sama di memory. Keempat, masalah terjadi ketika banyak waktu yang habis terbuang ketika mengindentifikasi dimana proses sedang berjalan. Namun, jika user memiliki 10 program yang berjalan secara terpisah, maka mesin multi-core ini akan dapat menjalankan program tersebut dalam sekali waktu dan lebih cepat, karena multi-core processor memiliki memory yang baru dan dapat diakses dengan cepat. Keuntungan lainnya termasuk adanya penyimpanan SSD dan akses jaringan lebih cepat, dan sebagainya.(h_n)
Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com





Muka |

