Newsletter
Voting: maret2010
Email kan kepada kawan anda
Kontak BeritaNET.com :
Naskah : redaksi AT beritanet.com
Iklan : iklan AT beritanet.com
Lowongan : karir AT beritanet.com
Kursus IT : kursus AT beritanet.com
Beli Buku : buku AT beritanet.com
Kerjasama : joint AT beritanet.com
Prakiraan Cuaca Besok
Dengan semua mata tertuju ke Beijing, demonstran hak asasi manusia dan bahkan blogger telah dicekal oleh pemerintah Cina karena menggunakan tool Web 2.0 untuk menyingkirkan sensor keburukan negara dan membuka sedikit cahaya dalam sisi gelap Olympic Games. Menurut pemerintah Cina, banyak situs Internet yang digunakan untuk tempat informasi mengenai pembukaan Olympic dan update status kompetisi olahraga yang populer, seperti gymnastic dan renang. Namun, fakta menunjukkan bahwa terdapat blogger Cina dan beberapa orang asing yang pergi ke Beijing untuk memprotes pelanggaran hak asasi manusia, telah menggunakan Web 2.0 untuk memprotes mereka.
Sebagai contoh, reporter dan blogger Cina, Zhou "Zuola" Shuguang yang memiliki microblogging situs Twitter di U.S, telah ditahan oleh pemerintah Cina. Sementara Eddie Romaro, protester dari U.S telah memberikan protesnya dengan mengecat dinding hotel tempat ia menginap, kemudian ia bersembunyi dari kejaran polisi. Romaro berencana akan menyerahkan diri pada hari penutupan Olympic, tanggal 24 Agustus. Sementara Anne Donohue, professor jurnalis dari Universitas Boston yang bekerja di Universitas Cina di Beijing, mengatakan, penggunaan Twitter yang berat dan situs live streaming, Qik oleh protester menunjukkan hasil yang tidak signifikan dengan jumlah pemrotes yang masih sedikit.
Sementara pemerintah Cina bekerja keras untuk memastikan apa yang mereka lakukan selama Olympic Beijing diharapkan tidak menibulkan kesan negative bagi blogger ataupun reporter. Namun, blogger Cina menunjukkan sentimental mereka yang berbeda dengan pemikiran pemerintah. Sebagai contoh, seorang blogger Hongkong, Roland Soong mnyebutkan bahwa pembukaan Olympic hanyalah perayaan kosong dan tidak ada spiritnya. Menurut Soong, hal tersebut sama halnya kita memiliki mulut, dan tidak peduli seberapa luasnya mulut kita terbuka keras-keras, namun kita hanya bisa mendengarkan suara yang tidak jelas. (h_n)
Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com





Muka |

