Pelajaran Berharga dari Hee Ah Lee - bag 2

  

Arsip

Sn Sl Rb Km Jm Sb Mg
12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031

Newsletter

Langganan newsletter:

Voting: Juni 2008

Menurut Anda, Anda adalah seorang yang ...

  
  
  

Referensi IT

    
    

    
    
  • email Email kan kepada kawan anda
  • Tambahkan ke Yahoo! web Anda Tambahkan ke del.icio.us Digg berita atau artikel ini Tambahkan ke Furl Tambahkan ke Squidoo Tambahkan ke Technorati Tambahkan ke StumbleUpon Tambahkan ke Reddit Tambahkan ke Netscape Tambahkan ke Newsvine
    Kontak BeritaNET.com :
    Naskah : redaksi AT beritanet.com
    Iklan : iklan AT beritanet.com
    Lowongan : karir AT beritanet.com
    Kursus IT : kursus AT beritanet.com
    Beli Buku : buku AT beritanet.com
    Kerjasama : joint AT beritanet.com

Prakiraan Cuaca Besok

  sumber : http://bmg.go.id
         

Sesuaikan ukuran huruf: Perkecil font Perbesar font
foto berita artikel

Meskipun melalui perjuangan berat dan air mata, Hee Ah Lee berlatih piano setiap hari. Kadang-kadang untuk memainkan sebuah lagu, dia memerlukan waktu satu tahun. Malah untuk memainkan salah satu karya Chopin, dia berlatih sekitar lima sampai sepuluh jam setiap hari selama lima tahun. Untuk satu buah lagu!

Guru piano pertama Hee Ah Lee selalu memperlakukannya dengan keras. Beliau selalu berkata "Jangan bersikap seperti orang cacat. Tapi bermain lah seperti orang normal." Hee Ah Lee berusaha mandiri dalam segala hal. Berjalan, belanja, mandi, keramas, dan sebagainya. Hee Ah Lee yang fisik dan mentalnya kurang sempurna telah membuktikan bahwa dia bisa bangkit, berjuang, dan menang. Mengalahkan semua kekurangannya dan mengubah hidupnya.
Padahal kalau dipikir-pikir, Hee Ah Lee memiliki alasan yang sangat kuat untuk gagal. Orang yang berjari 10 saja masih sulit belajar piano, eh, dia hanya berjari empat. Orang lain memiliki kaki yang sehat dan kuat untuk menginjak pedal piano, eh, dia kakinya hanya sebatas lutut. Orang lain memiliki kecerdasan sesuai dengan usianya, eh, dia menderita keterbelakangan mental.

Ternyata, keterbatasan tidak membuat semangat He Ah Lee padam. Ia menjadi pelita bagi banyak orang di seluruh dunia, yang justru malu dengan kondisi mereka yang normal tetapi tidak mampu berbuat sesuatupun.

Jadi, kembali kepada kita, mau jadi apa kita?


Ignite your life!

halaman sebelumnya :
Pelajaran Berharga dari Hee Ah Lee - bag 1

 

Dessy Danarti


Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com


Berikan komentar comment Komentar (0 dimuat)


Paling Dicari Hari Ini


Pasang Iklan : news  © 2007-2008. BERITA NET.com - SITUS BERITA INDONESIA
Links to Site
  eXTReMe Tracker