Pelajaran Berharga dari Hee Ah Lee (The Four Fingered Pianist)

  

Arsip

Sn Sl Rb Km Jm Sb Mg
123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031

Newsletter

Langganan newsletter:

Voting: Juni 2008

Menurut Anda, Anda adalah seorang yang ...

  
  
  

Referensi IT

    
    dummy

    
    
  • email Email kan kepada kawan anda
  • Tambahkan ke Yahoo! web Anda Tambahkan ke del.icio.us Digg berita atau artikel ini Tambahkan ke Furl Tambahkan ke Squidoo Tambahkan ke Technorati Tambahkan ke StumbleUpon Tambahkan ke Reddit Tambahkan ke Netscape Tambahkan ke Newsvine
    Kontak BeritaNET.com :
    Naskah : redaksi AT beritanet.com
    Iklan : iklan AT beritanet.com
    Lowongan : karir AT beritanet.com
    Kursus IT : kursus AT beritanet.com
    Beli Buku : buku AT beritanet.com
    Kerjasama : joint AT beritanet.com

Prakiraan Cuaca Besok

  sumber : http://bmg.go.id
         

Sesuaikan ukuran huruf: Perkecil font Perbesar font
foto berita artikel

Seringkali kita menyalahkan keadaan atas ‘nasib’ yang menimpa hidup kita. Kita menyalahkan kondisi ekonomi yang kurang sehingga tidak bisa sekolah, kita protes kenapa tidak lahir dari keluarga pengusaha sehingga bisa membeli apa saja, kita menyalahkan orangtua karena tidak menurunkan bakat menyanyi sehingga tidak bisa tenar sebagai penyanyi, dan sebagainya. Bahkan lebih parah, bila terkena masalah, bukannya mencoba mencari solusi tapi justru mencari kambinghitamnya.

Menjadi kaya atau miskin, menjadi pintar atau bodoh, menjadi pengusaha atau karyawan, sepenuhnya adalah pilihan. Kita diberi Tuhan kebebasan untuk memilih, mau jadi apa. Tuhan telah memberi kita talenta masing-masing. Terserah pada kita apakah akan dikembangkan atau malah dikubur dalam-dalam. Kita bisa berkaca dari kisah seorang gadis berikut:

Hee Ah Lee adalah seorang gadis Korea Selatan berumur 22 tahun, pianis dunia yang terkenal, yang sering berkeliling dunia untuk mengadakan konser piano. Dia bahkan pernah bermain piano di Gedung Putih.

Sebelum lahir, orangtuanya telah diberitahu bahwa anaknya akan lahir cacat. Bahkan ada sanak keluarga yang menyarankan agar mereka langsung mengirimkan anaknya tersebut ke panti asuhan segera setelah lahir.

Hee Ah Lee lahir dengan kedua tangan menderita lobster claw syndrom di mana masing-masing tangannya hanya memiliki dua jari yang bentuknya mirip capit udang. Selain itu, kedua kakinya hanya sampai batas lutut. Yang lebih menyedihkan, Hee Ah Lee juga mengalami keterbelakangan mental. Benar-benar lengkaplah penderitaannya. Tapi pasangan suami-istri ini melihat anaknya sebagai anugerah Tuhan. Mereka merawatnya dengan penuh kasih sayang.
Pada usia enam tahun, Hee Ah Lee belum bisa memegang pensil. Untuk menguatkan otot tangan dan kakinya, serta untuk melatih gerakan motorik tangan dan kakinya, maka dokter menganjurkan agar Hee Ah Lee bermain piano. Tak disangka-sangka, keterampilan bermain piano ini ternyata nantinya akan membuka jendela dunia bagi Hee Ah Lee.

bersambung :
Pelajaran Berharga dari Hee Ah Lee - bag 2


Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com

Berikan komentar comment Komentar (0 dimuat)


Paling Dicari Hari Ini


Pasang Iklan : news  © 2007-2008. BERITA NET.com - SITUS BERITA INDONESIA
Links to Site
  eXTReMe Tracker