Makna dan Tradisi Ketupat Lebaran

  

Arsip

Sn Sl Rb Km Jm Sb Mg
1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031

       

Newsletter

Langganan newsletter:

Voting: 12Desember2008

Di kota mana event besar beritanet selanjutnya diadakan?

  
  
  

Referensi IT

    
    

    

    
  • email Email kan kepada kawan anda
  • Tambahkan ke Yahoo! web Anda Tambahkan ke del.icio.us Digg berita atau artikel ini Tambahkan ke Furl Tambahkan ke Squidoo Tambahkan ke Technorati Tambahkan ke StumbleUpon Tambahkan ke Reddit Tambahkan ke Netscape Tambahkan ke Newsvine
    Kontak BeritaNET.com :
    Naskah : redaksi AT beritanet.com
    Iklan : iklan AT beritanet.com
    Lowongan : karir AT beritanet.com
    Kursus IT : kursus AT beritanet.com
    Beli Buku : buku AT beritanet.com
    Kerjasama : joint AT beritanet.com

Prakiraan Cuaca Besok

  sumber : http://bmg.go.id
         

Sesuaikan ukuran huruf: Perkecil font Perbesar font
foto berita artikel Ketupat telah menjadi tradisi ketika Lebaran tiba. Lalu sebenarnya dari mana asal ketupat itu sendiri?

Ketupat biasa disebut kupat dalam bahasa Jawa. Sedangkan dalam suatu sumber di Internet menyebutkan bahwa tradisi makan ketupat setelah hari Lebaran dinamakan Hari Raya Ketupat atau Kupat Luar. Kupat berasal dari kata Pat atau Lepat (dalam bahasa Indonesia artinya kesalahan) dan "Luar" yang berarti di luar, atau terbebas atau terlepas.

Dengan makna kata-kata tersebut, diartikan bahwa orang yang makan ketupat diharapkan mereka sudah terlepas dari segala kesalahan, kemudian saatnya saling memaafkan dan melebur dosa dengan symbol tradisi kupat luar. Ada juga yang mengatakan bahwa ketupat berasal dari kata kerotoboso atau bahasa lain dari “ngaku lepat” atau mengakui kesalahan. Dengan makna tersebut, ketupat juga diartikan sebagai sarana yang membuat Anda mau mengakui kesalahan dan mau memaafkan kesalahan orang lain juga.

Ketupat yang paling dikenal berbentuk belah ketupat atau persegi yang dalam bahasa Jawa diartikan sebagai perwujudan dari kiblat papat lima pancer. Ada yang mengartikan kiblat papat lima pancer ini sebagai keseimbangan alam, yakni 4 arah mata angin utama, yaitu timur, selatan, barat, dan utara, dan akan bertumpu pada satu pusat. Bila salah satu arah hilang, maka keseimbangan alam akan hilang. Sama halnya manusia yang membutuhkan keseimbangan alam, termasuk segala kuasa dari Tuhan.

Ada juga yang mengartikan papat lima pancer sebagai empat nafsu manusia, yakni amarah, aluamah, supiah, dan mutmainah. Amarah berupa nafsu emosi, aluamah adalah nafsu untuk memuaskan rasa lapar, supiah adalah nafsu memiliki sesuatu, dan mutmainah adalah nafsu untuk memaksa diri. Dengan makan ketupat, maka keempat sifat buruk manusia tersebut akan lebur bersama segala kesalahan yang telah diperbuat sebelumnya.
 
Ketupat dibuat janur kuning yang menjadi lambang penolak bencana. Kemudian beras sebagai symbol kemakmuran dan doa agar diberi kelimpahan setelah hari raya. Lalu santan artinya pengampunan atau mohon maaf. Pembuatan ketupat biasanya dikerjakan ramai-ramai oleh para wanita, sehingga ketupat sebagai makanan tradisi lebaran, juga sebagai sarana interaksi social di masyarakat.

(h_n)

Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com


Berikan komentar comment Komentar (0 dimuat)


Paling Dicari Hari Ini


Pasang Iklan : news  © 2007-2008. BERITA NET.com - SITUS BERITA INDONESIA
Links to Site
  eXTReMe Tracker