Newsletter
Voting: 22Oktober2008
Email kan kepada kawan anda
Kontak BeritaNET.com :
Naskah : redaksi AT beritanet.com
Iklan : iklan AT beritanet.com
Lowongan : karir AT beritanet.com
Kursus IT : kursus AT beritanet.com
Beli Buku : buku AT beritanet.com
Kerjasama : joint AT beritanet.com
Prakiraan Cuaca Besok
Orang-orang yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk memikirkan bonus yang akan mereka terima tidak banyak melakukan pekerjaan kreatif.
“Kreativitas” adalah hal yang sangat populer belakangan ini. Setiap orang menyadari bahwa untuk dapat bertahan dan memenangkan persaingan, perusahaan-perusahaan harus kreatif. Namun, karena setiap orang mempelajari kreativitas dengan terburu-buru, mereka menyerap banyak informasi yang salah mengenai kreativitas.
Walaupun penting bagi Anda untuk mengetahui sebanyak mungkin informasi tentang kreativitas, penting juga bagi Anda untuk menyadari konsep-konsep yang salah tentang kreativitas.
Berikut ini beberapa konsep yang salah tentang kreativitas:
1. Kreativitas hanya
dihasilkan oleh tipe-tipe orang yang
kreatif
Banyak orang memiliki gagasan
yang salah bahwa kreativitas adalah bawaan sejak lahir
dan oleh karenanya hanya orang-orang yang memiliki
karunia tersebut dapat memikirkan ide-ide kreatif.
Penelitian telah membuktikan bahwa siapa saja dengan
kecerdasan normal mampu berpikir kreatif. Kreativitas
tergantung pada beberapa faktor: pengalaman (termasuk
pengetahuan dan keterampilan teknis), talenta, dan
kemampuan untuk berpikir dengan cara-cara baru.
Motivasi dari dalam diri sangat penting. Orang-orang
yang menikmati dan termotivasi oleh pekerjaan mereka,
sering kali memiliki ide-ide kreatif. Organisasi
mencurahkan begitu banyak waktu dan usaha untuk membuat
anggota-anggotanya berpikir kreatif. Namun, sebagian
besar orang tidak dapat berpikir kreatif karena
lingkungan kerja mereka sama sekali tidak mendorong
pemikiran kreatif!
2. Uang memotivasi
kreativitas
Uang bukanlah faktor penting
untuk meningkatkan kreativitas seseorang. Sebaliknya,
orang-orang yang menghabiskan sebagian besar waktunya
untuk memikirkan bonus yang akan mereka terima
sesungguhnya tidak banyak melakukan pekerjaan kreatif.
Tentu saja, orang-orang perlu merasa bahwa mereka
mendapatkan gaji yang layak. Namun, penelitian telah
menunjukkan (dan sebagian besar dari kita akan
sependapat) bahwa orang cenderung jauh lebih kreatif di
lingkungan kerja tempat kreativitas didukung, dihargai
dan diakui. Orang menginginkan kesempatan untuk
dilibatkan secara penuh dalam pekerjaan mereka dan
untuk membuat kemajuan yang nyata. Orang menjadi sangat
kreatif ketika mereka mencintai pekerjaan mereka dan
memaksimalkan keterampilan mereka.
3.
Tekanan waktu menciptakan kreativitas
Pendapat umum menyatakan bahwa orang-orang menjadi
sangat kreatif ketika mereka berada di bawah tekanan
tenggat waktu. Namun, studi telah menunjukkan kenyataan
yang sebaliknya. Orang menjadi paling tidak kreatif
ketika mereka harus berjuang memenuhi target tenggat
waktu. Kenyataannya, studi yang sama menemukan bahkan
kreativitas orang-orang bahkan merosot pada hari-hari
setelah batas tenggat waktu! Tekanan waktu tidak
menciptakan suasana kondusif bagi kreativitas karena
orang tidak memiliki waktu untuk memikirkan masalah
secara mendalam. Sebagian besar ide muncul setelah
orang diberi cukup waktu untuk membiarkan benih ide
tersebut 'meresap' ke dalam pikirannya dan
berkembang sampai matang.
4. Ketakutan
mendorong terobosan
Konsep yang salah
lainnya adalah ketakutan dan kesedihan meningkatkan
kreativitas. Sebaliknya, studi menunjukkan bahwa
sukacita dan kasih berdampak positif bagi kreativitas,
sementara itu kemarahan, ketakutan dan kekhawatiran
berdampak negatif bagi kreativitas. Penelitian
menunjukkan bahwa orang memiliki kemungkinan terbesar
untuk menghasilkan ide kreatif ketika mereka gembira,
bahkan ketika kegembiraan itu mereka alami sehari
sebelumnya! Ketika orang-orang bersukacita dengan
pekerjaan mereka, kemungkinan besar mereka akan
memikirkannya pada hari tersebut, mematangkan ide
tersebut pada malam harinya dan menghasilkan ide
kreatif pada hari berikutnya.
5.
Pengurangan jumlah karyawan membuat orang menjadi
kreatif
Tentu saja kebalikannyalah yang
benar. Kreativitas mengalami kemerosotan tajam selama
pengurangan karyawan. Akibat pengurangan jumlah
karyawan, semua faktor yang kondusif bagi pemikiran
kreatif mengalami penurunan. Antisipasi terhadap
pengurangan jumlah karyawan dan kekhawatiran terhadap
masa depan yang tidak pasti membuat mereka tidak
antusias dengan pekerjaan mereka. Akibatnya,
kreativitas merosot drastis.
Jadi, pahamilah fakta-fakta ini, dan mulailah mengembangkan lingkungan kerja tempat orang-orang dihargai atas usaha kreatif mereka.
Penulis : James Gwee, T.H.,
MBA
Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com
Berikan komentar
Komentar (1 dimuat)
-
Ditulis oleh harun dethan, MA, 18 September, 2008 08:10:00Maju terus dalam ukiran kata, tulisan anda penyegar kepenatan.harun dethan motivator.




Muka |

