Meningkatkan Kreativitas di Tempat Kerja

  

Arsip

Sn Sl Rb Km Jm Sb Mg
12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Newsletter

Langganan newsletter:

Voting: 22Oktober2008

Darimana ANDA tahu tentang Beritanet.com?

  
  
  

Referensi IT

    
    

    
    
  • email Email kan kepada kawan anda
  • Tambahkan ke Yahoo! web Anda Tambahkan ke del.icio.us Digg berita atau artikel ini Tambahkan ke Furl Tambahkan ke Squidoo Tambahkan ke Technorati Tambahkan ke StumbleUpon Tambahkan ke Reddit Tambahkan ke Netscape Tambahkan ke Newsvine
    Kontak BeritaNET.com :
    Naskah : redaksi AT beritanet.com
    Iklan : iklan AT beritanet.com
    Lowongan : karir AT beritanet.com
    Kursus IT : kursus AT beritanet.com
    Beli Buku : buku AT beritanet.com
    Kerjasama : joint AT beritanet.com

Prakiraan Cuaca Besok

  sumber : http://bmg.go.id
         

Sesuaikan ukuran huruf: Perkecil font Perbesar font
foto berita artikel

Orang-orang yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk memikirkan bonus yang akan mereka terima tidak banyak melakukan pekerjaan kreatif.

“Kreativitas” adalah hal yang sangat populer belakangan ini. Setiap orang menyadari bahwa untuk dapat bertahan dan memenangkan persaingan, perusahaan-perusahaan harus kreatif. Namun, karena setiap orang mempelajari kreativitas dengan terburu-buru, mereka menyerap banyak informasi yang salah mengenai kreativitas.

Walaupun penting bagi Anda untuk mengetahui sebanyak mungkin informasi tentang kreativitas, penting juga bagi Anda untuk menyadari konsep-konsep yang salah tentang kreativitas.

Berikut ini beberapa konsep yang salah tentang kreativitas:

1. Kreativitas hanya dihasilkan oleh tipe-tipe orang yang kreatif
Banyak orang memiliki gagasan yang salah bahwa kreativitas adalah bawaan sejak lahir dan oleh karenanya hanya orang-orang yang memiliki karunia tersebut dapat memikirkan ide-ide kreatif. Penelitian telah membuktikan bahwa siapa saja dengan kecerdasan normal mampu berpikir kreatif. Kreativitas tergantung pada beberapa faktor: pengalaman (termasuk pengetahuan dan keterampilan teknis), talenta, dan kemampuan untuk berpikir dengan cara-cara baru. Motivasi dari dalam diri sangat penting. Orang-orang yang menikmati dan termotivasi oleh pekerjaan mereka, sering kali memiliki ide-ide kreatif. Organisasi mencurahkan begitu banyak waktu dan usaha untuk membuat anggota-anggotanya berpikir kreatif. Namun, sebagian besar orang tidak dapat berpikir kreatif karena lingkungan kerja mereka sama sekali tidak mendorong pemikiran kreatif!

2. Uang memotivasi kreativitas
Uang bukanlah faktor penting untuk meningkatkan kreativitas seseorang. Sebaliknya, orang-orang yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk memikirkan bonus yang akan mereka terima sesungguhnya tidak banyak melakukan pekerjaan kreatif. Tentu saja, orang-orang perlu merasa bahwa mereka mendapatkan gaji yang layak. Namun, penelitian telah menunjukkan (dan sebagian besar dari kita akan sependapat) bahwa orang cenderung jauh lebih kreatif di lingkungan kerja tempat kreativitas didukung, dihargai dan diakui. Orang menginginkan kesempatan untuk dilibatkan secara penuh dalam pekerjaan mereka dan untuk membuat kemajuan yang nyata. Orang menjadi sangat kreatif ketika mereka mencintai pekerjaan mereka dan memaksimalkan keterampilan mereka.

3. Tekanan waktu menciptakan kreativitas
Pendapat umum menyatakan bahwa orang-orang menjadi sangat kreatif ketika mereka berada di bawah tekanan tenggat waktu. Namun, studi telah menunjukkan kenyataan yang sebaliknya. Orang menjadi paling tidak kreatif ketika mereka harus berjuang memenuhi target tenggat waktu. Kenyataannya, studi yang sama menemukan bahkan kreativitas orang-orang bahkan merosot pada hari-hari setelah batas tenggat waktu! Tekanan waktu tidak menciptakan suasana kondusif bagi kreativitas karena orang tidak memiliki waktu untuk memikirkan masalah secara mendalam. Sebagian besar ide muncul setelah orang diberi cukup waktu untuk membiarkan benih ide tersebut 'meresap' ke dalam pikirannya dan berkembang sampai matang.

4. Ketakutan mendorong terobosan
Konsep yang salah lainnya adalah ketakutan dan kesedihan meningkatkan kreativitas. Sebaliknya, studi menunjukkan bahwa sukacita dan kasih berdampak positif bagi kreativitas, sementara itu kemarahan, ketakutan dan kekhawatiran berdampak negatif bagi kreativitas. Penelitian menunjukkan bahwa orang memiliki kemungkinan terbesar untuk menghasilkan ide kreatif ketika mereka gembira, bahkan ketika kegembiraan itu mereka alami sehari sebelumnya! Ketika orang-orang bersukacita dengan pekerjaan mereka, kemungkinan besar mereka akan memikirkannya pada hari tersebut, mematangkan ide tersebut pada malam harinya dan menghasilkan ide kreatif pada hari berikutnya.

5. Pengurangan jumlah karyawan membuat orang menjadi kreatif
Tentu saja kebalikannyalah yang benar. Kreativitas mengalami kemerosotan tajam selama pengurangan karyawan. Akibat pengurangan jumlah karyawan, semua faktor yang kondusif bagi pemikiran kreatif mengalami penurunan. Antisipasi terhadap pengurangan jumlah karyawan dan kekhawatiran terhadap masa depan yang tidak pasti membuat mereka tidak antusias dengan pekerjaan mereka. Akibatnya, kreativitas merosot drastis.

Jadi, pahamilah fakta-fakta ini, dan mulailah mengembangkan lingkungan kerja tempat orang-orang dihargai atas usaha kreatif mereka.

Penulis : James Gwee, T.H., MBA



Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com


Berikan komentar comment Komentar (1 dimuat)

  • Ditulis oleh harun dethan, MA, 18 September, 2008 08:10:00
    Maju terus dalam ukiran kata, tulisan anda penyegar kepenatan.harun dethan motivator. image

Paling Dicari Hari Ini


Pasang Iklan : news  © 2007-2008. BERITA NET.com - SITUS BERITA INDONESIA
Links to Site
  eXTReMe Tracker