Newsletter
Voting: 22Oktober2008
Email kan kepada kawan anda
Kontak BeritaNET.com :
Naskah : redaksi AT beritanet.com
Iklan : iklan AT beritanet.com
Lowongan : karir AT beritanet.com
Kursus IT : kursus AT beritanet.com
Beli Buku : buku AT beritanet.com
Kerjasama : joint AT beritanet.com
Prakiraan Cuaca Besok
Anda mempunyai masalah dengan manajer Anda? Bukan Anda saja yang memiliki masalah seperti itu! Para manajer mengeluh tentang bawahan mereka, dan bawahan mengeluh tentang manajer mereka. Bagaimana cara mengatasinya?
Ketika Anda berdiskusi dengan
teman-teman Anda, atau berada di antara sekelompok
orang, cobalah mengangkat topik mengenai keterampilan
manajemen yang buruk di tempat kerja Anda. Anda pasti
akan mendengar bahwa mereka juga memiliki kisah
“manajer yang buruk” di tempat kerja
mereka. Saya juga mendengar masalah yang sama
berulang-ulang dalam seminar-seminar saya. Para manajer
mengeluh tentang bawahan mereka, dan bawahan mengeluh
tentang manajer mereka.
Dua Hal
Tentang Manajer
Anda dapat mengeruk keuntungan finansial yang besar hanya dengan menjadi seorang fasilitator untuk membantu kedua pihak memahami satu sama lain, melihat persoalan-persoalan dari sudut pandang masing-masing, menghilangkan (atau mengurangi) perasaan-perasaan negatif dan kecurigaan satu sama lain, dan membantu mereka mengembangkan cara berkomunikasi yang telah disepakati untuk meminimalkan masalah dan menyelesaikan perbedaan pendapat. Namun, pembahasan kita bukan mengenai hal itu. Topik kita adalah beberapa tips untuk menangani atasan Anda dengan lebih baik. Sebelum itu, ada 2 hal yang harus Anda pahami mengenai manajer Anda.
Pertama, ingatlah bahwa atasan Anda adalah manusia biasa seperti Anda. Dia juga menerima perintah dari atasannya yang mungkin sama-sama (atau bahkan lebih) tidak rasional dan tidak kompeten seperti dia. Atasan Anda juga berada di bawah tekanan untuk melakukan kinerja yang baik dan mungkin lebih tertekan dibandingkan Anda. Seperti Anda, dia juga harus membayar tagihan keperluan rumah tangga dan memiliki masalah keluarga. Jadi, beri dia kesempatan untuk beristirahat!
Kedua,
pahamilah bahwa untuk menjadi manajer butuh
keterampilan yang komplit; keterampilan teknis,
manajerial, dan berhubungan dengan orang. Tidak seorang
pun terlatih dalam ketiga keterampilan tersebut.
Sekolah, universitas, dan pelatihan manajemen jarang
mengajarkan keterampilan berhubungan dengan orang.
Kalaupun mereka mengajarkannya, materi yang diberikan
baru sebatas pendekatan teoretis! Jadi ada beragam tipe
manajer:
- Manajer yang tahu banyak soal keterampilan teknis dan teori manajemen, tetapi kurang memiliki keterampilan berhubungan dengan orang.
- Manajer dengan keterampilan
teknis dan baik dalam berhubungan dengan orang (yang
diperoleh dari pengalaman kerja) namun kurang memiliki
keterampilan manajerial karena mereka dipromosikan
berdasarkan kinerja mereka, telah lama bekerja,
loyalitas, dsb.
Menangani Manajer
Berikut ini
beberapa tips untuk membantu Anda dalam menghadapi
manajer Anda.
1. Jangan berikan kejutan-kejutan kepadanya
Pada umumnya
para manajer tidak menyukai kejutan. Kejutan biasanya
membuat manajer merasa “berada di luar
kendali” dan “tidak mengikuti perkembangan
informasi”. Beberapa manajer bahkan khawatir jika
hal ini membuat mereka tampak buruk atau tidak kompeten
di mata atasan mereka! Atasilah masalah ini dengan
menjadwalkan rapat reguler untuk mengkomunikasikan informasi terbaru
kepada manajer Anda satu atau dua minggu sekali. Jika
disepakati, Anda dapat mengirimkan informasi terbaru
melalui email kepadanya setiap minggu.
2. Mintalah umpan balik positif dan negatif
Anda mungkin terkejut, namun sebagian besar manajer tidak bagus dalam memberikan umpan balik. Kalaupun mereka memberi umpan balik, biasanya umpan balik negatif tentang kesalahan-kesalahan Anda dan mengingatkan Anda untuk mengoreksinya. Sebuah survei menunjukkan bahwa sebagian besar manajer tidak memberikan umpan balik positif atau memuji para staf mereka! Jadi sekali lagi, bukan Anda saja yang mengalami masalah seperti ini! Mengapa? Ada 2 alasan: kurangnya keterampilan berhubungan dengan orang dan tidak pernah terlintas dalam pikiran mereka untuk memberikan pujian karena tak satu pun sumber belajar mengajari mereka tentang perlunya hal tersebut (tidak membaca buku-buku manajemen, tidak menghadiri seminar-seminar, tidak mendapatkan contoh yang baik dari manajernya sendiri, dll).
Bersikaplah
proaktif—mintalah umpan balik positif dan negatif
secara teratur. Para manajer biasanya menyambut baik
usul demikian. Awalnya mungkin sulit dan bahkan
canggung, namun Anda berdua akan menyadari bahwa hal
itu tidak sulit. Satu hal yang patut
diingat....lakukanlah pada saat yang tepat—ketika
dia dalam keadaan santai atau memiliki waktu untuk
berbincang-bincang.
3. Selaraskan
harapan-harapan
Dalam sebagian besar perusahaan, deskripsi dan tanggung jawab kerja tidak begitu jelas. Kalaupun ada yang jelas, ada perbedaan harapan antara satu manajer dengan manajer lainnya. Jadi, buatlah hal tersebut semudah mungkin untuk dipahami bersama. Jangan mencoba menjadi pembaca pikiran dan mencoba membaca pikiran manajer Anda. Tanyakan kepada manajer Anda tingkat kinerja seperti apa yang diinginkannya dari Anda; interpretasinya tentang kinerja yang baik, keberhasilan, kegagalan, dan kinerja yang buruk. Tanyailah dia mengenai hal yang bisa diterima dan hal yang sama sekali dilarang. Dia akan senang ketika Anda mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dapat menjernihkan situasi sulit atau tegang.
Anda juga harus mengetahui sistem nilainya. Ingatlah bahwa manajer yang satu memiliki sistem nilai yang berbeda dengan manajer lainnya. Jika Anda beruntung, dia mungkin akan menanyakan apa yang Anda harapkan darinya! Jika hal itu terjadi, selamat! Anda bekerja untuk orang yang rasional!
Kesimpulannya, pahamilah bahwa mengelola atau menangani orang merupakan tugas yang sulit. Hal ini bahkan lebih dipersulit dalam lingkungan kerja dewasa ini di mana segala sesuatunya harus dilakukan dengan cepat dan tekanan begitu tinggi. Para manajer, termasuk atasan Anda, benar-benar berjuang habis-habisan untuk melakukan pekerjaan yang baik. Berfokuslah pada bagaimana Anda dapat membantu manajer Anda, Anda sendiri dan tim Anda untuk meraih kesuksesan bersama.
Akhirnya, ingatlah bahwa para manajer
tidak menyukai karyawan yang mengeluh sepanjang waktu
tanpa memberikan usulan yang membangun!
Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com
Berikan komentar
Komentar (1 dimuat)
-
Ditulis oleh Haryanto, 13 September, 2008 10:28:48Kepada teman-teman yang ingin lebih lagi mendapatkan ide-ide fantastik, tips-tips dan artikel ebook dari James Gwee. Teman-teman dapat menjadi member www.seminarseumurhidup.com, suatu media pembelajaran on line yang pak James sediakan khusus kepada orang-orang yang mau belajar. Teman-teman dapat menyaksikan cuplikan-cuplikan rekaman video live seminarnya, rekaman audio dan artikel ebook, total saat ini lebih dari 300. Keanggotaannya berlaku untuk seumur hidup. Oleh karenanya Pak James menamakan www.seminarseumurhidup.com . Beritahukan kepada teman-teman untuk mengunjungi www.seminarseumurhidup.com. Bahkan pak James telah sediakan bonus langsung dan kesempatan mendapatkan hadiah CD Audio nya bagi member www.seminarseumurhidup.com Salam sukses




Muka |

