Prakiraan Cuaca Besok
Email kan kepada kawan anda
Naskah : redaksi AT beritanet.com
Iklan : iklan AT beritanet.com
Kertas merupakan salah satu kebutuhan pokok dari kehidupan manusia. Bisa dibayangkan apa jadinya dunia tanpa kertas, sekolah terhenti, kantor macet dan banyak industri terhambat karena mereka menggunakan kertas sebagai salah satu bagian packing. Berapa banyak buku yang tak bisa tercetak karena tidak adanya kertas? Industri penerbitan akan berhenti total.
Kebutuhan dunia akan kertas ternyata memiliki sisi lain karena produksi kertas berdampak buruk terhadap Hutan. Bagaimana bisa? Kertas membutuhkan hutan sebagai sumber bahan baku utamanya yaitu kayu. Bisa dibayangkan berapa banyak kayu yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan kertas di negeri ini saja. Sebuah fakta menunjukkan bahwa produksi kertas yang mendukung proses kelahiran manusia-manusia pandai ternyata membutuhkan pengorbanan yang tidak sedikit dari hutan. Dari data produksi tahun 1999, 1 ton pulp memerlukan 4,5 m3 kayu bulat, dan pada tahun tersebut dibutuhkakan 24 juta m3 kayu bulat. Untuk memenuhi kebutuhan itu diperlukan sekitar 300.000 ha hutan alam. Bisa dibayangkan 9 tahun kemudian yaitu di tahun ini (2008) berapa ha hutan yang harus ditebang demi menghasilkan lembar demi lembar kertas.
Protes keras atas penebangan hutan sudah lama dilontarkan oleh para pecinta lingkungan hidup. Beberapa produk Indonesia pun mendapat sentimen negatif oleh pasar Eropa dan Amerika karena dianggap andil dalam perusakan hutan. Bisa dibayangkan beberapa tahun ke depan, gencarnya kampanye lingkungan hidup pun akan semakin gencar. Buku yang membuat orang mengerti akan dunia dan banyak hal, justru menjadi salah satu ancaman bagi kelestarian hutan.
Penelitian yang terus menerus telah menemukan solusinya. Kertas tidak lagi bergantung kepada alam dan hutan, kertas dapat dibuat dari bahan lain yang sangat banyak diperoleh di Indonesia dan sangat mudah dibudidayakan. Alga Merah, salah satu jenis rumput laut yang banyak terdapat di perairan Indonesia.
Alga Merah, yaitu Gelidium amansii dan Pterocladia lucia merupakan bahan baku alternatif yang dapat digunakan untuk menyelamatkan hutan. Alga ini banyak tumbuh di perairan Indonesia. Kertas yang dihasilkannya putih bersih dan halus seperti kualitas kertas mahal yang digunakan oleh majalah Time.
Kelebihan kertas dari alga merah adalah proses produksinya yang tidak banyak mengandung zat kimia. Zat kimia hanya digunakan untuk memutihkan kertas yaitu chlorin. Di Indonesia Algae merah ini ditemukan pertama kali di Bali, dan saat ini sedang dikembangkan secara intensif di Lombok. Alga merah pun dapat berproduksi dengan cepat yaitu sekitar 7 - 13 % bahkan dapat bertumbuh sampai 20 % per harinya. Bandingkan dengan kayu yang membutuhkan puluhan tahun.
Budidaya Alga Merah dapat dilakukan oleh siapa saja karena mudah dikembangkan. Alga ini menyukai perairan tenang. Perairan semacam ini banyak terdapat di kawasan pantai Indonesia. Suatu potensi yang menjanjikan bagi Indonesia. Sayangnya produksi kertas dengan alga ini baru dilakukan secara serius oleh Korea, Indonesia hingga saat ini masih berkutat sebagai negara penghasil bahan produksi.
Suatu kesempatan baru untuk para Nelayan dan masyarakat pantai. Suatu peluang bagi hutan agar dapat tumbuh kembali. Apakah negara ini hanya akan tetap menjadi penonton saja?
MARI SELAMATKAN HUTAN DEMI BUMI INI.
Email kan kepada kawan anda
Naskah : redaksi AT beritanet.com
Iklan : iklan AT beritanet.com







Muka |

