Razia Polisi di Sarang Prostitusi Bikin Heboh Internet

  

Arsip

Sn Sl Rb Km Jm Sb Mg
12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930

       

Newsletter

Langganan newsletter:

Voting: maret2010

Menurut Anda, barang apa yang cocok dijual di toko online Beritanet.com?

       

Referensi IT

    
    

    

    
  • email Email kan kepada kawan anda
  • Tambahkan ke Yahoo! web Anda Tambahkan ke del.icio.us Digg berita atau artikel ini Tambahkan ke Furl Tambahkan ke Squidoo Tambahkan ke Technorati Tambahkan ke StumbleUpon Tambahkan ke Reddit Tambahkan ke Netscape Tambahkan ke Newsvine
    Kontak BeritaNET.com :
    Naskah : redaksi AT beritanet.com
    Iklan : iklan AT beritanet.com
    Lowongan : karir AT beritanet.com
    Kursus IT : kursus AT beritanet.com
    Beli Buku : buku AT beritanet.com
    Kerjasama : joint AT beritanet.com

Prakiraan Cuaca Besok

  sumber : http://bmg.go.id
         


Sesuaikan ukuran huruf: Perkecil font Perbesar font
foto berita artikel

Berita cukup menggemparkan media Internet, ketika sebuah foto menunjukkan seorang polisi menarik rambut wanita tanpa busana alias telanjang selama razia prostitusi di China. Foto tersebut diambil oleh media local China Daily yang menampilkan seorang polisi berpakaian preman sedang melakukan razia pelacur di sarang-sarang prostitusi dan perjudian di Zhengzhou, ibu kota provinsi Henan.

Dalam gambar ditampilkan polisi tersebut menarik rambut seseorang dengan kasar dalam proses penegakan hukum, dan memaksa mengambil foto telanjang dengan maksud kekerasan, menurut sumber dari portal berita Chinaren. Hal itu merupakan tindak pidana yang jauh lebih serius daripada pelacuran, tambah dari sumber yang sama.

Sebuah video clip yang telah tersebar di dunia online, menunjukkan polisi tak berseragam tersebut sedang bertanya kepada wanita telanjang yang bersimpuh di lantai mengenai berapa banyak pelacur tersebut ‘melakukannya’. Namun, untuk adegan tarik rambut tidak ada dalam video tersebut.

Sementara menurut polisi Zhengzhou yang tidak mau disebutkan namanya, menyatakan bahwa kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Selanjutnya terdapat polling dari 870 responden dalam sebuah website berita yang bekerja sama dengan agen investigasi China, menyebutkan bahwa 57 persen menentang publikasi foto dengan alasan “Pelacur juga memiliki hak asasi”. Sedangkan 35 persen lainnya lebih menentang metode polisi dan juga menyalahkan publikasi dari media.



    

Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com


Berikan komentar comment Komentar (0 dimuat)


Paling Dicari Hari Ini


Bincang IT : Redaksi :  © 2007-2008. BERITA NET.com - SITUS BERITA INDONESIA
Links to Site
  eXTReMe Tracker