Newsletter
Voting: 12Desember2008
Email kan kepada kawan anda
Kontak BeritaNET.com :
Naskah : redaksi AT beritanet.com
Iklan : iklan AT beritanet.com
Lowongan : karir AT beritanet.com
Kursus IT : kursus AT beritanet.com
Beli Buku : buku AT beritanet.com
Kerjasama : joint AT beritanet.com
Prakiraan Cuaca Besok
Pak Eko,
Saya Magda, ibu dari 2 orang anak.
Profesi saya ibu rumah tangga dengan usaha salon yang
baru dibuka. Saya bingung mengenai harga yang harus
saya berikan ke para tamu, selama ini harga yang saya
berikan mengikuti harga pasar. Saya ingin tahu
bagaimana cara menentukan harganya. Modal apa saja yang
harus diperhitungkan? Dalam usaha salon biasanya ada
pemberian komisi. Berapa dan bagaimana caranya membagi
komisi itu? Apakah komisi itu diberikan sesuai harga
yang tertera atau setelah dipotong modal kita?
(Magdalena-Manado)
Halo Bu Magda, selamat
atas pembukaan salon barunya. Saya kira apa yang telah
Anda lakukan dalam penentuan harga sudah betul. Memang
dalam menentukan harga, enggak ada salahya kalau kita
juga mengacu pada harga di sekitar kita. Apalagi kalau
usaha kita masih baru. Enggak mungkin kan belum apa-apa
kita sudah ngasih harga tinggi ketimbang salon-salon
yang lain. Bisa-bisa salon Ibu enggak laku.
Anda
bisa memberi harga tinggi kalau yakin bahwa salon yang
Anda buka memiliki kelebihan dibandingkan salon di
sekitarnya. Misalnya interior yang lebih bagus,
alat-alat yang lebih baru, lebih bersih atau kapsternya
sangat ahli. Kalau memang salon Anda punya kelebihan
seperti itu, tidak salah memasang harga tinggi.
Menjawab pertanyaan, apakah harga itu harus
ditentukan dari modal yang sudah ditanam di salon,
jawabannya memang ya, tapi enggak harus jadi faktor
utama.
Saran saya, jalani dulu salon Anda dengan harga sekarang. Karena bila pelanggan Anda makin banyak, modal Anda akan cepat kembali. Meskipun waktunya enggak bisa cepat. Tapi memang itu fungsi modal. Keuntungan yang akan didapat, sedikit demi sedikit akan menutupi pengeluaran modal.
Nah, sekarang tentang komisi. Wah Bu, setahu saya sih enggak ada aturan baku tentang berapa dan bagaimana menghitung komisi yang sebaiknya Anda berikan kepada karyawan Anda. Yang biasa digunakan adalah komisi tersebut diberikan berdasarkan jumlah pelanggan. Misalnya, setiap kali ada pelanggan yang potong rambut dan membayar, misalkan Rp30.000,- berarti karyawan Anda akan mendapat komisi, misalnya Rp3000,-. Jadi, kalau dalam sehari ia melayani 3 orang berarti komisinya Rp9000,- pada hari itu. Tentu saja, itu diluar gaji.
Eko Indarto, RFA - Konsultan
Perencana Keuangan
Biro Perencanaan Keuangan Safir
Senduk dan Rekan
Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com




Muka |

