Newsletter
Voting: maret2010
Email kan kepada kawan anda
Kontak BeritaNET.com :
Naskah : redaksi AT beritanet.com
Iklan : iklan AT beritanet.com
Lowongan : karir AT beritanet.com
Kursus IT : kursus AT beritanet.com
Beli Buku : buku AT beritanet.com
Kerjasama : joint AT beritanet.com
Prakiraan Cuaca Besok
Berawal dari permintaan tanggapan dari fans open source, maka Adobe System berencana untuk merilis teknologi Flash Player versi alpha untuk diaplikasikan di dalam software Linux 64 bit. Linux telah sangat cepat berkembang dibandingkan Windows atau Mac OS X, terutama untuk support dengan processor 64 bit, karena pengembang Linux yang friendly, mampu untuk melakukan compile software hasil pengembangan mereka, sehingga lebih mudah untuk pengembangan secara teknisnya.
Namun, masalah utama terletak pada kelemahan user yang hanya bisa menggunakan program plug-in Flash 32 bit, yang berarti user hanya dapat menggunakan browser Firefox versi 32 bit. Untukitu, Adobe System berencana untuk meluncurkan software Flash Player versi alpha tersebut di konferensi Adobe Max, di San Fransisco. Menurut rencana Adobe sebelumnya, software Flash Player versi alpha 64 bit akan hadir di system operasi yang baru, namun fans Linux adalah yang pertama dan paling banyak vocal mengeluarkan hasrat mereka untuk teknologi open source tersebut.
“Peluncuran Flash Player
versi alpha 64 bit di Linux ini adalah langkah pertama
dalam pengembangan rencana Adobe untuk membuat
pengembangan Adobe Flash Player 64 bit cross platform.
Untuk itu, kami memilih system operasi Linux sebagai
initial platform hasil respon permintaan dari public
setelah dikabarkan adanya bug di Flash Player dan
system management yang mengungkapkan bahwa distro Linux
tidak bisa bekerja di browser 32 bit. Dengan adanya
pre-release ini, Flash Player 10 sekarang bisa
diaplikasikan di distro Linux 64 bit, sedangkan untuk
ke depannya, akan diaplikasikan di Windows dan
Mac.“ kata pihak Adobe. (h_n)
Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com





Muka |

