Ad Planner, Alat Perencana Iklan Online Google

  

Arsip

Sn Sl Rb Km Jm Sb Mg
12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930

       

Newsletter

Langganan newsletter:

Voting: maret2010

Menurut Anda, barang apa yang cocok dijual di toko online Beritanet.com?

       

Referensi IT

    
    

    

    
  • email Email kan kepada kawan anda
  • Tambahkan ke Yahoo! web Anda Tambahkan ke del.icio.us Digg berita atau artikel ini Tambahkan ke Furl Tambahkan ke Squidoo Tambahkan ke Technorati Tambahkan ke StumbleUpon Tambahkan ke Reddit Tambahkan ke Netscape Tambahkan ke Newsvine
    Kontak BeritaNET.com :
    Naskah : redaksi AT beritanet.com
    Iklan : iklan AT beritanet.com
    Lowongan : karir AT beritanet.com
    Kursus IT : kursus AT beritanet.com
    Beli Buku : buku AT beritanet.com
    Kerjasama : joint AT beritanet.com

Prakiraan Cuaca Besok

  sumber : http://bmg.go.id
         


Sesuaikan ukuran huruf: Perkecil font Perbesar font
foto berita artikel

Google rupanya ingin membuat mudah bagi bagian marketing (pemasaran) untuk memilih sendiri website untuk iklan online dengan alat yang baru, alat yang diumumkan Selasa (24/06) lalu ini dinamakan Ad Planner (aplikasi yang digunakan untuk merencanakan iklan).

Alat ini, pertama kali dilaporkan oleh the New York Times pada hari Senin. Ad Planner ditujukan untuk agensi-agensi media periklanan, yang mana tugasnya untuk menentukan di mana meletakkan iklan-iklan klien mereka.

Dengan menambahkan Ad Planner terhadap informasi demografi pelanggan mereka, media planner akan mendapatkan daftar dari situs-situs yang digunakan untuk membuktikan alat-alat pemasaran yang efektif. “Anda dapat melihat jauh ke dalam untuk mendapat detail yang lebih seperti demografi dan pencarian-pencarian yang berhubungan untuk situs yang terperinci, atau kamu bisa mendapatkan keseluruhan statistik untuk situs-situs yang sudah kamu tambahkan untuk perencanaan media kamu,” kata seorang analis Internet.

Data Ad Planner dapat diekspor sebagai file csv untuk memperbanyak aplikasi atau ke alat DoubleClick MediaVisor ad campaign management miliknya Google. Untuk sekarang, keinginan untuk menggunakan Ad Planner tersebut harus mengajukan permohonan ke Google.

Minggu kemarin, Google mengumumkan pelayanan yang hampir sama, yang disebut Google Trends yang ditujukan untuk khalayak umum. Sejak berita tentang Ad Planner muncul pad saat hari Senin, telah disarankan kalau Google akan beralih menuju Web yang melihat pasar untuk berkompetisi melawan perusahaan-perusahaan seperti comScore, Nielsen Online, Hitwise dan Quantcast.

Perkembangan dari Ad Planner adalah sebuah langkah yang alami pada usaha-usaha Google untuk menyediakan alat-alat dan servis-servis yang lebih kepada pengiklannya, dikatakan oleh Greg Sterling, analis dari Sterling Market Intelligence.

“Ini adalah sebuah hal yang bersifat evolusi. Ini adalah Google yang membawa kemampuan-kemampuan penargetan dan informasi yang lebih untuk bagian pemasaran dan media pembelian,” kata Sterling
Khususnya, Ad Planner sepertinya dibuat untuk membantu perkembangan Google dari inti dasarnya yang sekedar mesin pencarian pengiklan menjadi yang lebih besar dan brand pemasaran, katanya.

Menurut IDC, analis Karsten Weide, pengumuman Ad Planner bukanlah suatu hal yang istimewa atau yang menghebohkan bumi. Alat-alat seperti Ad Planner adalah sebuah usaha – di sini milik Google – untuk mengisi celah tersebut, katanya. “Ini adalah salah satu langkah dari Google untuk menyediakan satu bagian dari puzzle untuk klien-klien, di dalam perencanaan media,” kata Weide.

Quantcast, satu dari perusahaan Google akan berkompetisi terhadap pasar ini, katakanlah seperti itu, tidak seperti milik google, pelanggannya menemukan platform yang bersifat ”kolaborasi dan terbuka” dan menempatkan publisher dan bagian pemasaran ikut ambil bagian di dalam kontrol pada pelanggan dan data mereka.

“Tentu saja, Google mengontrol data platform yang luas, dan pasar harus menanyakan pertanyaan apabila produk baru ini ditujukan lebih sederhana untuk membantu Google menjual inventori dan satu set servis terkontrol yang lebih luas” pernyataan Konrad Feldman CEO Quantcast.

ComScore, perusahaan lainnya di pasar ini, melihat sahamnya turun 23% menjadi $21.45 pada hari Selasa, reaksi Wall Street tidak dipungkiri akibat pengumuman oleh Google.



Penulis : Andi Gunawan
FTI - Universitas Atmajaya



    

Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com


Berikan komentar comment Komentar (0 dimuat)


Paling Dicari Hari Ini


Bincang IT : Redaksi :  © 2007-2008. BERITA NET.com - SITUS BERITA INDONESIA
Links to Site
  eXTReMe Tracker