Posted: 21 Desember 2009 14:40:00 by Heni BeritaNet.com | Dilihat 1340 kali
Di era globalisasi sekarang ini, dunia telah memasuki babak baru masyarakat global, yaitu babak baru dari suatu era masyarakat yang semakin universal dan modern. Menurut Peter Drucker (Manajemen di Tengah Perubahan Besar : 1993), globalisasi merupakan era masyarakat pengetahuan (
knowledge society) dengan sumber daya utama masyarakat bukan lagi bertumpu pada alam, namun pada pengetahuan.
Indonesia, di era globalisasi ini, dihadapkan pada 12 tantangan utama, yaitu ketahanan pangan, ketahanan energi, ketahanan air bersih, kelestarian lingkungan, bencana alam, pendidikan, kesehatan, transportasi, pertanian-industri-jasa, pertahanan, teknologi komunikasi dan informasi (ICT), serta good governance. Untuk menjawab berbagai tantangan tersebut diperlukan upaya dari pemerintah. Salah satu solusi dari permasalahan tersebut adalah pembenahan sistem administrasi ketatanegaraan dan kependudukan.
Tanpa disadari semakin tingginya laju pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali dan buruknya administrasi ketatanegaraan dan kependudukan Indonesia akan memicu banyak hal, seperti masalah sosial, yang tidak diharapkan, antara lain : meningkatnya kejahatan akibat kemiskinan, kepemilikan kartu identitas (KTP) ganda, dan bahkan hak suara ganda saat pemilihan umum. Masalah tersebut tidak bisa dipandang remeh. Permasalahan tersebut dapat diantisipasi dengan adanya administrasi ketatanegaraan dan kependudukan yang baik. Oleh karena itu, diperlukan sebuah sistem informasi terintegrasi untuk administrasi ketatanegaraan dan kependudukan Indonesia.
Facebook, sebuah situs jaringan sosial yang sangat fenomenal, sampai saat ini telah memiliki anggota sebanyak 300 juta orang dan akan terus bertambah. Bila kita bandingkan, penduduk Indonesia memiliki jumlah penduduk lebih sedikit dari anggota Facebook, yaitu sekitar 230 juta jiwa. Dan tentunya sebuah bangsa besar seperti Indonesia dapat memiliki infrasturktur yang lebih menunjang dibandingkan Facebook, jika ada tekad yang kuat tentunya dari pemerintah.
Korea Selatan, negara Asia Timur yang terkenal di Indonesia dengan musik, drama, dan kebudayaannya, merupakan sebuah negara yang telah menerapkan sistem informasi terintegrasi dengan sangat baik. Semua sistem terintegrasi dengan server utama. Jangankan untuk membuat kartu identitas ganda, bahkan ketika kita membuat sebuah kartu diskon belanja pun identitas kita harus sesuai dengan database yang tersimpan di server kependudukan. Jika data tidak sesuai, tentunya aplikasi kita akan ditolak. Korea Selatan memerdekakan diri dari Jepang pada 15 Agustus 1945, dua hari setelahnya Indonesia mendeklarasikan proklamasi. Jika Facebook dan Korea Selatan berhasil menerapkan sebuah sistem informasi terintegrasi dengan baik, kenapa tidak dengan Indonesia?
Penulis : Muhammad Hilmy Alfaruqi - Peserta Content Contest 2009