Intel, Processor Ramah Lingkungan

  

Arsip

Sn Sl Rb Km Jm Sb Mg
1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031

Newsletter

Langganan newsletter:

Voting: Jan 2008

Topik Hardware Apakah Yang Paling Anda Minati


Prakiraan Cuaca Besok

  sumber : http://bmg.go.id
  • email Email kan kepada kawan anda
  • Tambahkan ke Yahoo! web Anda Tambahkan ke del.icio.us Digg berita atau artikel ini Tambahkan ke Furl Tambahkan ke Squidoo Tambahkan ke Technorati Tambahkan ke StumbleUpon Tambahkan ke Reddit Tambahkan ke Netscape Tambahkan ke Newsvine
    Naskah : redaksi AT beritanet.com
    Iklan : iklan AT beritanet.com

    
    dummy

    
    
         
Sesuaikan ukuran huruf: Perkecil font Perbesar font
foto berita artikel

Global warming dan isu lingkungan hidup lainnya saat ini menjadi sebuah faktor yang menjadi sorotan utama dalam semua riset yang dilakukan. Sebuah teknologi baru diharapkan tidak hanya membawa sebuah inovasi dan peningkatan efisiensi tetapi juga harus memiliki nilai tambah bahwa teknologi tersebut juga harus ramah terhadap lingkungan. Inilah yang disebut dengan Green Technology.

Intel Corp. sebagai vendor prosesor terbesar di dunia juga sangat concern terhadap permasalahan lingkungan hidup. Riset-riset yang dilakukan oleh Intel saat ini mengarah pada mendapatkan prosesor dengan performa tinggi dan juga ramah terhadap lingkungan. Saat ini Intel membuat sebuah inovasi baru, yaitu ditemukannya material Hi-K yang menggantikan SiO2 dapat meningkatkan performa prosesor. Selain itu prosesor sekarang lebih ramah lingkungan karena pemakaian bebas timbal.

Intel Corp. mengembangkan sebuah teknologi mikroprosesor baru dengan menggunakan material Hi-K, yaitu material dengan nilai konstanta dielektrik tinggi, dan bebas Pb (timbal). Konstanta dielektrik melambangkan rapatnya fluks elektrostatik dalam suatu material bila diberi potensial listrik. Konstanta dielektrik ini menjadi parameter dalam berbagai peralatan elektronik, terutama transistor. Semakin tinggi nilai K maka kapasitas transistor semakin besar. Sehingga ketika sedang off, arus yang masih keluar sangat sedikit sedangkan ketika sedang on, arus yang keluar sangat besar. Oleh karena itu, dengan material Hi-K maka kinerja prosesor akan semakin baik.

Kemudian timbal. timbal sudah lama digunakan dalam pembuatan prosesor sebagai paduan dalam proses soldering. Tetapi timbal merupakan salah satu logam berat dan material berbahaya yang dapat merugikan manusia dan merusak lingkungan hidup. Oleh karena itu penggunaan timbal tidak boleh terjadi sehingga perlu dicari solusi untuk mengatasi permasalahan timbal. Riset Intel Corp. menemukan pengganti timbal, yaitu tin – silver – copper solder (lead free). Adapun keunggulan material tersebut yaitu titik leburnya lebih tinggi dari timbal, yaitu 220oC, nilai kekuatan meningkat, dan juga ramah lingkungan. Oleh karena itu adanya Pb-free ini dapat meningkatkan performa dari sebuah prosesor dan juga ramah terhadap lingkungan. Teringat akan tujuan akhir teknologi, yaitu menyelamatkan kehidupan di bumi, bukan mempersingkat masa hidup bumi.

Oleh : Muhammad Hilmy Alfaruqi
Content Contest 2008 © beritaNET.com




  • email Email kan kepada kawan anda
  • Tambahkan ke Yahoo! web Anda Tambahkan ke del.icio.us Digg berita atau artikel ini Tambahkan ke Furl Tambahkan ke Squidoo Tambahkan ke Technorati Tambahkan ke StumbleUpon Tambahkan ke Reddit Tambahkan ke Netscape Tambahkan ke Newsvine
    Naskah : redaksi AT beritanet.com
    Iklan : iklan AT beritanet.com

Berikan komentar comment Komentar (0 dimuat)

Paling Dicari Hari Ini

eXTReMe Tracker
Pasang Iklan : news  © 2007-2008. BERITA NET.com - SITUS BERITA INDONESIA