Alia Sabur, Professor Termuda di Dunia

  

Arsip

Sn Sl Rb Km Jm Sb Mg
12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031

       

Newsletter

Langganan newsletter:

Voting: 03July2009

Situs apakah yang Anda buka pertama kali setiap terhubung dengan Internet?

  
  
  

Referensi IT

    
    

    

    
  • email Email kan kepada kawan anda
  • Tambahkan ke Yahoo! web Anda Tambahkan ke del.icio.us Digg berita atau artikel ini Tambahkan ke Furl Tambahkan ke Squidoo Tambahkan ke Technorati Tambahkan ke StumbleUpon Tambahkan ke Reddit Tambahkan ke Netscape Tambahkan ke Newsvine
    Kontak BeritaNET.com :
    Naskah : redaksi AT beritanet.com
    Iklan : iklan AT beritanet.com
    Lowongan : karir AT beritanet.com
    Kursus IT : kursus AT beritanet.com
    Beli Buku : buku AT beritanet.com
    Kerjasama : joint AT beritanet.com

Prakiraan Cuaca Besok

  sumber : http://bmg.go.id
         

Sesuaikan ukuran huruf: Perkecil font Perbesar font
foto berita artikel

“Pengetahuan tidaklah cukup. Kita harus benar-benar mengaplikasikannya.”, ungkap Alia Sabur, seorang gadis berusia 19 tahun yang telah mencontoh seorang professor terkenal Johann Wolfgang von Goethe. Alia Sabur adalah gadis muda yang telah mengukir sejarah kehidupan dengan menyandang gelar professor termuda.

Berbekal pengetahuan dan kebijaksanaan yang luar biasa, Sabur mengungkapkan ambisinya pada minggu lalu kepada Today, sebuah acara TV pagi yang dipandu oleh Ann Curry, bahwa pengetahuan adalah kekuatan, terutama bila kita mampu membaginya kepada orang lain.

“Saya sangat menikmati pekerjaan saya sebagai seorang dosen sekaligus professor. Saya merasa telah membuat perbedaan, sama seperti Anda juga. Tidak hanya apa yang bisa Anda lakukan, tetapi Anda dapat membuat orang lain menciptakan perubahannya sendiri.”, ungkap Sabur bersemangat.

Alia Sabur (19) berasal dari Northport, New York, mulai dapat berbicara ketika baru berumur 8 bulan, dan telah menyelesaikan sekolah dasar pada umur 5 tahun. Sabur mulai kuliah pada umur 10 tahun, kemudian pada umur 14 tahun dia lulus dari Universitas Stony Brook dan menyandang gelar sarjana ilimu matematika dengan prestasi cum laude. Hal ini menjadikan dirinya sebagai wanita termuda yang bergelar sarjana dalam sejarah USA. Kemudian ia melanjutkan ke Universitas Drexel, lalu lulus dengan gelar M.S. dan a Ph.D dalam bidang materials science dan engineering. Lalu Sabur mengawali kariernya dengan memilih profesi dosen. Setelah tiga hari dari ulang tahunnya, 19 February, dia kemudian menjabat sebagai professor yang ikut mengembangkan nanotubes untuk ponsel yang dapat menangani penyakit, di Universitas Konkuk, Korea Selatan.

Alia Sabur juga telah masuk ke dalam Guinness Book of World Records, mengalahkan rekor sebelumnya yakni Colin Maclaurin tahun 1717. Sabur juga dapat bermain musik clarinet dengan iringan orchestra pada waktu usia 11 tahun. Tetapi ada hal yang tidak bisa ia lakukan yakni bermain basket dan menulis terlalu lama.(h_n)



Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com


Berikan komentar comment Komentar (0 dimuat)


Paling Dicari Hari Ini


Bincang Bisnis : Pasang Iklan :  © 2007-2008. BERITA NET.com - SITUS BERITA INDONESIA
Links to Site
  eXTReMe Tracker