Uruguay Menjadi Pemesan Pertama Proyek XO

  

Arsip

Sn Sl Rb Km Jm Sb Mg
1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031

Newsletter

Langganan newsletter:

Voting: Jan 2008

Topik Hardware Apakah Yang Paling Anda Minati


Prakiraan Cuaca Besok

  sumber : http://bmg.go.id
  • email Email kan kepada kawan anda
  • Tambahkan ke Yahoo! web Anda Tambahkan ke del.icio.us Digg berita atau artikel ini Tambahkan ke Furl Tambahkan ke Squidoo Tambahkan ke Technorati Tambahkan ke StumbleUpon Tambahkan ke Reddit Tambahkan ke Netscape Tambahkan ke Newsvine
    Naskah : redaksi AT beritanet.com
    Iklan : iklan AT beritanet.com

    
    dummy

    
    
         
Sesuaikan ukuran huruf: Perkecil font Perbesar font
foto berita artikel

Pemerintah Uruguay menjadi pemesan pertama untuk proyek Microsoft XO yang lebih dikenal dengan istilah OLPC (One Laptop Per Child). Untuk saat ini, negara di bagian Amerika Selatan ini telah membeli 100.000 buah laptop untuk sekolah, bagi anak anak kecil usia sekolah hingga 12 tahun. Di tahun 2009 yang akan datang pemerintah mengharapkan bisa menyediakan 300.000 laptop untuk setiap anak di Uruguay.

Kepada New York Times, penggagas OLPC, Nicholas Negroponte mengatakan, “Saya mempunyai sedikit kekuatiran dalam membedakan antara suatu jabat tangan dengan pemberian sebuah cek tertulis”. Namun bagaimanapun juga dia menyambut gembira kerja sama pertamanya ini. Menurutnya, mereka telah sepakat untuk menjadikan Uruguay sebagai negara pertama yang akan menjadi konsentrasi mereka dalam menyediakan laptop untuk semua anak dan guru, setelah itu mereka akan menjajaki negara-negara berikutnya.

XO Laptop sendiri telah dikenal sebagai sebuah proyek pengadaan laptop untuk anak-anak kurang mampu, terutama di negara-negara berkembang. Oleh karenanya dalam pembuatan laptop ini dirancang seawet mungkin, anti-air, dapat dioperasikan menggunakan tenaga matahari, termasuk display yang tidak terpengaruh sinar matahari sehingga dapat dipergunakan di dalam maupun di luar ruangan. Biaya produksi dari laptop XO ini direncanakan tidak lebih dari 100 dollar Amerika per buahnya. Namun pada akhir tahun lalu biaya produksi perbuah laptop ini melonjak tinggi hingga mencapai kisaran 188 dollar Amerika. Pemerintah kemudian menawar laptop ini menjadi 250.000 buah. Sejak perubahan tersebut, pemerintah kemudian mempertimbangkan kemungkinan tetap akan didistribusikannya laptop ini atau akan menjualnya dengan harga murah. Program beli 1 dapat 1 (G1G1 = Give 1 Get 1) akan diberlakukan untuk negara-negara berkembang seperti Kamboja, Afganistan, Rwanda dan Haiti. Selain itu juga pemerintah Italy akan mensponsori 50.000 laptop untuk anak-anak di Ethiopia. Walaupun proyek percontohan telah disepakati, namun hingga saat ini belum ada satupun konfirmasi resmi dari negara-negara yang telah menandatangani proyek ini.

Menurut pemberitaan terakhir, pesanan 100.000 laptop ini digantikan oleh Laboratorio Tecnológico del Uruguay (Latu) yang menjalankan proyek pendidikan dan komunikasi dalam skala besar yang disebut proyek Ceibal. Sebelum menerima order ini, Latu juga telah mengevaluasi rival dari laptop XO ini, yaitu laptop Intel Classmate. Direncanakan 300.000 unit laptop XO ini akan didistribusikan kepada anak-anak di 19 negara berkembang di seluruh dunia.




  • email Email kan kepada kawan anda
  • Tambahkan ke Yahoo! web Anda Tambahkan ke del.icio.us Digg berita atau artikel ini Tambahkan ke Furl Tambahkan ke Squidoo Tambahkan ke Technorati Tambahkan ke StumbleUpon Tambahkan ke Reddit Tambahkan ke Netscape Tambahkan ke Newsvine
    Naskah : redaksi AT beritanet.com
    Iklan : iklan AT beritanet.com

Berikan komentar comment Komentar (0 dimuat)

Paling Dicari Hari Ini

eXTReMe Tracker
Pasang Iklan : news  © 2007-2008. BERITA NET.com - SITUS BERITA INDONESIA