Posted: 03 Juni 2009 11:20:00 by Heni BeritaNet.com | Dilihat 8401 kali

Baru-baru ini berita mengenai racun di bahan melamine kembali menyeruak setelah kasus susu di China. Berita melamine ini diluncurkan setelah Kepala BPOM, Husniah Rubiana Thamrin Akib mengungkapkan, Senin (1/06) kemarin, seperti yang dilansir Republika.co.id, bahwa pihak BPOM telah melakukan pengujian terhadap 62 peralatan makan dari melamin dan menemukan 30 diantaranya melepaskan formalin bila digunakan untuk mewadahi makanan yang berair atau berasa asam, terlebih dalam keadaan panas.
Menurut hasil pengujian tersebut, kadar formalin yang lepas dari perangkat makan melamin kadarnya bermula dari satu bagian per juta (part per million/ppm) hingga 161 bagian per juta. Masih menurut sumber yang sama, untuk penggunaan melamine dalam jangka panjang dapat berisiko menimbulkan gangguan ginjal dan kandung kemih, gagal ginjal, kerusakan organ tubuh, kanker, hingga kematian.
Menurut Badan WHO (who.int), melamin adalah sebuah bahan kimia organic yang sering ditemukan dalam bentuk kristal putih kaya akan nitrogen. Melamin digunakan secara luas untuk plastic, whiteboard, di alat makan, dan bersifat mudah melekat. Tanda-tanda keracunan menurut Badan WHO, berupa iritasi, urin berdarah, urin dalam jumlah sedikit atau tidak ada sama sekali, peradangan di ginjal, dan tekanan darah tinggi, hingga kematian.
Berikut tulisan di bawah atau di belakang alat makan yang mengandung melamine berbahaya, menurut data BPOM, seperti yang dikutip dari Republika Online :
Sementara Direktur Pengawasan Produk dan Bahan Berbahaya di BPOM, Roland Hutapea mengungkapkan bahwa perangkat melamin tersebut dalam kondisi tertentu bisa melepaskan formalin karena memang tidak dibuat dengan proses dan teknologi yang baik. Untuk itu, pihaknya bersama BPOM berencana guna mengulas penandaan keamanan perangkat makanan berbahan dasar melamin dengan pihak terkait untuk menjamin keamanan peralatan berbahaan melamin yang beredar di pasaran.(./h_n)
Komentar Anda