Influenza A Detection System Juga Bisa untuk Flu Burung

  

Arsip

Sn Sl Rb Km Jm Sb Mg
12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930

       

Newsletter

Langganan newsletter:

Voting: maret2010

Menurut Anda, barang apa yang cocok dijual di toko online Beritanet.com?

       

Referensi IT

    
    

    

    
  • email Email kan kepada kawan anda
  • Tambahkan ke Yahoo! web Anda Tambahkan ke del.icio.us Digg berita atau artikel ini Tambahkan ke Furl Tambahkan ke Squidoo Tambahkan ke Technorati Tambahkan ke StumbleUpon Tambahkan ke Reddit Tambahkan ke Netscape Tambahkan ke Newsvine
    Kontak BeritaNET.com :
    Naskah : redaksi AT beritanet.com
    Iklan : iklan AT beritanet.com
    Lowongan : karir AT beritanet.com
    Kursus IT : kursus AT beritanet.com
    Beli Buku : buku AT beritanet.com
    Kerjasama : joint AT beritanet.com

Prakiraan Cuaca Besok

  sumber : http://bmg.go.id
         


Sesuaikan ukuran huruf: Perkecil font Perbesar font
foto berita artikel

Setelah merebaknya virus influenza A H1N1, maka salah satu perusahaan kecil telah mengembangkan jalan untuk membantu mendeteksi potensi pathogen virus tersebut. CombiMatrix, sebuah perusahaan biotech yang bermarkas di Mukilteo, Washington, Jumat (01/5) telah mengumumkan adanya update microarray dalam Influenza A Detection System untuk mengidentifikasi virus H1N1 yang sedang marak sekarang ini.

Perusahaan pencipta Influenza A Detection System tersebut tidak hanya terbatas pada deteksi swine flu atau flu babi. Namun, CombiMatrix mengungkapkan bahwa Influenza A Detection System dapat mengidentifikasi juga varian flu lainnya, termasuk “novel strains” yang diproduksi oleh mutasi atau rekombinasi multi virus. Sebagai contohnya, Influenza A Detection System dapat mengidentifikasi virus flu burung, pandemic flu Hong Kong 1968, flu babi di tahun 1976, dan sebuah virus berbahaya yang telah membunuh sebanyak 50 juta orang di tahun 1918 silam.

Jika device Influenza A Detection System ada untuk mendeteksi virus influenza A, maka lain halnya dengan game swine flu atau flu babi tersebut. Game SwineFighter, merupakan satu game casual yang kini sedang berjaya seiring mewabahnya virus H1N1. Game SwineFighter ini pada dasarnya tidak ditujukan untuk memberikan edukasi bag public mengenai mitos H1N1.

User dapat memainkan game ini sebagai seorang dokter dengan pakaian putih dan masker wajah. Dengan bersenjatakan suntikan yang berukuran besar, player harus menginjeksi babi terbang yang sakit, yang dipetakan di seluruh dunia. Sekali player menyuntikkan suntikan ke babi terbang yang sakit tersebut, maka babi kemudian akan berwarna pink, yang menandakan bahwa babi telah sehat kembali, dan babi akan bersuara “Oink”. Setelah itu, tugas user selesai dan user dapat menyimpan permainan yang sudah dimainkan.(h_n)



    

Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com


Berikan komentar comment Komentar (0 dimuat)


Paling Dicari Hari Ini


Bincang IT : Redaksi :  © 2007-2008. BERITA NET.com - SITUS BERITA INDONESIA
Links to Site
  eXTReMe Tracker