Posted: 06 Mei 2009 08:23:00 by Heni BeritaNet.com | Dilihat 2249 kali

Setelah merebaknya virus influenza A H1N1, maka salah satu perusahaan kecil telah mengembangkan jalan untuk membantu mendeteksi potensi pathogen virus tersebut. CombiMatrix, sebuah perusahaan biotech yang bermarkas di Mukilteo, Washington, Jumat (01/5) telah mengumumkan adanya update microarray dalam Influenza A Detection System untuk mengidentifikasi virus H1N1 yang sedang marak sekarang ini.

Perusahaan pencipta Influenza A Detection System tersebut tidak hanya terbatas pada deteksi swine flu atau flu babi. Namun, CombiMatrix mengungkapkan bahwa Influenza A Detection System dapat mengidentifikasi juga varian flu lainnya, termasuk “novel strains” yang diproduksi oleh mutasi atau rekombinasi multi virus. Sebagai contohnya, Influenza A Detection System dapat mengidentifikasi virus flu burung, pandemic flu Hong Kong 1968, flu babi di tahun 1976, dan sebuah virus berbahaya yang telah membunuh sebanyak 50 juta orang di tahun 1918 silam.

Jika device Influenza A Detection System ada untuk mendeteksi virus influenza A, maka lain halnya dengan game swine flu atau flu babi tersebut. Game SwineFighter, merupakan satu game casual yang kini sedang berjaya seiring mewabahnya virus H1N1. Game SwineFighter ini pada dasarnya tidak ditujukan untuk memberikan edukasi bag public mengenai mitos H1N1.

User dapat memainkan game ini sebagai seorang dokter dengan pakaian putih dan masker wajah. Dengan bersenjatakan suntikan yang berukuran besar, player harus menginjeksi babi terbang yang sakit, yang dipetakan di seluruh dunia. Sekali player menyuntikkan suntikan ke babi terbang yang sakit tersebut, maka babi kemudian akan berwarna pink, yang menandakan bahwa babi telah sehat kembali, dan babi akan bersuara “Oink”. Setelah itu, tugas user selesai dan user dapat menyimpan permainan yang sudah dimainkan.(h_n)


Komentar Anda

Artikel terkait



Info buku-buku IT terbaru

Down | Up