Prakiraan Cuaca Besok
Email kan kepada kawan anda
Naskah : redaksi AT beritanet.com
Iklan : iklan AT beritanet.com
1. Pengertian berita
Sesungguhnya berita adalah hasil
rekonstruksi tertulis dari realitas sosial yang
terdapat dalam kehidupan. Itulah sebabnya ada orang
yang beranggapan bahwa penulisan berita lebih
merupakan pekerjaan merekonstruksikan realitas sosial
ketimbang gambaran dari realitas itu sendiri. Saya
sendiri setuju dengan anggapan ini. Bagaimanapun, tidak
ada seorang pun yang sanggup merekonstruksikan realitas
sosial memiliki empat muka, maka yang sering diungkap
para wartawan hanya dua muka.Hal ini diakui sendiri
oleh Thoriq Hadad, wartawan eks Tempo. Dalam sebuah
perbincangan dengan saya di Surabaya, 6 Agustus 1994.
Thoriq Hadad mengatakan bahwa apa yang diungkapkan
Tempo dalam pemberitaannya hanya sekitar 60% dari apa
yang diketahui Tempo. Sudah begitu, pemerintah masih
menganggap Tempo tidak bisa menahan diri.
Lalu, bagaimana mendefinisikan berita? Untuk
keperluan definisi berita, bisa saja dikutip pendapat
Nancy Nasution, yakni: Laporan tentang
peristiwa-peristiwa yang terjadi, yang ingin diketahui
oleh umum, dengan sifat-sifat aktual, terjadi di
lingkungan pembaca, mengenai tokoh terkemuka, akibat
peristiwa tersebut berpengaruh terhadap pembaca (Dalam
Basuki 1983:1).
Bisa juga dikutipkan
pendapat W.J.S. Purwadarminta, yang mengatakan bahwa berita adalah
laporan tentang satu kejadian yang terbaru (ibid).
Kedua pengertian ini menimbulkan pendapat bahwa tidak
semua yang tertulis dalam surat kabar atau majalah bisa
disebut sebagai berita. Iklan dan resep
masakan tidak bisa disebut berita. Yang disebut berita adalah
laporan tentang sebuah peristiwa. Dengan perkataan
lain, sebuah peristiwa tidak akan pernah menjadi berita bila
peristiwa tersebut tidak dilaporkan.
2. Nilai-nilai berita
Tidak
semua laporan tentang kejadian pantas dilaporkan kepada
khalayak. Pertengkaran antara suami-istri orang
kebanyakan tidak perlu dilaporkan kepada khalayak.
Pekerjaan seorang dosen membimbing mahasiswa juga tidak
perlu dilaporkan kepada khalayak. Mengapa? Di samping
merupakan peristiwa rutin, kedua peristiwa tersebut
juga tidak memiliki nilai berita.
Lalu, apa
kriteria peristiwa yang patut dilaporkan kepada
khalayak? Kriterianya hanya satu, yaitu peristiwa yang
memiliki nilai berita. Nilai berita sendiri,
menurut Julian Harriss, Kelly Leiter dan Stanley
Johnson, mengandung delapan unsur, yaitu: konflik,
kemajuan, penting, dekat, aktual, unik, manusiawi, dan
berpengaruh (Harriss, Leiter dan Johnson 1981:29-33).
Artinya, sebelum seseorang melaporkan sebuah peristiwa,
ia perlu mengkonfirmasikannya dengan kriteria-kriteria
tersebut.
Operasionalisasinya begini:
Konflik
Informasi yang
menggambarkan pertentangan antar manusia, bangsa dan
negara perlu dilaporkan kepada khalayak. Dengan begitu
khalayak mudah untuk mengambil sikap.
Kemajuan
Informasi tentang
kemajuan ilmu pengatahuan dan teknologi
senantiasa perlu dilaporkan kepada khalayak. Dengan
demikian, khalayak mengetahui kemajuan peradapan
menusia. Penting Informasi yang
penting bagi khalayak dalam rangka menjalani kehidupan
mereka sehari-hari perlu segera dilaporkan kepada
khalayak.
Dekat
Informasi yang
memiliki kedekatan emosi dan jarak geografis dengan
khalayak perlu segera dilaporkan. Makin dekat satu
lokasi peristiwa dengan tempat khalayak, informasinya
akan makin disukai khalayak.
Aktual
Informasi tentang
peristiwa yang unik, yang jarang terjadi perlu segera
dilaporkan kepada khalayak. Banyak sekali peristiwa
yang unik, misalnya mobil bermain sepak bola,
perkawanan manusia dengan gorila, dan sebagainya.
Manusiawi
Informasi yang bisa
menyentuh emosi khalayak, seperti yang bisa membuat
menangis, terharu, tertawa, dan sebagainya, perlu
dilaporkan kepada khalayak. Dengan begitu, khalayak
akan bisa meningkatkan taraf kemanusiaannya.
Berpengaruh
Informasi mengenai
peristiwa yang berpengaruh terhadap kehidupan orang
banyak perlu dilaporkan kepada khalayak. Misalnya informasi tentang
operasi pasar Bulog, informasi tentang
banjir, dan sebagainya. Jumlah unsur nilai berita yang harus
dipenuhi setiap peristiwa sebelum
dijadikan berita berbeda pada
setiap penerbitan pers. Ada surat kabar yang menetapkan
hanya lima unsur nilai berita. Tetapi, ada juga yang
enam unsur. Yang jelas, makin banyak sebuah peritiwa
memiliki unsur nilai berita, makin besar kemungkinan
beritanya disiarkan oleh penerbitan pers.
3. Jenis-jenis berita
Kalau
kita sepakat bahwa yang menjadi bahan dasar berita adalah
realitas sosial dalam bentuk peristiwa, maka jelas
peristiwa itu bermacam-macam. Da peristiwa orang
berseminar. Ada pula peristiwa pembunuhan. Bahkan ada
peristiwa pembatalan SIUPP. Untuk memudahkan
penggolongan jenis-jenis berita berdasarkan
peristiwa yang terjadi dalam kehidupan manusia, Maryono
Basuki membagi berita berdasarkan:
(1) sifat kejadian; (2) masalah yang dicakup; (3)
lingkup pemberitaan; dan (4) sifat pemberitaan (Basuki
1983:5).
Operasionalisasinya begini:
Berdasarkan sifat kejadian.
Terdapat empat
jenis berita, yaitu:
1. Berita yang sudah
diduga akan terjadi.
Misalnya: wawancara
seorang wartawan dengan Goenawan Mohamad yang tampil
dalam sebuah seminar.
2. Berita tentang
peristiwa yang terjadi mendadak sontak.
Misalnya: peristiwa kebakaran kantor sentral
telepon.
3. Berita tentang
peristiwa yang direncanakan akan terjadi.
Misalnya: peristiwa peringatan Hari Lingkungan Hidup
setiap 5 Juni.
4. Berita tentang
gabungan peristiwa terduga dan tidak terduga.
Misalnya: peristiwa percobaan pembunuhan kepala negara
pada acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Berdasarkan masalah yang dicakup.
Masalah
di sini biasanya merujuk kepada aspek kehidupan yang
ada di tengah-tengah masyarakat. Secara umum, terdapat
empat aspek kehidupan manusia, yaitu: aspek sosial,
ekonomi, politik, dan kebudayaan. Tetapi, seiring
dengan perkembangan masyarakat, keempat aspek ini
terasa tidak memadai lagi. Ia perlu dipecah lagi
menjadi berbagai aspek. Karena itu, tidak ada salahnya
menggolongkan jenis berita berdasarkan
masalah yang dicakup menurut jumlah kementrian yang ada
dalam Kabinet Pembangunan 6.
Atas dasar
pemikiran ini, jenis-jenis berita tersebut
menjadi: berita
dalam negeri, berita luar negeri,
berita hukum, berita sosial, berita pendidikan
dan kebudayaan, berita pertanian,
berita
lingkungan hidup, berita perumahan,
berita pemuda
dan oleh raga, berita
transmigrasi, berita kesehatan,
berita ilmu
pengetahuan, berita kopersi, berita pertanahan,
berita
penerangan, berita
perindustrian, berita perbankan,
berita
perhubungan, berita perdagangan,
berita
kehutanan, berita agama, berita
pertambangan, dan berita pangan.
Berdasarkan lingkup pemberitaan. Lingkup
pemberitaan, biasanya,
dibagi menjadi empat
bagian, yaitu lokal, regional, nasional, dan
internasional. Sebuah berita disebut
berlingkup lokal kalau peristiwa yang dilaporkannya
terjadi di sebuah kabupaten dan akibatnya hanya
dirasakan di daerah itu, atau paling-paling di
kabupaten lain dalam propinsi yang sama. Sebuah berita disebut
berlingkup nasional kalau pelaporan peristiwa yang
terjadi di satu negara dapat dirasakan di negara
lain.
Berdasarkan sifat pemberitaan. Sifat
berita bisa
dilihat dari isinya.
Ada isi berita yang
memberitahu, mendidik, menghibur, memberikan contoh,
mempengaruhi, dan sebagainya. Bisa saya sebuah berita mempunyai
sifat lebih dari satu. Tetapi, sifat berita yang
terutama adalah memberitahu.
4.
Unsur-unsur berita
Secara umu,
unsur-unsur berita yang selalu
ada pada sebuah berita adalah:
headline, deadline, lead, dan body (Basuki
1983:22-25).
Headline.
Biasa disebut
judul. Sering juga dilengkapi dengan anak judul. Ia
berguna untuk: (1) menolong pembaca agar segera
mengetahui peristiwa yang akan diberitakan; (2)
menonjolkan satu berita dengan
dukungan teknik grafika.
Deadline.
Ada
yang terdiri atas nama media massa, tempat kejadian dan
tanggal kejadian. Ada pula yang terdiri atas nama media
massa, tempat kejadian dan tanggal kejadian. Tujuannya
adalah untuk menunjukkan tempat kejadian dan inisial
media.
Lead.
Lazim disebut teras
berita. Biasanya ditulis pada paragraph pertama sebuah
berita. Ia merupakan unsur yang paling penting dari
sebuah berita, yang menentukan apakah isi berita akan dibaca
atau tidak. Ia merupakan sari pati sebuah berita, yang
melukiskan seluruh berita secara
singkat.
Body.
Atau tubuh berita.
Isinya menceritakan peristiwa yang dilaporkan dengan
bahasa yang singkat, padat, dan jelas. Dengan demikian
body merupakan perkembangan berita.
5.
Struktur berita
Struktur berita sangat
ditentukan oleh format berita yang akan
ditulis. Struktur berita langsung
berbeda dengan beritaringan dan berita kisah.
Tetapim, untuk berita langsung,
menurut Bruce D. Itule dan Douglas A. Anderson,
struktur yang lazim hanya satu, yaitu piramida terbalik
(Itule dan Anderson 1987: 62-63).
Lead menunjukkan bagian permulaan berita yang paling
penting.
Sedangkan piramida terbalik menunjukkan
begian yang penting dari sebuah
berita pada bagian
awal dan makin ke bawah makin kurang penting. Dengan
perkataan lain, seiring dengan menyempitkan piramida
terbalik, berkurang
pula arti penting beritanya.
Struktur seperti ini, di samping memudahkan
mengenali inti berita, juga memudahkan pemotongan
bagian yang tidak
mungkin termuat.
(Sumber: Ditjen Pendidikan Tinggi Dep P dan K, 1978:
148)
Struktur (1) pada gambar memperlihatkan
bahwa semua bagian berita sama
pentingnya. Struktur ini sering menyertakan sub judul
pada bagian body. Struktur(1) juga cocok untuk
menyajikan berita secara
kronologis.
Sedangkan struktur (2)
memperlihatkan body, yang semakin ke bawah semakin
berkurang bobotnya.
Struktur-struktur berita di atas bisa
dipandang sebagai kerangka berita, yang akan diisi
dengan fakta. Dalam mengisi kerangka berita, satu hal
yang perlu diperhatikan adalah keterkaitan ide yang
dikandung satu alinea dengan ide yang dikandung alinea
berikutnya. Kalau keterkaitan itu tidak ada, maka
ceritanya akan tersendat-sendat, tidak ?mengalir?.
Pengalaman menunjukkan, hanya berita yang terasa
?mengalir? saja yang disenangi oleh khalayak. (sumber :
http://aliefnews.wordpress.com/2008/01/11/konsep-dasar-
berita/)
Email kan kepada kawan anda
Naskah : redaksi AT beritanet.com
Iklan : iklan AT beritanet.com







Muka |

