Prakiraan Cuaca Besok
Email kan kepada kawan anda
Naskah : redaksi AT beritanet.com
Iklan : iklan AT beritanet.com
Melambungnya harga minyak bumi akhir-akhir ini
tentunya banyak menimbulkan kekhawatiran hampir di
semua bidang industri, termasuk Teknologi
Informasi. Teknologi Informasi sendiri
merupakan salah satu bidang vital di dunia yang juga
menjadi tulang punggung hampir semua bidang usaha yang
ada. Betapa tidak, saat ini semua bidang usaha, mulai
dari skala kecil di pedesaan maupun skala internasional
di dunia mengandalkan Teknologi Informasi dalam
pengembangan dan penanganan bisnisnya sehari-hari. Jadi
kita semua pasti sepakat, bahwa kedua hal ini pasti
akan saling berpengaruh pada perkembangannya. Disatu
sisi minyak bumi merupakan kebutuhan yang tidak
tertawar lagi yang menggerakkan semua sektor industri
maupun kepentingan publik. Seperti yang kita tahu,
olahan dari minyak bumi ini sangat beragam dan
dipergunakan di semua lini kehidupan. Itulah mengapa
banyak pihak yang berkepentingan atas komoditas ini,
karena disamping nilainya yang menjanjikan, minyak bumi
merupakan komoditas yang bernilai ekonomis sekaligus
politis.
Seiring dengan kenaikan harga minyak bumi akhir-akhir ini, berbagai bidang usaha mulai menuai kepanikan, diantaranya bidang teknologi informasi. Walaupun menurut Menteri Keuangan Indonesia tidak perlu panik menghadapi hal ini dengan alasan akan berimbangnya pengeluaran yang disertai penerimaan yang juga akan meningkat dari ekspor minyak bumi. Namun seperti yang dikatakan oleh Presiden, sebaiknya kita tetap mewaspadai kenaikan harga minyak ini, terlebih kenaikan yang terjadi saat ini benar-benar di luar estimasi pemerintah. Estimasi pemerintah untuk harga minyak bumi ini sendiri untuk tahun anggaran ini hanya sekitar $60 dollar Amerika, sedangkan yang terjadi adalah harga komoditas ini sempat menembus angka $92 dollar Amerika, walaupun saat ini telah turun pada kisaran $80an dollar Amerika. Tapi hal tersebut bukan berarti harga minyak akan terus mengalami trend penurunan, karena seperti yang kita ketahui, para spekulan masih giat dengan aksi perdagangannya, ditambah sentimen pasar tentang kekhawatiran akan kurangnya supplay minyak bumi pada musim dingin ini, hingga melemahnya nilai tukar dollar Amerika sehingga banyak komoditas negara ini yang juga mengalami penurunan nilai. Dampak dari melemahnya dollar Amerika ini sendiri cukup signifikan terhadap salah satu proyek non profit OLPC (One Laptop Per Child), dimana harga produksi laptop yang semual hanya $100 dollar Amerika, melonjak menjadi hampir dua kali lipat pada kisaran $188 dollar Amerika. Hal ini disebabkan oleh naiknya harga komponen dasar pembuatan seperti silikon dan nikel.
Kepanikan di
bidang Teknologi
Informasi di
dalam negeri tak lepas karena masih sangat
tergantungnya Indonesia pada supplay Teknologi Informasi dari luar
negeri, baik itu yang berkaitan dengan software maupun
hardware. Lalu bagaimana dampak kenaikan harga minyak
dunia terhadap bidang Teknologi Informasi secara
global? Teknologi Informasi dunia
bukan tidak mungkin akan terkena imbas dari melajunya
harga minyak dunia saat ini, mengingat industri ini
juga membutuhkan dukungan dari komoditas yang satu ini.
Selain itu melemahnya perekonomian dunia oleh karena
kenaikan harga minyak tentu akan mengurangi minat
masyarakat terhadap perkembangan teknologi informasi itu
sendiri. Karena sebagaimanapun pentingnya teknologi informasi bagi
masyarakat, pastilah masih bisa dikalahkan oleh masalah
perut. Jika kondisi sosial ekonomi suatu masyarakat
sudah merosot, maka apresiasi dan minat mereka terhadap
perkembangan Teknologi Informasi juga akan
menurun. Hal ini tentunya akan berdampak buruk bagi
bisnis di bidang ini. Padahal seperti yang kita
ketahui, pasar negara-negara berkembang, terutama di
Asia merupakan salah satu sasaran utama dari bisnis Teknologi Informasi ini, baik
itu software maupun hardware. Banyak raksasa IT
berjuang untuk dapat menguasai pasar ini. Namun jika
perekonomian pasar ini melemah, tentunya akan sangat
berpengaruh terhadap daya serap masyarakat pada
produk-produk IT tersebut. Jika sudah begitu, lalu akan
dibawa ke mana perkembangan IT kita?
Email kan kepada kawan anda
Naskah : redaksi AT beritanet.com
Iklan : iklan AT beritanet.com







Muka |

