Newsletter
Voting: 12Desember2008
Email kan kepada kawan anda
Kontak BeritaNET.com :
Naskah : redaksi AT beritanet.com
Iklan : iklan AT beritanet.com
Lowongan : karir AT beritanet.com
Kursus IT : kursus AT beritanet.com
Beli Buku : buku AT beritanet.com
Kerjasama : joint AT beritanet.com
Prakiraan Cuaca Besok
Impossible is Nothing adalah sebuah buku pengembangan diri yang menyatakan bahwa tidak ada hal yang mustahil. Hal ini berlaku juga dalam semua aspek kehidupan termasuk teknologi. Berbicara teknologi mungkin kita akan langsung berpikir tentang komputer ataupun robot, namun teknologi secara umum telah merambah semua aspek kehidupan termasuk agribisnis.
Kondisi overfishing di hampir semua perairan Indonesia mengakibatkan banyak akibat. Akibat yang pertama adalah menurunnya jumlah tangkapan ikan dan langsung berakibat kepada kehidupan nelayan itu sendiri. Banyak sekali kapal nelayan yang dijual karena tangkapan ikan yang tidak mampu menutup biaya operasional. Akibat terbesarnya adalah menurunnya produksi dan ekspor nasional produk perikanan tangkap. Keadaan ini tentunya akan lebih diperparah dengan kebijakan pemerintah yang mengijinkan penggunaan kembali Trawl (pukat harimau).
Dengan situasi ini berarti sektor perikanan harus mulai berbenah dan mulai berpindah ke perikanan budidaya. sayangnya masyarakat lebih menyenangi perikanan tangkap karena mudah dan lebih murah. Turunnya hasil tangkapan juga terjadi pada ikan tuna. Indonesia termasuk dalam 10 besar negara pengekspor tuna. Dengan penurunan populasi tuna di Indonesia maka posisi ini pun terancam.
Kepedulian pemerintah akan hal ini harus lebih ditingkatkan. Berkaca dari pemerintah Australia yang menyediakan informasi bagi para nelayannya, sebaiknya Indonesia pun mulai memperhatikan para nelayannya. Solusi lain yang telah mulai dijalankan adalah pembudidayaan tuna. Teknologi untuk budidaya tuna ini ternyata telah dimiliki oleh Jepang pada awal tahun 90-an.
Hal ini membuktikan adanya perkembangan teknologi dalam agribisnis terutama perikanan. Dahulu orang menganggap hal ini adalah suatu hal yang mustahil, tetapi Pemerintah Jepang membuktikan prinsip bahwa tidak ada sesuatu hal yang mustahil. Jepang mengembangkan teknologi ini karena mereka merupakan negara tujuan utama ekspor tuna dunia. penurunan hasil tangkapan yang setiap tahunnya merupakan pemicu pengembangan teknologi ini. bahkan sejak tahun 2000 produksinya tidak melebihi 10.000 ton setiap tahunnya.
Pembesaran tuna di kolam dapat meningkatkan bobot ikan pelagis ini secara drastis dibandingkan jika dipelihara di karamba apung. Ikan yang senang bergerak cepat akan mengalami obesitas karena kurang bergerak jika dipelihara dalam kolam. Peningkatan kadar lemak tuna akan meningkat lebih cepat jika dipelihara di kolam. Namun sayangnya ini berarti merupakan kendala tersendiri. Ketatnya pasar ekspor akan langsung menolak produk yang kelebihan lemak ini.
Jepang memang mendahului semua negara dalam penelitian tentang tuna ini. Mereka bukan saja membesarkan tuna, namun telah mampu memijahkan tuna ini. Pemijahan dilakukan bukan hanya pada tuna sirip biru tetapi juga jenis tuna yang lain. Dari sisi ini, jelas sekali Indonesia masih jauh ketinggalan.
Budidaya tuna ini merupakan harapan baru bagi pasar ekspor Indonesia. Mengandalkan tangkapan alam jelas tidak mungkin lagi di hari kedepan. Budidaya adalah solusi terbaik bagi perikanan Indonesia. Namun hal ini bukan tanpa kendala, budidaya membutuhkan biaya yang cukup besar dan teknologi. Budidaya tuna di karamba apung membutuhkan biaya yang sangat mahal karena karamba haruslah besar dan luas agar sesuai dengan lingkungan hidup tuna. Bayangkan saja, kedalaman karamba ini mencapai 30 meter, berapa modal yang dibutuhkan untuk menyediakan jaringnya. Belum lagi karena ada di laut yang cukup dalam, kemungkinan rusak karena alam cukup tinggi. sekalipun sekalipun sekarang terdapat teknologi upwelling, tetapi teknologi ini hanya bisa dilakukan di beberapa tempat saja karena membutuhkan tempat dalam dan pantai terjal.
Harapan pengembangan teknologi budidaya
untuks emua jenis ikan laut pun menjadi tidak mustahil
lagi. Jika tuna pun dapat dikembangkan, ke depannya
jenis-jenis lain pun dapat menyusul. pertanyaannya,
siapkah kita dengan cepatnya perkembangan teknologi ini?
mungkin saatnya diserukan slogan : "Biarkan laut
bernafas dengan teknologi
budidaya"
Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com




Muka |

