Posted: 04 Desember 2007 08:30:00 by Dessy Danarti BeritaNet.com | Dilihat 7193 kali

2. Reksadana
Reksadana (mutual fund) adalah wahana yang digunakan untuk menghimpun dana masyarakat (pemodal) untuk kemudian diinvestasikan ke dalam portofolio efek oleh manajer investasi (MI). Portofolio efek tersebut bisa berupa saham, obligasi, instrumen pasar uang, atau kombinasi dari beberapa di antaranya.
Oleh Fund Manager (Manajer Investasi) dana tersebut dikembangkan, dan setiap harinya akan dihitung nilai aktiva bersih/NAB dari hasil pengelolaan reksadana tersebut (informasi NAB Reksadana setiap hari ada di Koran Tempo dan Koran Bisnis Indonesia). NAB bisa naik/turun tergantung dari kepiawaian si Fund Manager dan kondisi ekonomi.
Reksadana yang paling populer adalah:
Untuk investor yang masih konservatif sebaiknya berinvestasi ke Reksadana Pendapatan Tetap. Sementara untuk investor yang moderat, yang menginginkan return tinggi (tapi dengan resiko tinggi pula), bisa invest di reksadana saham. Untuk bisa berhasil, carilah Manajer Investasi yang track recordnya serta kinerjanya bagus. Lebih baik bila fund manager berasal dari perusahaan ternama semisal reksadana saham schroder, fortis, mandiri investasi, Trimegah, Danareksa, dan lain-lain.
3. Saham
Saham adalah keikutsertaan investor dalam perusahaan sebagai pemodal. Saham memberikan return dalam bentuk dividen, yang biasanya dibayarkan sekali setahun, dan capital gain (kenaikan harga saham di pasar). Dividen dan capital gain akan ada jika perusahaan memperoleh laba karena per definisi, dividen adalah laba yang dibagikan. Sedangkan capital gain terjadi karena adanya laba yang tidak dibagikan dan faktor pertumbuhan perusahaan di masa depan. Perusahaan yang rugi tidak akan membagikan dividen dan jika perusahaan itu tidak menjanjikan pertumbuhan, yang akan diperoleh investor adalah capital loss atau penurunan harga saham di pasar.
Untuk memulai, Rp 25 juta sudah cukup untuk menjadi investor pasar modal dan minimalnya hanya Rp 1 juta. Tetapi, meskipun keuntungannya besar, tingkat resikonya juga tinggi. Untuk bisa berhasil, Anda harus selalu mengupdate informasi harga saham, kondisi ekonomi, tingkat persaingan dan sebagainya. Untuk investor pemula yang memilih investasi langsung dalam saham, belilah hanya saham-saham yang masuk dalam LQ-45 (45 saham terlikuid) dan akan lebih baik lagi jika saham itu masuk Top 20 dalam kapitalisasi pasar, misalnya yang ditawarkan oleh BNI 46, Jasa Marga, dan Mandiri.
Nah, setelah memahami beragam investasi ini, berminatkah Anda memindahkan uang dari deposito ke investasi lain yang lebih menantang?
Halaman Sebelumnya :
Obligasi, Reksadana atau Saham? - bag 1
Pump your spirit!
Dessy Danarti
Komentar Anda