Newsletter
Voting: maret2010
Email kan kepada kawan anda
Kontak BeritaNET.com :
Naskah : redaksi AT beritanet.com
Iklan : iklan AT beritanet.com
Lowongan : karir AT beritanet.com
Kursus IT : kursus AT beritanet.com
Beli Buku : buku AT beritanet.com
Kerjasama : joint AT beritanet.com
Prakiraan Cuaca Besok
2. Reksadana
Reksadana
(mutual fund) adalah wahana yang digunakan
untuk menghimpun dana masyarakat (pemodal) untuk
kemudian diinvestasikan ke dalam portofolio efek oleh
manajer investasi (MI). Portofolio efek tersebut bisa
berupa saham, obligasi, instrumen pasar uang, atau
kombinasi dari beberapa di antaranya.
Oleh Fund
Manager (Manajer Investasi) dana tersebut dikembangkan,
dan setiap harinya akan dihitung nilai aktiva
bersih/NAB dari hasil pengelolaan reksadana tersebut
(informasi NAB
Reksadana setiap hari ada di Koran Tempo dan Koran
Bisnis Indonesia). NAB bisa naik/turun tergantung dari
kepiawaian si Fund Manager dan kondisi ekonomi.
Reksadana yang paling populer adalah:
- Reksadana Pendapatan Tetap
Reksadana yang setidaknya 80% alokasi investasinya pada efek utang jangka panjang. Potensi risiko dan return lebih besar daripada tabungan dan deposito. Cocok untuk investasi jangka menengah (kurang dari 5 tahun). Ada sebagian reksadana yang membagikan keuntungan berupa dividen secara berkala. - Reksadana Saham
Reksadana yang melakukan investasi sekurangnya 80% dari portofolio ke efek ekuitas (saham). Dibanding reksadana lain, potensi risiko dan return relatif paling tinggi dan cocok untuk jangka panjang (3 tahun atau lebih).
Namun di luar itu ada juga Reksadana Syariah (khusus untuk konsumen yang meragukan halal atau haram atas bunga) dan Reksadana Terproteksi. Keuntungan reksadana adalah:
Barrier to entry rendah. Siapapun bisa memulai berinvestasi reksadana as low as Rp 200 ribu saja.
Hasil investasi reksadana bukan (belum) menjadi obyek pajak. Kupon dari obligasi hingga saat ini juga belum menjadi obyek pajak.
Likuiditas tinggi. Unit penyertaan dapat dibeli atau dijual kembali setiap hari bursa melalui MI.
Untuk investor yang masih konservatif sebaiknya berinvestasi ke Reksadana Pendapatan Tetap. Sementara untuk investor yang moderat, yang menginginkan return tinggi (tapi dengan resiko tinggi pula), bisa invest di reksadana saham. Untuk bisa berhasil, carilah Manajer Investasi yang track recordnya serta kinerjanya bagus. Lebih baik bila fund manager berasal dari perusahaan ternama semisal reksadana saham schroder, fortis, mandiri investasi, Trimegah, Danareksa, dan lain-lain.
3. Saham
Saham adalah keikutsertaan investor dalam perusahaan sebagai pemodal. Saham memberikan return dalam bentuk dividen, yang biasanya dibayarkan sekali setahun, dan capital gain (kenaikan harga saham di pasar). Dividen dan capital gain akan ada jika perusahaan memperoleh laba karena per definisi, dividen adalah laba yang dibagikan. Sedangkan capital gain terjadi karena adanya laba yang tidak dibagikan dan faktor pertumbuhan perusahaan di masa depan. Perusahaan yang rugi tidak akan membagikan dividen dan jika perusahaan itu tidak menjanjikan pertumbuhan, yang akan diperoleh investor adalah capital loss atau penurunan harga saham di pasar.
Untuk memulai, Rp 25 juta sudah cukup
untuk menjadi investor pasar modal dan minimalnya
hanya Rp 1 juta. Tetapi, meskipun keuntungannya
besar, tingkat resikonya juga tinggi. Untuk bisa
berhasil, Anda harus selalu mengupdate informasi harga
saham, kondisi ekonomi, tingkat persaingan dan
sebagainya. Untuk investor pemula yang
memilih investasi langsung dalam saham, belilah hanya
saham-saham yang masuk dalam LQ-45 (45 saham terlikuid)
dan akan lebih baik lagi jika saham itu masuk Top
20 dalam kapitalisasi pasar, misalnya yang
ditawarkan oleh BNI 46, Jasa Marga, dan Mandiri.
Nah,
setelah memahami beragam investasi ini, berminatkah
Anda memindahkan uang dari deposito ke investasi lain
yang lebih menantang?
Halaman
Sebelumnya :
Obligasi,
Reksadana atau Saham? - bag 1
Pump your
spirit!
Dessy Danarti
Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com





Muka |

