Obligasi, Reksadana atau Saham? - bag 2

  

Arsip

Sn Sl Rb Km Jm Sb Mg
12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930

       

Newsletter

Langganan newsletter:

Voting: maret2010

Menurut Anda, barang apa yang cocok dijual di toko online Beritanet.com?

       

Referensi IT

    
    

    

    
  • email Email kan kepada kawan anda
  • Tambahkan ke Yahoo! web Anda Tambahkan ke del.icio.us Digg berita atau artikel ini Tambahkan ke Furl Tambahkan ke Squidoo Tambahkan ke Technorati Tambahkan ke StumbleUpon Tambahkan ke Reddit Tambahkan ke Netscape Tambahkan ke Newsvine
    Kontak BeritaNET.com :
    Naskah : redaksi AT beritanet.com
    Iklan : iklan AT beritanet.com
    Lowongan : karir AT beritanet.com
    Kursus IT : kursus AT beritanet.com
    Beli Buku : buku AT beritanet.com
    Kerjasama : joint AT beritanet.com

Prakiraan Cuaca Besok

  sumber : http://bmg.go.id
         


Sesuaikan ukuran huruf: Perkecil font Perbesar font
foto berita artikel

2. Reksadana

Reksadana (mutual fund) adalah wahana yang digunakan untuk menghimpun dana masyarakat (pemodal) untuk kemudian diinvestasikan ke dalam portofolio efek oleh manajer investasi (MI). Portofolio efek tersebut bisa berupa saham, obligasi, instrumen pasar uang, atau kombinasi dari beberapa di antaranya.
Oleh Fund Manager (Manajer Investasi) dana tersebut dikembangkan, dan setiap harinya akan dihitung nilai aktiva bersih/NAB dari hasil pengelolaan reksadana tersebut (informasi NAB Reksadana setiap hari ada di Koran Tempo dan Koran Bisnis Indonesia). NAB bisa naik/turun tergantung dari kepiawaian si Fund Manager dan kondisi ekonomi.

Reksadana yang paling populer adalah:

  1. Reksadana Pendapatan Tetap
    Reksadana yang setidaknya 80% alokasi investasinya pada efek utang jangka panjang. Potensi risiko dan return lebih besar daripada tabungan dan deposito. Cocok untuk investasi jangka menengah (kurang dari 5 tahun). Ada sebagian reksadana yang membagikan keuntungan berupa dividen secara berkala.
  2. Reksadana Saham
    Reksadana yang melakukan investasi sekurangnya 80% dari portofolio ke efek ekuitas (saham). Dibanding reksadana lain, potensi risiko dan return relatif paling tinggi dan cocok untuk jangka panjang (3 tahun atau lebih).
    Namun di luar itu ada juga Reksadana Syariah (khusus untuk konsumen yang meragukan halal atau haram atas bunga) dan Reksadana Terproteksi. Keuntungan reksadana adalah:
    Barrier to entry rendah. Siapapun bisa memulai berinvestasi reksadana as low as Rp 200 ribu saja.
    Hasil investasi reksadana bukan (belum) menjadi obyek pajak. Kupon dari obligasi hingga saat ini juga belum menjadi obyek pajak.
    Likuiditas tinggi. Unit penyertaan dapat dibeli atau dijual kembali setiap hari bursa melalui MI.

Untuk investor yang masih konservatif sebaiknya berinvestasi ke Reksadana Pendapatan Tetap. Sementara untuk investor yang moderat, yang menginginkan return tinggi (tapi dengan resiko tinggi pula), bisa invest di reksadana saham. Untuk bisa berhasil, carilah Manajer Investasi yang track recordnya serta kinerjanya bagus. Lebih baik bila fund manager berasal dari perusahaan ternama semisal reksadana saham schroder, fortis, mandiri investasi, Trimegah, Danareksa, dan lain-lain.

 

3. Saham

Saham adalah keikutsertaan investor dalam perusahaan sebagai pemodal. Saham  memberikan return dalam bentuk dividen, yang biasanya dibayarkan sekali setahun,  dan capital gain (kenaikan harga saham di pasar). Dividen dan capital gain akan ada  jika perusahaan memperoleh laba karena per definisi, dividen adalah laba yang  dibagikan. Sedangkan capital gain terjadi karena adanya laba yang tidak dibagikan dan  faktor pertumbuhan perusahaan di masa depan. Perusahaan yang rugi tidak akan membagikan dividen dan jika perusahaan itu tidak menjanjikan pertumbuhan, yang  akan diperoleh investor adalah capital loss atau penurunan harga saham di pasar.

Untuk memulai, Rp 25 juta sudah cukup untuk  menjadi investor pasar modal dan minimalnya hanya Rp 1 juta. Tetapi, meskipun keuntungannya besar, tingkat resikonya juga tinggi. Untuk bisa berhasil, Anda harus selalu mengupdate informasi harga saham, kondisi ekonomi, tingkat persaingan dan sebagainya. Untuk investor pemula yang  memilih investasi langsung dalam saham, belilah hanya saham-saham yang masuk dalam LQ-45 (45 saham terlikuid) dan akan lebih baik lagi jika saham itu  masuk Top 20 dalam kapitalisasi pasar,  misalnya yang ditawarkan oleh BNI 46, Jasa Marga, dan Mandiri.
       
Nah, setelah memahami beragam investasi ini, berminatkah Anda memindahkan uang dari deposito ke investasi lain yang lebih menantang?

Halaman Sebelumnya :
Obligasi, Reksadana atau Saham? - bag 1


Pump your spirit!
Dessy Danarti



    

Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com


Berikan komentar comment Komentar (0 dimuat)


Paling Dicari Hari Ini


Bincang IT : Redaksi :  © 2007-2008. BERITA NET.com - SITUS BERITA INDONESIA
Links to Site
  eXTReMe Tracker