Prakiraan Cuaca Besok
Email kan kepada kawan anda
Naskah : redaksi AT beritanet.com
Iklan : iklan AT beritanet.com
Siapa yang tak kenal dengan Uya Kuya? Sosoknya mudah ditemui di mana saja – maklum, profesinya sangat banyak. Mulai dari penyanyi, presenter, pelawak, pesulap, pemain musik, pengusaha, dan sederet profesi lain. Tak heran kalau MURI mencatat namanya sebagai artis dengan profesi terbanyak!
Debut paling anyar dari pria yang bernama asli Surya Utama ini adalah terjun ke bisnis. Bukan dengan membeli franchise mahal dari luar negeri, tetapi mantan penyanyi grup musik Tofu ini memulai bisnis dari bawah, dengan membuka gerai makanan. Di pinggir jalan, lagi.
Dan bisnis ini terus berkembang, terbukti
sudah ada lebih dari 8 outlet bertebaran di seluruh
penjuru Jakarta. Dengan menggunakan merek dagang Mr.
Banana, usaha gerai makanan ini dikembangkan dengan
sistem waralaba. Padahal, usaha ini belum lama
didirikan. Ingin tahu strategi bisnisnya? Ternyata pria
unik dengan rambut warna-warni ini punya kiat yang
patut kita simak. Kalau perlu, contek saja! Asal,
jangan cuma nyontek, tapi dimodifikasi, dong.
1. Pilih Usaha Berdasarkan
Hobi
Uya Kuya menuturkan, bisnis makanan
tercetus karena ia dan istrinya, Astrid, suka makan dan
masak. Juga menciptakan resep-resep sendiri. Membuat
usaha berdasarkan hobi memang lebih banyak berhasil,
karena kita melakoninya dengan senang hati, tanpa ada
rasa terpaksa. Bahkan bila bisnis hanya berkembang
lambat pun, kita tetap merasa enjoy.
2.
Berbisnis dengan Sepenuh Hati
Tidak
heran, bila Uya menjalankan bisnis dengan sepenuh hati.
Karena, usahanya didirikan atas dasar cinta akan
hobinya. Uya menambahkan, bila kita merintis usaha
tetapi menjalaninya dengan setengah-setengah, hasilnya
tidak akan maksimal. Seperti halnya mahluk hidup, usaha
– kalau terus diperhatikan, akan memberi
keuntungan, terus maju dan berkembang.
3. Pilihan Produk yang Tepat
Boleh
dibilang, usaha Uya Kuya juga mengikuti trend bisnis
pisang goreng Pontia, meski dengan tampilan dan resep
yang berbeda. Uya sendiri mengatakan, memilih binis
pisgor (pisang goreng) karena praktis, bisa dimakan
kapan saja dan semua orang suka. Pilihan yang tepat
– karena pasar yang masih terbuka lebar. Bukan
cuma itu, Uya menjamin kalau produknya benar-benar
berkualitas, alias enak betul. Menjual produk yang
berkualitas, menjamin orang puas dan datang kembali
untuk membeli (repeat buying).
4.
Produk Unggulan
Selain unggul dalam
kualitas, Uya juga membuat variasi rasa, untuk melayani
selera konsumen yang beragam. Selain pisgor original,
ada rasa cokelat, keju, cokelat keju, srikaya,
strawberry atau campur-campur terserah selera. Untuk
melengkapi pisgornya, Uya juga menambahkan produk lain,
yaitu lumpia dan tahu isi. Strategi lain dari Uya
adalah soal harga. Ia menetapkan harga yang kompetitif
dan relatif murah ketimbang produk pesaing.
5. Lokasi! Lokasi!
Jangan
lupa, lokasi menentukan prestasi. Ini sangat berlaku
dalam bisnis. Bayangkan, Anda membuka toko dengan
desain interior dan eksterior menarik, tetapi letak
toko itu tersembunyi di gang yang sepi. Mana ada orang
yang tahu? Karena itu, pemilihan lokasi dipertimbangkan
dengan cermat oleh pria kelahiran 4 April 1975 ini. Uya
memilih lokasi yang berada di pinggir jalan yang arus
lalu lintasnya ramai tetapi jalannya kendaraan
cenderung pelan. Kalau kondisi jalannya ramai tapi arus
kendaraan cepat atau kencang, maka kecil kemungkinannya
orang yang lewat akan memperhatikan gerai pisgornya
karena mengebut. Hmm, benar juga ya...
6. Libatkan Masyarakat Sekitar
Ini strategi yang bagus. Dengan melibatkan masyarakat
sekitar, ada rasa memiliki yang tumbuh. Dampaknya,
keamanan lebih terjamin. Kalau perlu, libatkan
preman-preman sekitar untuk jadi satpam. Dengan
catatan, kehadiran mereka tidak mengganggu dan tidak
menggerogoti usaha. Kaum muda sekitar pun bisa direkrut
sebagai karyawan. Dengan begitu, Uya tidak perlu
memberi transport tambahan karena jarak rumah mereka
dengan tempat usaha dekat.
7. Kreatif!
Usaha
tidak bisa berkembang kalau belum dikenal orang.
Meskipun produk bagus, berkualitas dan enak, tapi jika
tidak ada orang yang tahu juga akan percuma. Saat
pembukaan gerainya, Uya sengaja memarkir 3 mobilnya di
sekitar jalan di depan gerainya. Tentu saja parkirnya
agak jauh, agar tidak ketahuan kalau itu mobil pemilik
usaha Mr. Banana. Alhasil, jalanan menjadi tersendat
dan agak macet. Otomatis, orang jadi lebih
memperhatikan kalau di situ ada gerai baru. Dengan nama
pengusahanya Uya Kuya lagi! Boleh juga. Asal tidak
tidap hari. Bisa-bisa orang malah enggan lewat jalan
itu.
Tidak itu saja, Uya juga menyebarkan brosur
ke perumahan-perumahan. Dipilihnya hari Sabtu-Minggu
supaya terbaca oleh pemilik rumah. “Sebab, kalau
penyebaran brosur pada hari kerja, yang menerima adalah
pembantu sehingga pesan tidak tersampaikan,”
lanjut bapak berputera dua ini.
Satu lagi, pria
humoris ini menuliskan kalimat lucu di setiap bon
penjualannya, seperti: “Pembelian minimal 1
potong. Kalo ½ potong susah buatnya.”
Juga, “Pisang yang sudah dimakan, tidak dapat
ditukar atau dikembalikan.”
Tertarik?
Coba saja strateginya!
Pump your
spirit!
Dessy Danarti
*Penulis buku
“Dari Hobi menjadi Hoki” (penerbit Andi,
2005)
Email kan kepada kawan anda
Naskah : redaksi AT beritanet.com
Iklan : iklan AT beritanet.com







Muka |

