Prakiraan Cuaca Besok
Email kan kepada kawan anda
Naskah : redaksi AT beritanet.com
Iklan : iklan AT beritanet.com
Hobi adalah cara tepat untuk memulai bisnis. Mengapa? Karena menggabungkan antara kesenangan, minat dan bakat. Dengan begitu, Anda tidak akan merasa terbebani saat bekerja atau membangun bisnis. Seolah-olah Anda melakukannya sambil bermain. Bukan itu saja, jika itu adalah hobi, maka pasti Anda sudah tahu seluk-beluknya bahkan sampai detil. Misalnya saja Anda hobi merawat tanaman. Pasti Anda tahu di mana mendapatkan bibit yang baik, tempat membeli pupuk, media dan bahan penunjang lainnya dengan harga murah dan cara perawatan dan budidaya tanaman. Mungkin juga Anda sudah bergabung dengan komunitas hobiis yang sama. Ini mempermudah Anda memperoleh informasi dan relasi.
Lalu, bagaimana untuk memulai bisnis dari hobi ini? Sebenarnya hampir sama dengan memulai suatu bisnis baru. Bedanya, Anda sudah punya basis pengetahuan, wawasan dan pengalaman yang memadai. Beberapa hal yang perlu Anda perhatikan adalah:
1. Tekuni Hobi Anda
‘Practice makes perfect’ . Jika selama
ini Anda melakukan hobi karena untuk mengisi waktu
luang atau iseng, mulai kini Anda harus tekun berlatih.
Jangan lupa praktik langsung dari semua teori yang
sudah Anda pelajari. Dengan terus berlatih, kemampuan
Anda akan meningkat dan Anda mampu menghasilkan produk
terbaik. Ini tentu akan menaikkan nilai
jualnya.
2. Tambah pengetahuan Anda
Tidak cukup jika mengandalkan pengalaman.
Anda perlu menambah pengetahuan melalui kursus, seminar
atau pelatihan yang berkaitan dengan hobi. Lewat
aktivitas semacam itu, Anda akan memperoleh pengetahuan
serta sertifikat yang bisa menaikkan personal branding
dan prestise. Ini akan menumbuhkan kepercayaan
pelanggan. Tak ada salahnya membaca buku, majalah,
internet atau media lain untuk meningkatkan pengetahuan
Anda. Dengan mengikuti milis (mailling list) sesuai
hobi, Anda bahkan bisa memperoleh tambahan wawasan.
Bisa jadi malah ketemu ahlinya langsung. Tentunya ini
sangat bermanfaat.
3. Belajar dari
Ahlinya
Pengalaman adalah guru yang
terbaik. Tidak perlu pengalaman itu Anda alami sendiri.
Anda bisa menimba pengalaman dari pelaku bisnis yang
telah sukses. Misalnya belajar dari pengusaha tanaman
hias yang telah sukses. Atau belajar dari dosen
peneliti yang mumpuni. Belajar langsung dengan para
pakar dan orang yang sukses menjalankan hobi sesuai
yang Anda tekuni, akan meningkatkan kemampuan Anda. Ini
adalah cara terbaik untuk menghasilkan sebuah produk
yang bagus dan kompetitif baik dari segi kualitas
maupun harga. Bahkan Anda bisa mengukur kemampuan dan
hasil karya Anda.
4. Pasarkan produk
Anda
Jika produk Anda sudah siap, segera
pasarkan. Untuk tahap awal, bisa ditawarkan ke
komunitas yang Anda ikuti. Atau ke lingkungan terdekat
seperti tetangga dan saudara. Keuntungannya, Anda bisa
meminta masukan tentang produk Anda, dan memperbaikinya
sebelum disebarluaskan. Jika respon mereka bagus, Anda
bisa mencoba menawarkan ke toko-toko. Hanya saja,
beberapa jenis toko hanya mau menerima barang dari
suplier tertentu.
Atau kalau tidak, mereka
memberikan syarat tertentu, semisal jumlah minimal item
barang, kontinuitas pasokan, potongan harga, dll.
Jika produk Anda unik dan tidak pasaran, lebih baik
melakukan pemasaran online. Selain murah, Anda bisa
menjangkau konsumen yang tepat.
5. Jangan
lupa: Promosi!
Pemasaran yang baik perlu
ditunjang dengan promosi yang baik pula. Jangan malas
untuk mempromosikan produk Anda. Promosi bisa dilakukan
dengan banyak cara. Jika ingin gratis, bisa lewat situs
iklan gratisan.
Atau beriklan di milis-milis. Jika ingin promosi secara
personal, bisa dengan membagikan sampel kepada calon
pembeli kita. Memberi bonus pada jumlah pembelian
tertentu juga bagus untuk promosi. Umumnya bila
pelanggan puas, mereka akan bercerita kepada orang
lain.
Yang perlu dicatat pula, sebelum benar-benar terjun ke bisnis, Anda tetap perlu melakukan riset pasar dan membuat business plan meskipun secara sederhana. Ini untuk menghindari terbuangnya tenaga, waktu dan biaya. Selain itu, Anda jadi tahu dari beberapa hobi yang Anda punya, hobi mana yang bisa dijadikan usaha. Jadi, sudah siapkah hobi Anda dibisniskan?
Salam sukses!
Dessy
Danarti, penulis buku “Dari Hobi menjadi
Hoki” (Andi, 2005)
Email kan kepada kawan anda
Naskah : redaksi AT beritanet.com
Iklan : iklan AT beritanet.com







Muka |

