Posted: 11 November 2008 09:01:12 by Heni BeritaNet.com | Dilihat 486 kali

Chief executive Yahoo, Jerry Yang meminta Microsoft untuk membeli firm pioneer Internet yang telah gagal untuk berunding dengan Microsoft, awal tahun yang lalu. “Untuk sekarang ini, saya ingin memberikan yang terbaik untuk Microsoft yakni membeli Yahoo. Apakah kami menginginkan kesepakatan tersebut dengan Microsoft? Ya.” kata Yang.
Sementara pihak Microsoft telah menyatakan berulang kali bahwa pihaknya sudah tidak tertarik lagi untuk membeli perusahaan yang bermarkas di California Utara tersebut. “Posisi sekarang telah berubah. Microsoft sudah tidak tertarik untuk acquiring Yahoo. Sudah tidak ada diskusi mengenai kami dan Yahoo.” kata pihak Microsoft pada bulan Oktober lalu.
Mungkin inilah pembalasan luapan kekecewaan Microsoft kepada Yahoo, setelah sebelumnya tanggal 31 January lalu Microsoft hendak membeli Yahoo seharga 44.6 miliar dollar dengan pembayaran separuh tunai dan separuh untuk stock Yahoo setelah kesepakatan terjadi. Namun, Microsoft akhirnya walk away dari negosiasi tanggal 3 May setelah Yahoo menolak penawaran Microsoft dan meminta Microsoft untuk menaikkan harga dari 31 dollar menjadi 33 dollar per share, yang jika ditotal menjadi 47.5 miliar dollar.
Kini stock Yahoo dihargai sebesar 13.90 per share. Microsoft ingin membeli Yahoo di kala itu karena untuk bersaing dengan Google, yang diklaim sebagai penguasa share pasar search dan advertising Internet sebesar multimiliar dollar. Setelah mengakhiri perundingan dengan Microsoft, Yahoo mengumumkan aliansi-nya dengan Google, dan nantinya akan merajai advertising online di Internet, mengalahkan rival-rivalnya.
Namun, Google mengatakan bahwa pihaknya telah mengakhiri kesepakatan untuk joint partnership search advertising dengan Yahoo, guna mencegah peperangan berlarut-larut dengan pihak regulator. US Justice Department telah memberikan regulasi demi kompetisi yang sehat, yakni memblokir aliansi Yahoo-Google yang diyakini akan mengontrol 90 persen pasar search advertising di Internet.
Namun, Yang masih bersikeras. “Pemerintah dalam kasus ini tidak mengerti industri kami. Tujuan Yahoo mengadakan aliansi dengan Google justru akan menguntungkan pengguna Internet dan advertiser.” ungkap Yang. Tetapi, Yang menolak untuk berkomentar mengenai usahanya untuk membeli portal Internet Amerika, yakni America Online (AOL).
Komentar Anda